Pangkat dan Jabatan Ibarat Pakaian
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Bambang Susantono

Pangkat dan Jabatan Ibarat Pakaian

Selasa, 8 September 2015 | 15:45 WIB
Oleh : AB

Bambang Susantono memulai kariernya di Ditjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum (sekarang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). Saat itu, Bambang Susantono dipercaya mengelola beberapa proyek pembangunan untuk air bersih, sanitasi, dan perumahan rakyat yang berhubungan dengan lingkungan perkotaan. Semua itu terkait dengan pembangunan infrastruktur dasar untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs) demi mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tanah Air.

Hingga akhirnya peraih gelar doktor (PhD) untuk studi perencanaan infrastruktur dari University of California Berkeley tersebut dikenal sebagai salah seorang birokrat dan pakar perencanaan infrastruktur dan transportasi di Indonesia. Berbagai jabatan di pemerintahan, akademik, dan organisasi telah dijalaninya. Terhitung sejak Juni 2015, Bambang Susantono ditunjuk menjadi wakil presiden Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk Urusan Pengelolaan Pengetahuan dan Pembangunan Berkelanjutan. Tentu tidak mudah meraihnya, ia harus bersaing dengan banyak kandidat lain dari berbagai negara.

Meski sudah di atas, Bambang Susantono tetap rendah hati. Baginya, pangkat dan jabatan bisa berubah sewaktu-waktu.

“Seperti halnya pakaian, jabatan dan pangkat itu bisa dikenakan dan ditanggalkan. Karena itu, sebagai manusia, kita harus tampil apa adanya,” kata mantan wakil menteri perhubungan era Presiden SBY itu, baru-baru ini.

Bagaimana perspektif Bambang Susantono sebagai petinggi ADB tentang Indonesia? Apa visi dan obsesinya? Bagaimana ia menerapkan gaya kepemimpinan di lembaga keuangan multilateral yang bermarkas di Manila, Filipina, itu? Berikut wawancara dengan pria kelahiran Yogyakarta, 4 November 1963 tersebut.

Bisa diceritakan bagaimana Anda bisa bergabung dengan ADB?
ADB beranggotakan 67 negara. Dari jumlah itu, 48 negara berada di wilayah Asia Pasifik dan 19 lainnya dari luar wilayah, misalnya AS, Jerman, dan Kanada. Sejak didirikan pada 1966, Indonesia sudah menjadi anggota, namun hingga 2015 ini belum pernah satu pun warga Indonesia yang diberi kesempatan menjadi wakil presiden. Saat ini, ADB memiliki satu presiden dan enam wakil presiden dengan jumlah staf sekitar 3.000 orang.

Tahun ini terdapat kekosongan posisi dua wakil presiden ADB. Maka ADB membuka peluang dari berbagai negara untuk mengisinya. Nama saya diajukan Pemerintah Indonesia untuk bersaing dengan 32 kandidat lainnya. Melalui serangkaian proses uji kompetensi, akhirnya dipilih dua orang untuk mengisi posisi dua wakil presiden. Saya terpilih untuk posisi vice president for knowledge management and sustainable development.

Alasan Anda menerima posisi tersebut?
Bagi saya, ini kesempatan untuk membuktikan bahwa orang Indonesia pun mampu berperan di kancah internasional. Pada era global saat ini, kita membutuhkan jejaring profesional mancanegara yang kuat untuk memajukan kesejahteraan Indonesia. Dengan berkarier di lembaga multilateral seperti ini, banyak pengetahuan dan pengalaman yang bisa diambil dari pembangunan di berbagai negara. Hal ini bisa menjadi modal bagi bangsa Indonesia ke depan.

ADB bertujuan menghilangkan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk di Asia dan Pasifik. Ini salah satu alasan utama saya bergabung dengan ADB. Harapan saya sederhana, yakni bisa berbuat dan beramal untuk 4,4 miliar orang di Asia dan Pasifik.

Posisi saat ini sesuai bidang yang Anda tekuni sebelumnya?
Saya merasa seolah-olah Allah SWT menuntun saya ke posisi yang merupakan rangkuman dari berbagai karier saya sebelumnya. Tugas saya ini merupakan kombinasi antara seorang periset, pelaksana lapangan, dan seseorang yang tahu masalah korporasi dan bagaimana berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Kebetulan, saya pernah berada dalam posisi tersebut sehingga rasanya tidak canggung lagi. Di bawah koordinasi saya terdapat 15 tim kerja, sektor dan tematik, mulai dari water, transport, energy, health, education and finance, hingga yang sifatnya spasial atau berdimensi ruang, seperti urban, rural and food security, dan regional cooperation. Juga grup dengan tema-tema khusus, seperti climate change, environment, gender, social, governance, dan public private partnership (PPP).

Apa tugas dan wewenang Anda?
Tugas saya lebih pada memperkuat ADB sebagai institusi yang memiliki pengetahuan yang bisa dibagikan dan berguna untuk penduduk, terutama di Asia dan Pasifik. Di bawah kepemimpinan Presiden Takehiko Nakao saat ini, ADB memiliki pendekatan Finance++ (double plus). Kalau dahulu hanya membantu berbagai negara dengan memberikan pembiayaan dengan bunga yang lebih rendah dari pasar, ataupun hibah, saat ini ADB juga menyediakan pengetahuan yang terakumulasi dari berbagai pengalaman ADB membangun di berbagai negara. Jadi, ADB tidak hanya membantu dalam hal uang saja, tapi juga pengetahuan.

Visi-misi Anda dengan tugas baru di ADB?
Tentu tugas saya berkaitan dengan visi dan misi ADB untuk meniadakan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk di Asia dan Pasifik. Lebih spesifik lagi, tugas saya berkaitan dengan knowledge development and management di ADB dan juga mengarusutamakan (mainstreaming) sustainable development dalam kegiatan ADB sehari-hari. Artinya, langkah pembangunan di ADB tidak hanya layak dari sisi ekonomi, tapi juga berkelanjutan dari aspek lingkungan hidup dan secara sosial sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat.

Kontribusi seperti apa yang bisa diberikan kepada Indonesia?
Indonesia sebagai salah satu pemilik ADB dapat memanfaatkan layanan yang disediakan ADB. Khususnya yang berkaitan dengan pembiayaan pembangunan dan juga alih pengetahuan serta teknologi. Dalam banyak hal, tidak hanya pembiayaan yang penting, tetapi juga pelajaran (lesson learned) yang dapat diambil dari begitu banyak pengalaman di berbagai negara, di berbagai sektor, dengan variasi situasi dan kondisi yang beragam. Misalnya, bagaimana pengalaman keberhasilan pembangkit listrik skala kecil dengan tenaga surya di perdesaan. Atau, bagaimana sistem layanan kesehatan berbasis komunitas dikembangkan, termasuk bagaimana kota-kota besar serta menengah membangun sistem angkutan umum massalnya, dan lain-lain.

Bagaimana ADB melihat pembangunan berkelanjutan di Indonesia?
Saya kira, kita merupakan salah satu dari sedikit negara yang telah lama mengadopsi prinsip pembangunan berkelanjutan. Bagi Indonesia yang kaya sumber daya alam, sustainable development menjadi keharusan agar penggunaannya benar-benar dapat membawa manfaat dan berkelanjutan. Tidak hanya untuk generasi saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.

Yang tak kalah penting adalah sifat pembangunannya harus inklusif. Artinya memiliki dimensi pemerataan dan keadilan yang kuat. Social inclusiveness ini merupakan salah satu ciri pendekatan pembangunan ADB. Di samping itu, penting juga aspek tata kelola (governance)-nya, sehingga pengelolaan sumber dayanya fair, transparan, dan akuntabel.

Apa filosofi hidup Anda dan apa artinya?
Dua hal yang selalu menjadi pegangan saya. Pertama, kita harus berupaya semaksimal mungkin, tapi hasil akhirnya Allah SWT yang menentukan. Jadi, berdoa itu penting, dan juga mensyukuri apapun yang diberikan oleh-Nya. Kedua, orangtua saya selalu berpesan agar saya selalu berguna buat orang lain pada posisi apa pun, serta selalu rendah hati.

Sebagai makhluk yang diciptakan Allah, kita ini diperankan di berbagai macam posisi di dunia ini. Pangkat dan jabatan bisa berubah sewaktu-waktu, seperti halnya pakaian yang bisa dikenakan dan ditanggalkan. Tetapi kita sebagai manusia akan tampil apa adanya. Jadi, penting untuk selalu menjaga silaturahmi.

Bagaimana Anda membagi waktu untuk karier dan keluarga?
Tahun ini, kedua anak saya berada di Inggris untuk melanjutkan studi mereka. Kalau kami bertemu secara fisik tentu kami berusaha untuk jalan bersama. Bisa menonton di bioskop, lihat pertunjukan, atau makan bersama. Karena sementara ini kami terpisah antara Manila dan Inggris, maka skype menjadi alat komunikasi di samping tentunya media sosial lainnya. Dengan kemajuan teknologi informasi, kami bisa terhubung setiap saat.

Dukungan keluarga terhadap karier Anda?
Saya kira, ini salah satu yang utama sejak dulu. Keluarga merupakan oase bagi saya untuk berbuat yang terbaik bagi semua orang. Istri saya saat ini untuk sementara cuti dari bekerja sebagai pengacara. Sebetulnya sejak saya menjadi wakil menteri perhubungan, istri saya cuti untuk menghindari conflict of interest dalam pekerjaannya. Anak-anak saya juga mandiri dalam kegiatannya masing-masing. Semuanya saling dukung dalam kapasitas masing-masing. Bila ada hal yang cukup penting, biasanya kami putuskan bersama, termasuk keputusan untuk hijrah dan menetap di Manila.

Apa obsesi Anda?
Bagi saya, hidup ini mengalir saja seperti air. Kita syukuri saja dan nikmati apa adanya. Tetapi kita harus tetap punya prinsip hidup, sehingga jelas mana yang baik dan buruk, mana yang hak kita dan yang bukan. Juga selalu menyadari bahwa sebagian rezeki yang kita terima merupakan titipan dari Allah yang harus kita teruskan kepada yang berhak. Bila kita jalankan prinsip ini, maka obsesi kita adalah selalu berbuat baik. Tidak ada akhirnya karena akhir akan ditentukan sewaktu kita menghadap kembali ke Sang Khalik.

Gaya kepemimpinan Anda seperti apa?
Saya selalu berusaha menerapkan collective collegial dengan rekan-rekan yang bekerja bersama saya. Dalam manajemen, kerja tim ditentukan oleh semua orang, di semua lini dalam mata rantai manajemen. Jadi, sangat penting agar semua anggota tim menyadari betapa dia sangat strategis dalam menentukan hasil akhir dari tim. Kalau ini bisa disadari, siapa pun dalam tim akan berupaya bekerja maksimal. Kalau dalam teori leadership, mungkin gaya saya lebih sebagai servant-leadership style.

Selama karier Anda, keberhasilan atau upaya apa yang dianggap paling monumental?
Karena saya selalu bekerja dalam tim, tentunya capaian atau prestasi merupakan kerja bersama. Untuk bidang infrastruktur seringkali manfaat yang ada tidak bisa langsung terasa, ada lag of time dari selesainya pembangunan, hingga semua pihak merasa bahwa ada manfaat yang terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Tersambungnya "Sabuk Selatan Nusantara" yang merupakan perpaduan dari jaringan jalan nasional dan feri penyeberangan antarpulau yang membentang dari barat hingga timur Indonesia, tentunya memungkinkan barang dan penumpang dialirkan dari Sabang hingga Merauke. Ataupun juga selesainya pembangunan jalur ganda kereta api (KA) di Pantura Jawa yang memungkinkan kereta api kita berperan lebih besar lagi dalam logistik dan pergerakan penumpang. Lebaran lalu, frekuensi KA kita bisa ditingkatkan lebih maksimal karena rangkaian KA tidak lagi bersilangan dan saling tunggu.

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menciptakan Pekerja Sepenuh Hati

Pencari kerja yang mendapatkan pekerjaan sesuai harapannya akan bekerja sepenuh hati.

FIGUR | 6 September 2015

Wujudkan Impian Banyak Orang

Ortopedi membantu banyak orang meninggikan tubuhnya.

FIGUR | 5 September 2015

Bangkitkan Semangat dengan Musik

Musik jaz menjadi teman pelepas lelah.

FIGUR | 4 September 2015

Kreasi Kaus

Setiap orang bisa mendesain kausnya sendiri.

FIGUR | 3 September 2015

"Passion" Membuat Segalanya Lebih Mudah

Arie Christopher bekerja dengan hati, berdasarkan hobi dan "passion".

FIGUR | 2 September 2015

Tak Kenal "Comfort Zone"

Baru 3 persen penduduk Indonesia yang memiliki asuransi.

FIGUR | 31 Agustus 2015

Joging dan Percaya Diri

Joging juga bermanfaat bagi kesehatan serta memunculkan ide-ide baru.

FIGUR | 28 Agustus 2015

Menjaga Amanah Konsumen

Amanah yang dijalankan tidak akan membuat konsumen kecewa.

FIGUR | 26 Agustus 2015

Akumulasi Kesuksesan

Pemenang bukan orang yang tidak pernah gagal, tapi tidak pernah menyerah.

FIGUR | 25 Agustus 2015

Berburu Kuliner hingga Negeri Sakura

Kuliner di Negeri Sakura bisa diterima lidah banyak orang, termasuk orang Indonesia.

FIGUR | 23 Agustus 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS