Koleksi Jam dan Pulpen untuk Investasi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dwi Adiyanto

Koleksi Jam dan Pulpen untuk Investasi

Sabtu, 25 April 2015 | 08:29 WIB
Oleh : Indah Handayani / AB

Dwi Adiyanto mengaku selalu menyempatkan diri untuk memuaskan hobinya pada waktu luang. Uniknya, hobi yang ditekuni bukan hanya sekadar mengkoleksi benda-benda yang disukainya. Tetapi, dia juga melakoninya sebagai bagian dari investasi yang dapat memberikan keuntungan baginya di masa depan.

Dwi mengaku suka mengoleksi jam dan fountain pen (pulpen yang berujung runcing-tajam dan memiliki kantong tinta). Bagi dia, kedua jenis koleksinya tersebut bukan hanya berfungsi sebagai aksesori dan memiliki fungsi untuk menulis semata, tapi juga memiliki nilai investasi yang bagus. Sebab, apabila makin lama dan langka, harga jualnya di pasaran makin melambung. Hal tersebut telah dibuktikannya ketika sudah merasa bosan dengan koleksi jam-jamnya. Kala itu, ia menjual beberapa koleksi jamnya kepada penggemar lain. Hasil dari penjualan koleksinya tersebut bahkan bisa untuk membiayai sang istri untuk memiliki usaha sewa apartemen.

“Kebetulan, ketika saya bosen dengan beberapa koleksi jam itu, istri saya mau usaha. Jadinya, saya jual beberapa koleksi jam kepada penggemar lain. Hasilnya bisa dibilang lumayan. Bahkan, saya bisa membeli beberapa apartemen dan rumah di sekitar kawasan kami tinggal di Lippo Village untuk disewakan,” ungka head of department supply chain management PT Sewu Segar Nusantara ini di sela Zespri Fam Trip 2015 di Auckland, Selandia Baru, belum lama ini.

Menurutnya, keuntungan dari investasi sebuah jam berkisar Rp 5-10 juta. Apabila produk tersebut terbilang langka dan sulit ditemukan di pasaran, harga jualnya akan jauh melambung tinggi dibandingkan ketika awal membelinya. Sebagai contoh, salah satu koleksi jam tangan bermerek Penerai yang kebetulan dipakai ketika berkunjung ke Selandia Baru. Dia membelinya dari kolektor dengan kondisi second senilai Rp 55 juta empat tahun lalu. Namun, belum lama ini, jam tangannya tersebut sudah ada yang berani menawar dengan harga Rp 67 juta.

“Tapi saya tidak lepas, karena saat ini, koleksi saya hanya tinggal beberapa saja. Dulu, koleksi jam saya sempat mencapai dua koper,” jelasnya.

Namun, saat ini, Dwi mengaku mulai enggan untuk menambah koleksi jam tangannya lagi. Sebab, harga belinya di pasaran pada umumnya sudah sangat mahal.

Kini, ia pun beralih mulai mengumpulkan fountain pen. Dwi mengatakan, koleksi barunya itu dimulai ketika seorang kawan memberikan pulpen jenis tersebut. Setelah menggunakan dan dilihat dengan saksama, ia pun jatuh hati kepada jenis pulpen tersebut dan langsung tertarik untuk mengkoleksinya.

“Kadang, kalau pergi ke luar negeri, saya selalu menyempatkan diri untuk berburu. Tapi biasanya, saya lebih sering membeli melalui online. Sekarang, saya lagi senang ngumpulin pulpen ini. Nanti kalau sudah bosan dijual lagi. Pokoknya, hobi yang menguntungkan,” ujar bapak dua anak ini.

Kala ditanya mengenai perjalanan karier, Dwi mengaku telah memulainya selepas kuliah di Melbourne, Australia. Ketika itu, ia langsung diterima bekerja oleh perusahaan energi asal Swedia, ABB, dan ditempatkan di Düsseldorf, Jerman. Setelah di ABB beberapa tahun, ia pindah ke sebuah perusahaan Australia, dan akhirnya memilih kembali ke Jakarta. Kemudian, Dwi sempat bekerja di perusahaan asal Thailand, Charoen Pokphand. Delapan tahun setelah itu, ia akhirnya bergabung dengan PT Sewu Segar Nusantara.

Di perusahaan terakhir tersebut hingga sekarang, ia baru mulai bergabung sejak akhir 2013. Namun, sebelumnya, Dwi juga sempat beberapa bulan bergabung di Orang Tua Group. Bahkan, ia menjadi salah satu orang yang membantu grup tersebut menelurkan bisnis ritel furnitur JYSK yang berasal dari Denmark.

Sejak awal, Dwi mengaku banyak mengurus masalah logistik. Suplly chain atau logistik merupakan bidang yang sangat dicintainya. Tak heran, apabila ia sangat menikmati profesinya saat ini. Terlebih, ia sekarang menangani makanan segar berupa pisang Sunpride di PT Sewu Segar Nusantara.

“Sebenarnya, logistisk pada prinsipnya sama, hanya barang yang diambil berbeda. Jadi, buat saya semua fun saja,” pungkasnya.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Merasa Kaya karena Menolong

Pendampingan yang paling berat adalah saat melawan tengkulak.

FIGUR | 23 April 2015

Dorong Investasi Hijau

Ekonomi hijau merupakan solusi pembangunan ekonomi berkelanjutan.

FIGUR | 21 April 2015

Perusahaan Butuh "Coach"

"Coach", guru, mentor, ataupun konsultan memberikan pandangan terhadap sesuatu yang tidak dilihat eksekutif perusahaan.

FIGUR | 21 April 2015

Kuba yang Tak Terlupakan

Bidang kesehatan sangat menarik karena berhubungan dan melibatkan banyak orang.

FIGUR | 20 April 2015

Aktualisasi Diri Lewat Mengajar

Forum Dokter dan Psikologi Indonesia akan mengembangkan pendidikan berfokus pada keseimbangan otak kiri dan kanan.

FIGUR | 18 April 2015

Kuasai Ilmu Pengetahuan

Pemimpin yang baik selalu mampu memperhatikan bawahannya.

FIGUR | 17 April 2015

Tak Bisa Jauh dari Dunia Ritel

Bisnis ritel di Indonesia tidak ketinggalan dibanding luar negeri.

FIGUR | 15 April 2015

Kematangan Menentukan Kesuksesan

Sudah saatnya kita membangun khazanah produk-produk lokal, seperti jeruk pontianak, apel malang, dan durian medan.

FIGUR | 14 April 2015

Sukses dengan Furnitur Antik

Setiap produk dikombinasikan dengan kayu-kayu bekas pilihan dari kapal.

FIGUR | 13 April 2015

Berburu Makanan Pedas

Adisti mengaku tidak jera menyantap makanan pedas meski pencernaannya sempat bermasalah.

FIGUR | 11 April 2015


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS