Merasa Kaya karena Menolong
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Nana Mintarti

Merasa Kaya karena Menolong

Kamis, 23 April 2015 | 21:45 WIB
Oleh : Mardiana Makmun / AB

Tak perlu menjadi kaya lebih dahulu untuk bisa menolong sesama manusia. Lewat pekerjaannya di Dompet Dhuafa, Nana merasa menjadi orang kaya karena berkesempatan mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk bisa menolong masyarakat untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik dan sejahtera.

Banyak jalan menuju Roma dan banyak cara untuk bisa menolong sesama manusia. Nana Mintarti pun memilih jalan hidupnya dengan bekerja di lembaga sosial Dompet Dhuafa untuk bisa menolong masyarakat Indonesia. Hal yang dikerjakan itu membuat hidupnya bahagia.

“Yang saya rasakan terus terang saat bisa membantu orang dan orang tersebut berhasil bangkit dan hidup lebih baik, saya sangat bahagia. Saya kok merasa jadi orang kaya,” kata Nana di Jakarta, baru -baru ini.

Dia mencontohkan, sebagian orang yang berhasil dibantunya lewat Dompet Dhuafa, antara lain, yang semula rumahnya gubuk saat ini sudah dibangun memakai batu. Ada juga, yang tadinya pemalu enggak bisa ngomong, jadi tampil percaya diri dan pintar berbicara di depan umum. Banyak yang setelah kami bantu meningkatkan skill-nya, percaya dirinya, dan yang penting martabatnya. "Buat saya, itu sesuatu sekali,” tutur Nana bangga.

Yang membanggakan lagi, lanjutnya, ada nelayan di Teluk Naga, Tangerang, yang akhirnya tersulut semangatnya untuk melanjutkan sekolah. “Setelah banyak berinteraksi dengan kami, akhirnya, dia selesaikan SD hingga SMA dengan ikut ujian Kejar Paket A, B, dan C. Sekarang, dia juga kuliah di universitas terbuka dan mengembangkan usahanya di luar nelayan dengan menjadi pemborong,” ungkap lulusan Fakultas Pertanian nstitut Pertanian Bogor dan master di bidang manajemen pembangunan daerah ini.

Tetapi, tentu yang paling membahagiakan Nana adalah ketika warga satu desa berhasil meningkatkan kesejahteraannya setelah mengikuti program Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa dengan mendapatkan modal serta pendampingan. Seperti dialami warga Desa Kalirejo, Kulonprogo, Jawa Tengah, mereka berhasil memproduksi gula semut sebanyak 1-2 ton dengan omzet Rp 22 juta per dua minggu setiap kelompok, dengan satu kelompok terdiri atas 10 keluarga.

“Sekarang, produksi gula semut mereka sudah ditampung sebuah perusahaan dan juga siap diekspor,” cerita Nana yang juga sangat keras menanamkan kejujuran, komitmen, dan tanggung jawab kepada masyarakat binaannya.

Namun, Nana mengaku, yang paling susah menanamkan kejujuran dan komitmen. “Jangan sampai mereka sudah dikontrak perusahaan untuk memproduksi gula semut sekian ton per bulan, tetapi tidak bisa memenuhinya karena banyak alasan, seperti musim pesta kawin dan lain sebagainya,” tutur perempuan kelahiran 1970 ini.

Suka dan Duka
Selama 20 tahun bergabung dengan Dompet Dhuafa, Nana pun semakin merasa selalu menjadi orang kaya. Itu diraih berkat pekerjaannya membuat program, mencari masyarakat yang harus dibantu, hingga ikut ke pelosok untuk melihat dan terlibat langsung di kegiatan memajukan masyarakat. Namun, tidak semua pekerjaannya menolong masyarakat berjalan lancar. Dia juga kerap harus terjun langsung ke pelosok yang terpencil dan terkadang tak ada akses yang bisa dilalui kendaraan.

“Waktu membuat program pendampingan untuk kelompok petani gula kelapa di Desa Wara-Wari, Pacitan, Jawa Timur, saya harus jalan kaki 5 km dengan jalanan menanjak karena jalannya rusak parah. Tapi akhirnya, saya bahagia karena pendampingan yang kami lakukan di sana selama 2005-2008 berhasil membuat petani memproduksi gula berbentuk kotak sebanyak setengah ton per dua minggu setiap desa. Sebelumnya, mereka hanya membuat gula kelapa berukuran bulat besar yang susah dijual,” ujarnya.

Kerap kali, Nana dan timnya menghadapi ancaman dari kelompok masyarakat yang tidak senang masyarakatnya berhasil dan maju. “Pendampingan yang paling berat adalah saat kami harus melawan tengkulak karena tidak senang kami datang untuk memajukan masyarakat desa. Sampai-sampai, ada anak buah saya yang dikalungi celurit,” tuturnya.

Sadar tak bisa dilawan, akhirnya, Dompet Dhuafa menggunakan strategi jitu. “Kami libatkan para tengkulak itu. Tengkulak-tengkulak itu kan juga orang miskin. Mereka diberi modal dan kami jadikan sebagai pembeli (pengepul) gula. Tapi syaratnya, mereka tidak boleh mempermainkan harga,” katanya.

Diancam, dikalungi celurit, jalan kaki berkilo-kilometer, atau naik turun perahu untuk sampai ke desa yang akan dibina, akhirnya terbayar, ketika Nana merasa hidupnya bermanfaat bagi orang lain. “Setelah usia 40 tahun, saya rasakan hidup untuk apa, kalau tidak bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Saya bukan orang kaya, saya bukan siapa-siapa. Tapi dengan Dompet Dhuafa, saya bisa hidup sekaligus bisa menolong orang lain dan tidak perlu menjadi kaya dahulu,” tegasnya.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dorong Investasi Hijau

Ekonomi hijau merupakan solusi pembangunan ekonomi berkelanjutan.

FIGUR | 21 April 2015

Perusahaan Butuh "Coach"

"Coach", guru, mentor, ataupun konsultan memberikan pandangan terhadap sesuatu yang tidak dilihat eksekutif perusahaan.

FIGUR | 21 April 2015

Kuba yang Tak Terlupakan

Bidang kesehatan sangat menarik karena berhubungan dan melibatkan banyak orang.

FIGUR | 20 April 2015

Aktualisasi Diri Lewat Mengajar

Forum Dokter dan Psikologi Indonesia akan mengembangkan pendidikan berfokus pada keseimbangan otak kiri dan kanan.

FIGUR | 18 April 2015

Kuasai Ilmu Pengetahuan

Pemimpin yang baik selalu mampu memperhatikan bawahannya.

FIGUR | 17 April 2015

Tak Bisa Jauh dari Dunia Ritel

Bisnis ritel di Indonesia tidak ketinggalan dibanding luar negeri.

FIGUR | 15 April 2015

Kematangan Menentukan Kesuksesan

Sudah saatnya kita membangun khazanah produk-produk lokal, seperti jeruk pontianak, apel malang, dan durian medan.

FIGUR | 14 April 2015

Sukses dengan Furnitur Antik

Setiap produk dikombinasikan dengan kayu-kayu bekas pilihan dari kapal.

FIGUR | 13 April 2015

Berburu Makanan Pedas

Adisti mengaku tidak jera menyantap makanan pedas meski pencernaannya sempat bermasalah.

FIGUR | 11 April 2015

Membaca Itu Menyenangkan

Novel Harry Potter membuat pembacanya berpikir dan menjadi penasaran apa yang akan terjadi di masa depan.

FIGUR | 9 April 2015


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS