Melanjutkan Transformasi Kereta Api
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Edi Sukmoro

Melanjutkan Transformasi Kereta Api

Selasa, 15 September 2015 | 08:43 WIB
Oleh : Yohanes Harry Douglas / AB

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI melakukan transformasi dalam lima tahun terakhir. Wajah kereta api yang kumuh, tak terawat, berantakan dan tidak bersahabat, berubah menjadi bersih, rapi, dan lebih humanis. Karenanya saat Presiden Joko Widodo menunjuk Ignasius Jonan menjadi menteri perhubungan, posisi Direktur Utama PT KAI yang lowong menjadi perhatian pemerintah. Pemerintah tak ingin kursi nomor satu di KAI dibiarkan kosong terlalu lama. Namun, pilihan juga tak boleh asal dijatuhkan. Diperlukan sosok yang dapat melanjutkan transformasi kereta api bahkan melakukan percepatan untuk mewujudkan transpotasi kereta yang aman dan nyaman.

Pilihan akhirnya dijatuhkan kepada Edi Sukmoro yang tak lain adalah managing director of Land & Building Assets di era kepemimpinan Jonan. Pilihan itu dinilai tepat, sebab alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini adalah orang di balik pembenahan aset KAI yang sangat besar jumlahnya tersebut. Untuk melacak aset PT KAI, Edi bahkan mengirim tim hingga ke Belanda.

Selain pekerja keras, pria yang pernah menjabat sebagai head of General Affair & Head Office Management Division PLN tersebut juga merupakan pribadi yang tegas. Dua karakter itu yang dibutuhkan untuk menjadi orang nomor satu di PT KAI.
Bagaimana langkah Edi sebagai “masinis” baru PT KAI? Apa saja langkah strategis yang dilakukannya? Berikut wawancara dengan Edi di Stasiun Gambir pekan lalu.

Arus mudik dan balik Lebaran selesai dengan hasil yang cukup positif. Apa catatan PT KAI dalam penanganan angkutan Lebaran tahun ini?
Kita bersyukur pelaksanaan angkutan Lebaran dengan moda kereta api tahun 2015 berhasil dilaksanakan dengan aman dan lancar. Target zero accident berhasil dicapai oleh PT KAI selaku operator moda angkutan kereta api Indonesia. Tercatat, total volume penumpang selama masa angkutan lebaran 2015 adalah 7.002.833 orang. Jumlah ini mengalami kenaikan sekitar 100.000 penumpang dibandingkan periode yang sama tahun 2014 yang jumlahnya sebesar 6.900.481 orang.

Kenaikan jumlah tersebut tidak sesignifikan tahun lalu, karena ada penurunan jumlah penumpang KA lokal. Faktor paling dominan penyebab turunnya arus penumpang kereta lokal adalah pembelian tiket lokal yang menghitung infant atau bayi di bawah tiga tahun. Sedangkan tahun ini, infant tidak dihitung, artinya tidak bayar. Selain itu, meskipun pada 2014 pembatasan jumlah penumpang tidak boleh lebih dari 150 persen sudah berlaku, tapi pada praktiknya masih banyak KA lokal yang tingkat keterisiannya lebih dari 150 persen.

Ada permintaan agar KAI lebih banyak menambah KA tambahan saat Lebaran. Bisakah itu diterapkan di Lebaran tahun depan?
Ini bedanya kereta api dengan pesawat misalnya. Kalau pesawat begitu butuh tinggal sewa, terbang, dan datang. Kalau kita kan tidak bisa begitu. Lalu, pengoperasian KA tambahan Lebaran harus menyesuaikan juga dengan jadwal perjalanan KA reguler, sehingga penambahan KA tambahan Lebaran tidak bisa dilakukan dengan sebanyak-banyaknya. Sebab relnya kan terbatas. Di udara memang ada jalurnya juga, tapi pasti lebih banyak dari rel kereta. Jadi kalau kita buat KA tambahan itu tidak boleh mengurangi tingkat keamanan dan kenyamanan perjalanan kereta api. Khususnya terkait dengan faktor keselamatan mengenai jarak antarkereta yang terlampau berdekatan.

Di masa Lebaran 2015 ini ada 340 perjalanan KA reguler dan 34 KA tambahan. Pada masa Lebaran, PT KAI juga melayani angkutan sepeda motor. Jumlah sepeda motor yang diangkut mencapai 5.412 unit, sedangkan 2014 sebanyak 4.358 unit sepeda motor.

Bagaimana Anda memandang transportasi nasional secara keseluruhan?
Dalam waktu cukup lama, pemerintah kurang memberi perhatian pada kereta api. Transportasi darat mendapat porsi lebih dari moda lainnya. Padahal, jalan tol bukan solusi untuk kelancaran transportasi. Ambil contoh dulu dibangun tol ke bandara, lancar kan? Kita senang. Tapi sekarang coba weekend ke bandara, jantung kita bisa enggak kuat, karena macet dan bisa ketinggalan pesawat.

Apakah solusinya tol digedein, enggak bisa. Solusinya adalah kereta api. Jadi bukan berarti jalan tidak penting, tapi transportasi itu harus terpadu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kita bersyukur di era Presiden Jokowi sudah memberikan perhatian yang besar terhadap pengembangan perkeretaapian. Hal tersebut dibuktikan dengan rencana-rencana pembangunan infrastruktur perkeretaapian baik di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, bahkan Papua. Dari sisi bisnis hal tersebut tentu sangat menarik investor asing, misalnya investor dari Jepang, Tiongkok, dan Eropa.

Pemerintah akan membangun jalur perkeretaapian di banyak tempat. Apa yang bisa dilakukan KAI untuk mendukung hal tersebut?
Kita sangat mengapresiasi perhatian khusus pemerintah untuk pembangunan jalur KA di luar Jawa, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Sebagai operator, PT KAI tentunya akan mendukung sepenuhnya untuk menyiapkan sarananya seperti lokomotif, kereta, dan gerbong untuk angkutan barang. Untuk pembangunan jalur KA Trans Sumatera, PT KAI akan menyiapkan 47 lokomotif, 1.290 gerbong, dan 32 kereta penumpang serta 3 set mesin perawatan prasarana. Untuk rute lainnya kita akan melihat progresnya, tapi yang pasti kita akan siap, sebab kita ingin seluruh daerah bisa dilayani kereta api.

Sebagai operator bisakah PT KAI mewujudkan keinginan pemerintah untuk memberikan layanan yang baik?
Saat ini KAI sudah tumbuh sebagai perusahaan jasa transportasi yang semakin dipercaya masyarakat sebagai moda transportasi andalan. Kepercayaan masyarakat itu terus bertambah dari tahun ke tahun. Salah satunya bisa dilihat dari realisasi jumlah penumpang yang terus meningkat setiap tahun. Sejauh ini kita sudah membuktikan diri dengan senantiasa memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para penumpang sejak mereka masih berada di stasiun pemberangkatan, di dalam kereta, hingga sampai kembali di stasiun tujuan.

Saat masih berada di stasiun, para penumpang dimanjakan dengan berbagai fasilitas stasiun yang memudahkan dan memberikan kenyamanan bagi penumpang, seperti fasilitas parkir yang luas, fasilitas pengisian daya gadget gratis, ruang ibu menyusui, ruang khusus merokok, toilet, dan musala yang bersih dan nyaman, serta peron yang aman. Stasiun juga dibuat seaman mungkin dengan tidak adanya pedagang asongan dan pedagang kaki lima yang masuk ke area stasiun maupun ke dalam kereta. Para petugas keamanan pun selalu siap menjaga keamanan di stasiun.

Di dalam kereta, PT KAI memberlakukan sistem one man one seat. Selain itu hanya penumpang yang memiliki tiket sesuai identitas resmi saja yang boleh masuk ke dalam peron dan menaiki kereta. Di dalam kereta pun disediakan fasilitas seperti toilet ramah lingkungan, kru on train cleaning service (OTC), customer service on trip (CSOT), layanan restoran di atas kereta, dan penjagaan keamanan selama perjalanan oleh polisi khusus kereta api (Polsuska).

Demi kenyamanan, PT KAI memberlakukan aturan larangan merokok selama dalam perjalanan di kereta. Barang bawaan yang boleh dibawa oleh penumpang pun dibatasi hanya sampai 20 kg agar tidak memenuhi kabin.

Itu semua sudah kita lakukan dan akan terus kita jaga bahkan kita tingkatkan. Dasarnya adalah dengan mindset keselamatan dan pelayanan. Dua hal ini sudah melekat dalam diri setiap karyawan PT KAI.

Apa inovasi terbaru dari KAI dalam meningkatkan layanannya?
Kita baru meluncurkan e-Kiosk atau mesin ATM pembelian tiket. Pertama kali dipasang di Stasiun Pasar Senen dan ini merupakan inovasi terbaru PT KAI dalam memberikan kemudahan pelayanan bagi para pelanggan. Dengan membeli tiket di mesin e-Kiosk ini, para pelanggan tidak perlu mengantre di loket atau memesan lewat channel lain. Penggunaannya mudah dan praktis, pelanggan bisa langsung memilih tempat duduk, membayar secara tunai langsung melalui mesin tersebut, dan langsung mendapatkan tiket (bukan bukti transfer atau bukti pemesanan). Saat ini untuk pengadaan mesin e-Kiosk kita kerja sama dengan PT Finnet Indonesia dan sudah tersebar di berbagai stasiun besar di Pulau Jawa.

Sementara aplikasi online ticketing PT KAI yang terakhir diluncurkan, yaitu KAI Access. Selain bisa digunakan untuk memesan tiket, aplikasi ini juga memuat informasi lengkap mengenai PT KAI, termasuk jadwal KA terbaru, berita seputar KA, dan informasi lainnya.

Salah satu problem PT KAI adalah armadanya yang berusia tua. Apa langkah Anda mengatasi hal itu?
Memang betul, 50 persen armada kereta api usianya 20-50 tahun, jadi usianya sudah tua. Karena itu saya spiritnya mau melakukan peremajaan armada, supaya penumpang kita semakin bangga naik kereta. Peremajaan KA lama bisa dilakukan dengan cara retrofit atau menggantinya dengan KA baru.

Hingga tahun 2015 ini, dari 1.430 kereta yang dimiliki PT KAI, sebanyak 21 kereta mengalami retrofit dari kelas bisnis ke kelas eksekutif. Contoh KA yang mengalami retrofit yaitu KA Argo Bromo Anggrek, Argo Jati, Ciremai Ekspres, dan KA Kaligung Mas.

KA Argo Bromo Anggrek (Jakarta-Surabaya), misalnya masing-masing train set terdiri dari 7 kereta dengan kapasitas per kereta 50 seat. Namun disediakan pula 3 kereta cadangan sehingga totalnya menjadi 17 kereta. Di samping fasilitas reclining and reverseable seat dan air conditioner (AC) yang terdapat pada KA ini, di setiap kereta pun disediakan empat TV serta delapan jendela darurat untuk meningkatkan kenyamanan para penumpang selama perjalanan.

Selain itu, sebanyak 22 kereta mengalami penyehatan dan modifikasi. Total kereta yang mengalami peremajaan yaitu 43 kereta.

Rencana pembelian KA baru?
Kita juga melakukannya. Kita berencana mendatangkan sekitar 100 gerbong kereta listrik (KRL) per tahun untuk mencapai target 1,2 juta penumpang KRL Jabodetabek pada 2019. Pada 2015 ini kita akan mendatangkan 120 unit KRL seri 205 bekas dengan formasi 12 gerbong dari Jepang. Pengiriman KRL bekas tersebut dilakukan secara bertahap mulai Juli hingga September 2015. Sejak 2009 sampai saat ini KCJ telah membeli 784 unit KRL. Selain itu kita juga membeli KA eksekutif dan ekonomi.

Ada yang dibeli dari dalam negeri?
Oh ya, pasti. Tahun ini kita akan memesan lima train set KA eksekutif dan lima train set KA ekonomi dari PT Inka. Sejak dulu PT KAI telah memesan berbagai model kereta dan KRL ke PT Inka. Memang ada beberapa catatan perbaikan, tapi itulah bagian dari kerja sama kita. Kita beri masukan, sehingga Inka bisa terus meningkatkan kualitasnya.

Persoalan lain adalah stasiun. Apa program KAI untuk membuat stasiun-stasiunnya lebih modern?
Sejak 2009 kita sudah mulai melakukan program penataan stasiun melalui program pemugaran bangunan stasiun cagar budaya dan pembangunan stasiun baru pendukung. Kita sudah menertibkan ribuan bangunan kios-kios di dalam stasiun dan peron agar ruang utama stasiun dapat memenuhi kebutuhan utama stasiun yaitu tempat menaikkan dan menurunkan penumpang dan menjadikan stasiun KA sebagai kawasan yang tertata bersih, tertib dan aman.

Jumlah stasiun KA yang sudah tertata hampir 300 stasiun di seluruh daerah Jawa dan Sumatera ditandai dengan modernisasi loket, penataan zona, sistem online ticketing dan disiapkannya mesin cetak mandiri dan ruang fasilitas pelayanan yang lebih baik. Langkah ini akan terus kita lakukan. Yang lama kita benahi, lalu sesuai kebutuhan zaman kita juga tambah stasiun-stasiun baru. Misalnya untuk KRL Jabodetabek kita akan tambah jumlah stasiunnya.

Berapa anggaran untuk modernisasi stasiun?
Bervariasi tergantung ukuran stasiunnya. Contoh saja Stasiun Pasar Senen dibutuhkan investasi sebesar Rp 12 miliar karena juga akan dibangun jembatan antarperon (sky bridge) yang dilengkapi dengan eskalator, lift, dan gerai persewaan. Kalau dihitung sejak 2009-2014 anggaran yang sudah kita keluarkan sekitar kurang lebih Rp 300 miliar. Ke depan akan banyak juga yang kita investasikan untuk itu. Namun kita juga dibantu Ditjen KA yang melakukan modernisasi juga dengan anggaran pemerintah.

Ada banyak lintasan kereta api yang sudah mati. Ada rencana untuk mereaktivasi lintasan-lintasan tersebut?
Revitalisasi jalur-jalur mati merupakan kewenangan pemerintah, KAI hanya bertugas sebagai operator kereta api. Tapi memang kita bekerja sama supaya jalur yang diaktifkan kita bisa jalani. Sebab, dari 6.000 km jalur kereta api yang ada, sekitar 1.000 km di antaranya merupakan jalur mati atau berstatus tidak aktif. Pemerintah beberapa tahun terakhir melakukan reaktivasi rute-rute kereta legendaris yang terbengkalai di Pulau Jawa, seperti rute Solo-Wonogiri atau Bogor-Sukabumi-Cianjur.

Di Sumatera juga banyak jalur yang tidak aktif. Rencana pemerintah membangun Transsumatera juga akan menghidupkan jalur-jalur itu. Menurut ahli sejarah, di Kalimantan dulu kita punya lintasan KA. Jadi PT KAI pada prinsipnya siap untuk mengoperasikan jalur-jalur yang dihidupkan pemerintah.

Selain mengangkat penumpang, KAI juga melayani pengangkutan barang. Bagaimana performa logistik selama ini dan arahnya ke depan?
Memang, PT KAI kini semakin dipercaya oleh kalangan dunia usaha maupun BUMN lainnya dalam hal angkutan logistik. Pada semester I tahun 2015 ini volume angkutan barang PT KAI mencapai 8.863.572 ton dengan total pendapatan sebesar Rp 1,2 triliun. PT KAI memproyeksikan bahwa pertumbuhan angkutan barang tahun 2015 sebesar 35 persen. Di tahun 2015 ini pula, PT KAI akan meneruskan program jangka panjang yang telah ditetapkan manajemen, yakni dengan meningkatkan porsi angkutan barang dari yang sebelumnya menyumbang 40 persen dari pendapatan menjadi 60 persen dari pendapatan.

Dengan meningkatkan porsi angkutan barang dengan KA, diharapkan distribusi angkutan barang akan beralih dari truk ke KA. Peralihan ini akan mengurangi beban jalan raya yang semakin padat, sehingga usia jalan bisa lebih lama. Kita lihat jalur pantura cepat sekali rusaknya, karena dilalui kontainer-kontainer. Selain itu, peralihan ke KA tentu saja mengurangi kemacetan dan polusi udara.

Langkah strategis lainnya yang akan dilakukan?
Tahun ini, PT KAI melalui anak perusahaannya, PT Railink akan melakukan proyek pembangunan KA Bandara Soetta yang rencananya akan mulai dioperasikan tahun 2016 mendatang. Kita juga akan meneruskan program penertiban aset yang telah berjalan beberapa tahun belakangan ini. Aset-aset yang telah ditertibkan tersebut akan diberdayakan agar dapat menjadi salah satu sumber pemasukan bagi perusahaan.

Bagaimana kinerja keuangan KAI sejauh ini dan berapa target KAI tahun ini?
Pada 2014, PT KAI meraih pendapatan sebesar Rp 10,4 triliun dengan laba Rp 900 miliar. Target tahun ini menjadi Rp 15,7 triliun atau naik 35 persen, sedangkan target laba adalah Rp 1,3 triliun. Sampai semester satu 2015, pendapatan kita dari angkutan penumpang Rp 2,47 triliun dan dari pendapatan angkutan barang Rp1,9 triliun. Targetnya tinggi? Masih jauh? Ya memang tinggi, tapi harusnya bisa. Sebab kalau angkutan barang di Sumatera Selatan berjalan, maka ini akan tinggi sekali.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tak Hanya Berkonsep

Banyak orang memiliki ide besar yang berujung pada konsep, tetapi tidak mengeksekusinya.

FIGUR | 14 September 2015

Sukses Bersama Tim

Kesuksesan suatu pekerjaan juga berasal dari kerja sama tim yang hebat dan bukan perjuangan satu orang saja.

FIGUR | 12 September 2015

Inspirator Berwirausaha

Orang-orang di sekitar Yoki juga ikut berkembang.

FIGUR | 11 September 2015

Tak Berhenti Belajar

Terus belajar akan menambah wawasan serta memperluas pergaulan.

FIGUR | 10 September 2015

Pangkat dan Jabatan Ibarat Pakaian

Indonesia merupakan salah satu dari sedikit negara yang telah lama mengadopsi prinsip pembangunan berkelanjutan.

FIGUR | 8 September 2015

Menciptakan Pekerja Sepenuh Hati

Pencari kerja yang mendapatkan pekerjaan sesuai harapannya akan bekerja sepenuh hati.

FIGUR | 6 September 2015

Wujudkan Impian Banyak Orang

Ortopedi membantu banyak orang meninggikan tubuhnya.

FIGUR | 5 September 2015

Bangkitkan Semangat dengan Musik

Musik jaz menjadi teman pelepas lelah.

FIGUR | 4 September 2015

Kreasi Kaus

Setiap orang bisa mendesain kausnya sendiri.

FIGUR | 3 September 2015

"Passion" Membuat Segalanya Lebih Mudah

Arie Christopher bekerja dengan hati, berdasarkan hobi dan "passion".

FIGUR | 2 September 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS