Dorong Investasi Hijau
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Franky Sibarani

Dorong Investasi Hijau

Selasa, 21 April 2015 | 11:40 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / AB

Pekerjaan dan kebaikan merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan. Seseorang yang bekerja untuk kebaikan banyak orang bukan hanya akan memanen hasil pekerjaan yang baik, tapi juga mendapat bantuan dari Sang Khalik, sehingga ia diberi berbagai kemudahan dan kelapangan.

Filosofi inilah yang diterapkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani dalam kehidupannya sehari-hari. “Kalau kita bekerja untuk kebaikan orang lain maka Tuhan akan bekerja untuk kita. Tapi kalau kita bekerja untuk kepentingan sendiri, maka Tuhan akan bekerja untuk orang lain,” katanya di Jakarta, baru-baru ini.

Sebagai orang nomor satu di BKPM, Franky Sibarani mengemban tugas yang berat. Keberhasilan Franky bersama jajarannya dalam menjaring investor akan menentukan arah perekonomian nasional ke depan. Maklum, investasi merupakan motor pertumbuhan ekonomi nasional, selain ekspor, konsumsi rumah tangga, dan konsumsi pemerintah.

Akibat perlambatan ekonomi global, terutama di negara-negara maju, kinerja ekspor sulit diandalkan. Konsumsi pemerintah juga tak bisa diharapkan karena kualitas penyerapannya selalu buruk. Maka, seperti biasanya, pertumbuhan ekonomi akan bertumpu pada konsumsi rumah tangga.

Namun, mengandalkan konsumsi rumah tangga sepenuhnya juga tidak sehat karena sebagian besar barang konsumsi diimpor. Impor yang kelewat besar dapat mengganggu neraca pembayaran yang ujung-ujungnya mengikis cadangan devisa, menggerus nilai tukar rupiah, dan memicu imported inflation. Lebih dari itu, banjir impor dapat menghancurkan industri di dalam negeri.

Di sinilah peran investasi langsung dibutuhkan, baik berupa penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN). Semakin banyak investasi yang masuk, semakin cepat pula pertumbuhan ekonomi dapat dipacu. Lewat investasi itu pula pada akhirnya angka kemiskinan dan pengangguran dapat ditekan.

Apa saja upaya yang dilakukan Franky Sibarani untuk memacu investasi? Apa pula obsesinya sebagai kepala BKPM? Berikut wawancara dengan pria kelahiran Bandung, 28 Agustus 1965 tersebut.

Bagaimana kinerja investasi sejauh ini?
Realisasi investasi tahun lalu tumbuh 16,2 persen dari tahun sebelumnya. Di sepanjang tahun 2014, PMDN mencapai Rp 156,1 triliun atau naik 21,8 persen dibandingkan 2013, sedangkan PMA naik 13,5 persen senilai Rp 307 triliun.

Target tahun ini?
Kami menargetkan investasi pada 2015 sebesar Rp 519,5 triliun atau tumbuh sekitar 14 persen dari pencapaian tahun sebelumnya. Investasi tersebut terdiri atas PMDN sebesar Rp 175,8 triliun dan PMA Rp 343,7 triliun.

Anda yakin target sebesar itu bisa dicapai?
Melalui kerja keras semua pihak dan dengan dukungan segenap komponan bangsa, saya optimistis target itu bisa dicapai. Apalagi untuk mempermudah perizinan, pemerintah telah memberlakukan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Ini merupakan salah satu terobosan yang sangat baik di bidang investasi. Asalkan didukung semua pemangku kepentingan, termasuk kementerian/lembaga (K/L) dan pemda, saya yakin target-target investasi dapat dicapai.

Selain PTSP, upaya apa lagi yang dilakukan BKPM untuk menarik investasi?
Kami akan mengedepankan investasi hijau atau green investment.

Definisi investasi hijau?
Sebenarnya tidak ada definisi universal dari investasi hijau atau green investment. Pola investasi hijau telah diterapkan di berbagai negara dengan berbagai keragamannya. Berdasarkan kriteria industri hijau Kementerian Perindustrian, investasi hijau adalah kelompok sektor investasi yang berpotensi didorong sebagai investasi hijau yang dikelola secara ramah lingkungan.

Sektor-sektor tersebut meliputi pertanian, kehutanan, perikanan, pengusahaan tenaga panas bumi, industri pengolahan, seperti industi biomassa, biofuel, manufaktur dan komponen low cost green car (LCGC), pengadaan listrik dari sumber terbarukan, biogas, dan sampah atau limbah, pengelolaan sampah dan daur ulang, serta pariwisata alam (ecotourism).

Perbedaannya dengan investasi nonhijau?
Investasi bukan hijau adalah semua investasi di berbagai sektor yang tidak termasuk kategori berpotensi bisa hijau atau ramah lingkungan. Misalnya, penggunaan material input tidak ramah lingkungan, tidak menerapkan konsep reduce, reuse, recycle, dan recovery, intensitas energi tinggi, jumlah air yang digunakan tinggi dan tidak memenuhi baku mutu lingkungan, high carbon technology, dan lainnya.

Mengapa harus investasi hijau?
Kita harus realistis. Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah, investasi swasta dalam dan luar negeri sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi berperan penting dalam menentukan suksesnya agenda ekonomi hijau. Investor sebagai salah satu pemangku kepentingan pembangunan dan agen perubahan ikut menentukan kemajuan pembangunan ekonomi, lingkungan, dan sosial suatu bangsa untuk menuju ekonomi hijau.

Seberapa besar minat investor terhadap investasi hijau?
Ada tujuh kelompok bidang usaha yang berpotensi hijau, yakni pertanian, kehutanan, perikanan, pengusahaan tenaga panas bumi, industri pengolahan, pengadaan listrik, serta pengolahan sampah dan daur ulang. Pada periode 2010-2014, PMA yang berinvestasi pada tujuh kelompok bidang usaha tersebut baru mencapai US$ 26,81 miliar, sedangkan PMDN sekitar Rp 139,17 miliar. Investasi hijau periode 2010-2014 rata-rata bertumbuh 20 persen per tahun. Proyeksi sampai 2015-2019, investasi hijau akan terus bertumbuh.

Apakah Indonesia akan mengambil peran dalam mendorong investasi hijau?
Investasi hijau adalah peluang besar. Indonesia akan memainkan peranannya sebagai negara yang strategis. Pemerintahan Jokowi telah memerinci sejumlah target investasi dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun-tahun mendatang. Investasi hijau akan memainkan peran kunci dalam memenuhi target-target tersebut. Pengelolaan sumber daya alam lestari menempati posisi inti dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Langkah konkretnya?
Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan konferensi internasional Tropical Landscapes Summit: A Global Investment Opportunity pada 27-28 April mendatang. Kegiatan ini diselenggarakan BKPM bekerja sama dengan Kantor Staf Kepresidenan dan United Nations Office for REDD+ Coordination (UNORCID). Tujuannya untuk mendorong arus masuk investasi hijau ke Indonesia yang berujung pada peningkatan kesejahteraan sosial, sekaligus mengurangi risiko lingkungan secara signifikan.

Apa yang melatarbelakangi penyelenggaraan konferensi ini?
Terus terang, banyak alasannya. Pemerintahan Presiden Joko Widodo sedang menuju ekonomi hijau. Visi ini sangat strategis bagi Indonesia untuk menjadi role model bagi pembangunan berkelanjutan. Sebab, ekonomi hijau dapat dikatakan sebagai solusi pembangunan ekonomi berkelanjutan. Menjadi tuan rumah konferensi internasional seperti ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi Indonesia.

Ada target?
Tentu saja. Kami menargetkan 500 pemimpin perusahaan setingkat chief executive officer (CEO) datang ke event ini. Pesertanya nanti sangat beragam, mulai dari pimpinan perusahaan, pejabat pemerintah, pimpinan lembaga swadaya masyarakat (SDM), hingga akademisi.

Apakah akan ada petisi atau konsensus bersama untuk mendukung ekonomi hijau?
Pasti. Kami berharap akan terjadi suatu dialog antara dunia usaha dan pemerintah, sehingga akan menghasilkan konsensus untuk meningkatkan komitmen bagi pelaksanaan ekonomi hijau, termasuk mendorong pengembangan dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

Konsensus lainnya?
Akan ada juga konsensus tentang pendanaan hijau dan menghijaukan sektor keuangan dan ekonomi Indonesia. Para pelaku di berbagai sektor akan berbagi pengalaman, inisiatif, dan gagasan. Kami menginginkan adanya inventarisasi pembelajaran dari berbagai best practice investasi hijau di dunia untuk dikembangkan di Indonesia. Juga konsensus tentang langkah-langkah yang dibutuhkan untuk memobilisasi sumber daya investasi hijau dan meningkatkan minat investasi hijau di Indonesia.

BKPM mengemban tugas yang sangat berat karena diandalkan untuk menjaring investasi sebanyak mungkin. Anda tidak merasa terbebani?
Saya punya filosofi bahwa bekerja untuk kebaikan banyak orang. Apalagi untuk bangsa dan negara, pasti akan dibantu Tuhan. Intinya, kalau kita bekerja untuk kebaikan orang lain maka Tuhan akan bekerja untuk kita. Kalau kita bekerja untuk kepentingan sendiri, maka Tuhan akan bekerja untuk orang lain.

Alasan itu pula yang mendorong Anda menerima tugas sebagai kepala BKPM?
Betul.

Obsesi Anda sebagai birokrat?
Untuk tugas yang saya emban sekarang, saya ingin berkarya sebanyak mungkin untuk bangsa. Saya ingin memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara, tentu melalui peran saya di pemerintah, khususnya di BKPM.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Perusahaan Butuh "Coach"

"Coach", guru, mentor, ataupun konsultan memberikan pandangan terhadap sesuatu yang tidak dilihat eksekutif perusahaan.

FIGUR | 21 April 2015

Kuba yang Tak Terlupakan

Bidang kesehatan sangat menarik karena berhubungan dan melibatkan banyak orang.

FIGUR | 20 April 2015

Aktualisasi Diri Lewat Mengajar

Forum Dokter dan Psikologi Indonesia akan mengembangkan pendidikan berfokus pada keseimbangan otak kiri dan kanan.

FIGUR | 18 April 2015

Kuasai Ilmu Pengetahuan

Pemimpin yang baik selalu mampu memperhatikan bawahannya.

FIGUR | 17 April 2015

Tak Bisa Jauh dari Dunia Ritel

Bisnis ritel di Indonesia tidak ketinggalan dibanding luar negeri.

FIGUR | 15 April 2015

Kematangan Menentukan Kesuksesan

Sudah saatnya kita membangun khazanah produk-produk lokal, seperti jeruk pontianak, apel malang, dan durian medan.

FIGUR | 14 April 2015

Sukses dengan Furnitur Antik

Setiap produk dikombinasikan dengan kayu-kayu bekas pilihan dari kapal.

FIGUR | 13 April 2015

Berburu Makanan Pedas

Adisti mengaku tidak jera menyantap makanan pedas meski pencernaannya sempat bermasalah.

FIGUR | 11 April 2015

Membaca Itu Menyenangkan

Novel Harry Potter membuat pembacanya berpikir dan menjadi penasaran apa yang akan terjadi di masa depan.

FIGUR | 9 April 2015

Tak Ingin Berhenti Mengajar

Berbagi pengalaman bekerja akan membuat mahasiswa lebih siap memasuki dunia kerja.

FIGUR | 8 April 2015


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS