Menjaga Amanah Konsumen
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Cheriatna

Menjaga Amanah Konsumen

Rabu, 26 Agustus 2015 | 11:24 WIB
Oleh : Mardiana Makmun / AB

Di balik ujian selalu ada hikmah. Jadi, ambillah hikmahnya, dan jadikan ujian sebagai tangga untuk naik kelas menjadi manusia yang lebih baik. Filosofi itu mengakar kuat dalam hidup Cheriatna hingga berhasil membangun bisnis biro perjalananannya.

“Hidup ini banyak ujiannya. Kalau kita bisa mengambil hikmahnya, setiap ujian yang menimpa bisa membuat kita naik kelas,” kata Cheriatna saat ditemui di kantornya, Jalan Tendean, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Menyimak lika-liku kehidupan lelaki kelahiran Jakarta, 5 Agustus 1974 ini membuat kita kagum. Bagaimana tidak, walaupun hanya lulusan SMA, Cheriatna mampu membangun "kerajaan bisnis", meskipun masih berukuran skala kecil.

Kisahnya dimulai ketika ia terpilih sebagai perwakilan petani muda dari Jakarta untuk mendapatkan pelatihan selama delapan bulan ke Jepang pada 1998. “Di Jepang, saya banyak belajar, termasuk manajemen dan pemasaran,” kata Cheriatna, putra pedagang bunga di Rawa Belong, Jakarta.

Sepulang dari Jepang, Cheriatna meneruskan usaha ayahnya, berdagang bunga anggrek. Tapi, usahanya naik-turun dan jatuh-bangun. Selama kurun waktu 2002-2007, berbagai macam usaha pun pernah ia coba.

“Saya pernah keliling berjualan sembako pakai sepeda, mengayuh odong-odong, dan banyak lagi. Prinsip saya, mau coba berusaha, enggak mau tergantung pada orang lain dengan menjadi karyawan,” kata Cheriatna yang mengaku memiliki prinsip kuat itu berkat gemblengan selama pelatihan di Jepang.

Akhirnya, dia memilih berusaha dengan memanfaatkan internet. “Saya melakukan BDR (bisnis dari rumah). Saya berjualan makanan organik lewat internet,” cerita Cheriatna yang sangat didukung istrinya ketika menjalankan bisnisnya yang jatuh-bangun.

Usaha yang terakhir tersebut berjalan lancar, hingga ia sering dipanggil menjadi narasumber untuk seminar bertema bagaimana menjalankan bisnis secara online. “Dari makanan organik, saya ditawari oleh sebuah perusahaan travel besar untuk menjualkan paket umrah. Alhmdulillah, saya cukup banyak menyumbang penjualan,” ujarnya bangga.

Sayang, kerja sama itu berakhir. Dia sempat sedih. Tapi, bukan Cheriatna kalau tidak bisa mengambil hikmah dari "perceraian" itu. Selama menjualkan paket umrah, ada banyak hal yang dipelajarinya. Sampai pada suatu hari, ada puluhan calon jemaah umrah ngotot menitipkan uang kepadanya untuk diuruskan keperluan umrah. Padahal, waktu itu, Cheriatna sudah menegaskan sudah tidak bekerja sama lagi dengan biro travel.

“Karena mereka ngotot, akhirnya, saya berpikir, mengapa enggak membuat biro travel sendiri saja,” ujar Cheriatna yang akhirnya mendirikan PT Cheria Halal Wisata pada 2011.

Sebagai pemilik perusahaan jasa, kunci yang sangat dipegang oleh Cheriatna adalah amanah (kepercayaan). “Kita harus menjalani apa yang diamanahkan konsumen. Kita harus bisa jamin apa yang kita janjikan, sehingga enggak membuat konsumen kecewa. Karena, saya kan berharap ada repeat order dari konsumen yang puas dengan Cheria,” ujarnya.

Dia menyampaikan, bisnis jasa travel, terlebih umrah, banyak bergantung pada pihak ketiga, yaitu perusahaan penerbangan, visa yang dikeluarkan kedutaan, hingga hotel. Sebagai satu contoh, di bisnis tur dan travel, penerbangan delay itu sangat ditakuti karena hotel yang sudah dipesan di Saudi Arabia bisa batal.

Cheriatna pun berpikir kreatif dan mempersiapkan antisipasinya, antara lain dengan tidak memberangkatkan rombongan umrah dalam jumlah besar. Dia memecah rombongan menjadi kecil-kecil, misalnya 30-45 orang saja dan diberangkatkan dalam waktu dan penerbangan yang berbeda.

“Kalau ada penerbangan yang delay, rombongan yang lain kemungkinan enggak kena masalah. Kami pun tidak rugi besar,” ungkap Cheriatna yang belakangan memfokuskan pada bisnis umrah, plus wisata ke Turki.

Dia memberikan alasan, kenapa menjual paket umrah plus wisata ke Turki. Alasannya, belakangan ini semakin banyak orang Indonesia yang memilih wisata ke Turki. “Kami pun menawarkan harga murah hanya US$ 3.000 untuk umrah plus wisata ke delapan kota di Turki selama 16 hari,” kata Cheriatna yang bekerja sama dengan operator di Turki untuk mengirimkan wisatawan asal Indonesia.

Bangun Konsorsium
Cheriatna mengaku segala sesuatu yang diperoleh saat ini sangat disyukurinya. Selain mendapatkan materi, kenikmatan lain yang didapatnya adalah rasa sabar yang luar biasa mengurusi bisnis.

“Soal komplain sudah biasa. Ini menjadikan saya sangat sabar. Saya juga puas jalan-jalan hampir keliling dunia,” katanya yang pernah berjalan-jalan ke Xin Jiang, Tiongkok pada 2012.

Cheriatna sangat terkesan karena bertemu saudara sesama Muslim di Xin Jiang. “Daerahnya sangat indah karena suasananya bersalju, ada Gurun Gobi, dan punya sejarah kerajaan Mongol, bagaimana kerajaan ini menaklukkan setengah dunia. Juga, bisa lihat jalur suteranya,” tuturnya kagum.

Sudah puaskah Cheriatna? Ternyata, belum. Dia sempat gelisah karena masih banyak perusahaan tur dan travel kecil yang belum sesukses perusahaannya. Dari kegelisahaan itu, Cheriatna bersama 100 perusahaan travel kecil lainnya mendirikan konsorsium bernama PT BDR Konsorsium.

Perusahaan konsorsium dibentuk karena ada kebutuhan bersama, yaitu kebutuhan mendapatkan harga paket yang lebih baik dari mitra, seperti harga tiket pesawat, hotel, dan transportasi. “Kalau konsorsium yang maju, kami bisa dapatkan harga grosir dari mitra,” kata Cheriatna yang kini sudah berhasil mendapatkan harga grosir dari Garuda Indonesia untuk perusahaan yang tergabung dalam konsorsium.

Dengan membentuk konsorsium, perusahaan travelnya dan perusahaan sejenis kecil lain juga bisa membuat iklan promosi dan paket umrah bersama. Karena itu, tak ada lagi perusahaan umrah yang gagal memberangkatkan jemaahnya hanya karena jumlah pesertanya yang sedikit.

“Mereka bisa menitipkan konsumennya berangkat umrah atau wisata ke perusahaan travel lain sesama konsorsium, dengan transaksi pembayaran tetap di perusahaan pertama,” tegas Cheriatna.

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Akumulasi Kesuksesan

Pemenang bukan orang yang tidak pernah gagal, tapi tidak pernah menyerah.

FIGUR | 25 Agustus 2015

Berburu Kuliner hingga Negeri Sakura

Kuliner di Negeri Sakura bisa diterima lidah banyak orang, termasuk orang Indonesia.

FIGUR | 23 Agustus 2015

Tak Ada Tembok Tak Bisa Ditembus

Ketika sulit meraih sesuatu, seharusnya dicoba lagi, bahkan sampai berkali-kali.

FIGUR | 20 Agustus 2015

Angkat Potensi UKM

Pelaku UKM memproduksi barang-barang kerajinan Indonesia.

FIGUR | 19 Agustus 2015

"Me Time" dengan Membaca Novel

Yanti suka membaca novel kriminal.

FIGUR | 18 Agustus 2015

Pencinta Kucing

Biarkan kucing mengenal dengan mencium bau dari tanganmu.

FIGUR | 16 Agustus 2015

Hobi Jadi Sumber Rezeki

Pijat refleksi membutuhkan waktu minimal 45 menit.

FIGUR | 13 Agustus 2015

Petani Konsumtif Merusak Ekosistem

Indonesia pernah memiliki 7.000 jenis padi.

FIGUR | 11 Agustus 2015

Bawa Pemuda Indonesia "Go Global"

LCF mengajarkan "soft skills" kepada generasi muda.

FIGUR | 10 Agustus 2015

Sugesti Tanah Lot

Berkunjung ke wilayah tertentu akan membuka mata hati, pikiran, dan wawasan.

FIGUR | 8 Agustus 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS