Kematangan Menentukan Kesuksesan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Muliaman D Hadad

Kematangan Menentukan Kesuksesan

Selasa, 14 April 2015 | 10:34 WIB
Oleh : Yosi Winosa / AB

Ketidakpastian ekonomi global dalam beberapa tahun terakhir mengharuskan pemerintah dan sejumlah otoritas terkait bekerja keras menyiapkan kebijakan, baik sebagai langkah antisipasi maupun respons. Salah satu figur penting yang terlibat dalam kesibukan itu adalah Muliaman D Hadad, ketua dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena posisi itu, ia memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Tugas ini menjadi semakin tidak ringan karena pada saat yang bersamaan, ia masih harus memperkuat kelembagaan dan perangkat pendukung OJK sebagai organisasi baru dengan tugas dan kewenangan yang sangat besar. Tidak jarang, pria kelahiran Tambun, Bekasi, 55 tahun silam ini, dalam sehari harus menghadiri dan berbicara pada sejumlah forum yang berbeda.

Namun, ia memiliki kiat dan strategi agar semua itu tidak mejadi beban yang memberatkan, yakni bekerja dengan hati.
“Jalani aktivitas dengan keikhlasan dan kesenangan,” ujar sulung dari tujuh bersaudara ini.

Muliaman juga berbagi konsep sukses yang menjadi pegangannya. Menurutnya, orang sukses adalah orang pandai yang memiliki kematangan emosional. Artinya, bisa membumikan kemampuan analitikal dalam konteks kekinian. Untuk mengetahui lebih jauh sosok pria satu ini, berikut wawancara dengannya.

Apa kesibukan Anda saat ini?
Belakangan ini kan dinamika ekonomi berkembang demikian cepat. Kami perlu mengantisipasi itu. Tidak untuk panik, tapi siap-siap saja. Apa dampak dinamika itu terhadap lembaga keuangan sesuai tugas saya selaku ketua dewan komisioner OJK untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Jadi, kami harus selalu siap mengukur sejauh mana dampaknya.

Kegiatan di luar pekerjaan?
Saya sedang gemar bertanam tanaman herbal. Kemarin saya baru menemukan pohon binahong, terus pohon kepel. Pohon kepel ini biasanya ada di keraton, buahnya harum. Kalau kita makan buah itu, keringat pun menjadi harum. Ada juga sirih merah yang saya tanam di pot. Jadi, saya tinggal petik kalau mau minum. Itu hobi baru saya belakangan ini. Hobi lain biasa, yaitu membaca, golf, dan kadang-kadang bersepeda. Kalau tinju, beberapa periode yang lalu saya menjadi pengurus (pembina) Pertina (Persatuan Tinju Amatir Indonesia). Tapi, sekarang sudah tidak lagi.

Anda sepertinya tertarik pada bidang pertanian?
Saya cuma punya hobi baru menjadi petani. Saya menanam beberapa pohon durian dari beberapa daerah, kemudian pohon herbal di rumah. Ditaman di pot. Tambula pot istilahnya, tanaman bunga dalam pot. Terus baca-baca buku pertanian. Karena saya melihat, terutama hortikultura nasional, Indonesia sebetulnya enggak perlu kalah dari Thailand. Malah, khazanah variasi dunia tanaman flora maupun fauna Indonesia jauh lebih luas dibanding negara tetangga. Tapi, yang saya lihat apa-apa serba-Bangkok. Durian, jambu, dan pepaya, semua serba Bangkok. Jangan-jangan dulu bibit asalnya dari Indonesia.

Malah banyak durian daerah yang menurut saya unik-unik. Saya tidak ahli di situ, cuma belakangan sering membaca buku tentang hal itu, sehingga menambah wawasan saya tentang hortikultura. Menurut saya, ini satu area di mana Indonesia sepertinya ketinggalan. Padahal, Indonesia tanah yang subur, variasi flora dan faunanya luar biasa. Tetapi, kenapa kemudian hortikultura kita terlambat, kita malah menjadi konsumen. Lha, bayangkan saja, jeruk mandarin impor dari Tiongkok dan dijual sampai ke desa-desa, di toko buah di perempatan kecamatan, bersebelahan dengan buah lokal.

Bagaimana Anda melihat fenomena itu?
Itu menjadi tantangan. Kalau hanya disajikan di hotel, masih wajar. Masalahnya ini masuk sampai ke pelosok-pelosok. Makanya sekarang sangat sulit mengurangi impor. Jadi, saya kira ini satu persoalan yang cukup serius. Pemerintah kan sekarang berusaha memperbaiki CAD (current account deficit) dengan menahan impor, mem-balance problematika defisit di neraca perdagangan. Menurut saya, salah satunya ya harus kita dorong industri hortikultura kita dan mengurangi makanan buah-buahan impor. Sudah saatnya kita membangun khazanah produk-produk lokal seperti jeruk pontianak, apel malang, dan durian medan. Harus ada political will yang besar.

Anda juga mengoleksi batu akik yang sedang booming?
Saya suka pakai batu, tapi bukan maniak, ya Seperlunya saja. Kemarin ini baru saya ganti ringnya di Jatinegara. Waduh, rupanya sekarang memang sedang demam batu. Di lantai dasar Blok M Square (Jakarta Selatan) itu penuh orang jual-beli batu. Ada beberapa batu yang saya pakai, salah satunya bacan yang sedang ramai. Dahulu kalau enggak salah, saya beli Rp 1 juta. Sedangkan yang saya pakai ini batu giok dari Aceh.

Anda selalu tampak bugar, apa kiatnya?
Pertama ya bagaimana menyikapi pekerjaan saja. Enjoy, excited begitu Sebab, kalau menjadi beban memang stres Saya lakukan dengan enjoy (senang) karena memang bidang keuangan ini bidang keahlian saya. Jadi, saya lakukan dengan senang saja. Kalau ditanya memang sibuk banget, tapi saya sempatkan berolahraga, berkebun, membaca buku, dan mencari kopi bersama anak-anak. Itu saja.

Misalnya sekarang kan cuaca berubah-ubah secara ekstrem. Saya sedang terkena flu. Ya, saya kira usahakan berolahraga meski memang tidak bisa setiap hari, supaya bisa lebih fit Tapi, menurut saya, justru yang lebih penting itu hati. Artinya, kita bisa menjalani aktivitas dengan keikhlasan dan kesenangan. Jadi, enggak ada beban. Kadang saya pidato ganti-ganti topik, sehari bisa lima kali dan forumnya beda-beda. Itu kan padat sekali, tapi ya dijalani saja.

Bisa cerita masa kecil Anda?
Kami keluarga yang ekonominya sulit. Orangtua saya guru sekolah dasar (SD), ibu juga guru SD. Setelah pensiun, mereka menjadi penilik SD. Kami keluarga besar, saya anak pertama dari tujuh bersaudara. Tentu saja waktu itu saya berpikir bagaimana secepatnya keluar dari beban orangtua. Karena kemampuan orangtua mesti bisa dibagikan ke adik-adik yang antre Makanya kemudian saya berusaha sekolah secepat mungkin, tanpa mengurangi waktu kesempatan berorganisasi di kampus.

Tapi, mungkin poinnya lebih cepat juga belum tentu lebih baik. Kadang, secara akademik mungkin sudah memenuhi, tapi secara emosional belum bisa. Oleh karena itu, kenapa di sekolah-sekolah program master di Amerika Serikat (AS), untuk masuk MBA (master of business administration) misalnya, mereka selalu mensyaratkan pengalaman kerja minimal. Program pendidikan itu pada dasarnya bukan cuma belajar akademik, tapi juga membangun karsa, kematangan emosional, dan kedewasan. Dengan itu, seseorang bisa mengambil manfaat dari proses belajar-mengajar.

Kunci sukses bagi Anda?
Saya kira, kunci sukses harus lengkap kedua-duanya, yakni pintar dan kemudian mampu bermasyarakat karena memiliki kematangan emosional dan kedewasaan yang baik. Makanya, saya sering bilang ke mahasiswa saya, kalau masih ada sisa waktu, ikutlah organisasi. Apa saja, internal atau olahraga. Karena, di situlah kita belajar melengkapi apa yang didapat di ruang kelas. Akademik penting dalam mengembangkan kemampuan analitis kita. Tapi, kematangan penting karena istilahnya bagaimana analitis itu benar-benar dibumikan dalam konteks kekiniannya.

Seberapa penting kematangan menentukan kesuksesan seseorang?
Kematangan itu sangat menentukan. Kita harus pintar menentukan dan menempatkan sesuatu pada tempatnya. Jadi, harus mampu mengukur. Semua itu sangat ditentukan oleh kematangan seseorang. Orang yang tidak matang kadang-kadang keliru menempatkan sesuatu. Kita boleh tetap kritis, tapi kritis pada tempatnya. Yang paling penting, tidak asal kritis, tapi apakah tujuan dari kekritisan itu tercapai atau tidak? Itu bisa dilakukan seorang yang sangat kritis atau sangat pendiam. Tapi, yang akan menentukan adalah apakah orang itu bisa menempatkan sesuatu atau tidak, sesuai situasi atau keperluannya.

Siapa yang menginspirasi perjalanan karier Anda?
Tentu saja, pertama orangtua yang selalu memberi kami motivasi. Orangtua banyak memberikan inspirasi, beliau selalu mencontohkan orang berhasil dan orang kurang berhasil. Saya disuruh menganalisis, kenapa mereka bisa seperti itu? Jadi, orangtua saya banyak menginspirasi dengan contoh.

Kemudian kedua, tentu saja lingkungan pertemanan saya, karena saat kuliah saya tinggal di asrama mahasiswa. Banyak teman seangkatan saya, misalnya Emirsyah Satar (mantan direktur utama PT Garuda Indonesia Tbk), Armida Alisjahbana (mantan menteri PPN/kepala Bappenas), dan Darwin Zahedy Saleh (mantan menteri ESDM)

Saya juga sering membaca buku biografi, mulai dari biografi Bung Karno, Mohammad Natsir (tokok Masyumi dan perdana menteri ke-5 RI), dan Tan Malaka (filosof Indonesia). Saya pun membaca biografinya Mahathir Mohamad (mantan PM Malaysia), juga Lee Kuan Yew (mantan PM Singapura), serta Anwar Ibrahim (politisi Malaysia).

Saya senang membaca biografi karena banyak memberikan pelajaran. Yang menyamakan semua tokoh itu--meski mereka hidup pada periode dan di negeri yang berbeda--adalah kerja keras. Kemudian tidak lari dari masalah. Mereka melihat, mengerti masalah, dan mencari jalan keluar, sehingga masalah itu menjadi clear Kemudian, mereka men-deliver (menyumbangkan) sesuatu. Banyak orang lupa, yang membedakan orang berhasil dan tidak adalah menyumbangkan sesuatu atau malah membebankan sesuatu dalam sebuah organisasi.

Obsesi Anda di luar bidang keuangan?
Saya tidak menentukan secara spesifik, karena pekerjaan saya 30 tahun terakhir ini bergerak di sektor keuangan. Di Bank Indonesia (BI), dulu saya deputi gubernur BI, juga bidang keuangan. Saya ingin melanjutkannya untuk menjadi tenaga pengajar. Suatu saat nanti saya kira saya akan kembali ke kampus untuk mengajar.

Saya sekarang sedang dalam proses menulis beberapa buku, yang ringan-ringan, yang bisa disiapkan dalam waktu yang sangat terbatas. Untuk buku serius, nanti sesudah pekerjaan selesai. Tapi, di waktu yang agak longggar, saya masih sisipkan menulis.

Beberapa kali menulis di koran, karena menulis juga bagian dari hobi saya. Dulu waktu masih mahasiswa, saya aktif di pers kampus, sehingga ikut majalah kampus. Jadi, hobi saya itu mengajar dan menulis, kemudian diimbangi dengan berkebun dan bertani. Ini pasangan hobi yang pas dan bisa dilakukan di rumah.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini


BERITA LAINNYA

Astronaut Wanita Arab Pertama yang Meraih Mimpi Masa Kecil

Nora Al-Matrooshi mungkin tak mengenal Soekarno. Tapi ujaran motivasi Soekarno itu bukan lagi mimpi setelah dia menjadi astronaut wanita Arab

FIGUR | 9 Juli 2021

Penyelamat Trenggiling Diganjar Hadiah Lingkungan Hidup

Direktur organisasi amal, Save Vietnam Wildlife (SVW) ini dikagumi banyak orang karena menyelamatkan ribuan trenggiling.

FIGUR | 17 Juni 2021

Kembangkan Obat Berbahan Baku Alam Indonesia

Raymond Tjandrawinata terus mengembangkan obat dari bahan baku alam Indonesia yang teruji klinis.

FIGUR | 2 Juni 2021

Entrepreneur Harus Mampu Lihat Peluang dan Melek Teknologi

Salah satu kunci sukses usaha bisa bertahan di tengah pandemi adalah harus pintar berinovasi dan mendengarkan keinginan konsumen.

FIGUR | 24 April 2021

Perajin Tas Etnik Lungsin Menanti Sambutan Pasar Global

Berkreasi sambil bereksplorasi kreatif, Aulia berharap produk tas etnik Lungsin disambut pasar global.

FIGUR | 24 Maret 2021

Sukses Raup Rp 1 Miliar Sebagai Content Creator

Septian Bramandita, content creator dengan akun @bisnisbarengbram ini memiliki lebih dari 240.000 pengikut di akun instagramnya.

FIGUR | 24 Februari 2021

Belajar dari Kegagalan

Melawan arus kehidupan bukan hal baru bagi Kresna Bayu, pemilik dan Founder Hodwitch, merek fesyen untuk kaos dan hoddie.

FIGUR | 23 Februari 2021

Psikolog Tuli Pertama di Indonesia

Dia berharap tidak ada diskriminasi di perguruan tinggi untuk mahasiswa berkebutuhan khusus.

FIGUR | 12 Februari 2021

Influencer yang Meraup Sukses dari Bisnis Kecantikan

Ia memasarkannya melalui akun media sosial yang ia miliki di Instagram dan TikTok.

FIGUR | 28 Januari 2021

Awalnya Diragukan, Kini Genose Jadi Andalan Deteksi Covid-19 Cepat dan Terjangkau

Saat akan melakukan uji klinis alat, Kuwat dan tim sempat mendapat penolakan dari sejumlah rumah sakit (RS) di Jawa Tengah.

FIGUR | 28 Desember 2020


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Hari Libur Nasional 2022


# Toko Obat Ilegal


# Joe Biden


# Piala Sudirman



TERKINI
Eks Mensos Juliari Mulai Jalani Hukuman 12 Tahun Penjara di Lapas Tangerang

Eks Mensos Juliari Mulai Jalani Hukuman 12 Tahun Penjara di Lapas Tangerang

NASIONAL | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings