Jangan "Alergi" Dimutasi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 473 (4)   |   COMPOSITE 5928 (43)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1400 (10)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 165 (0)   |   IDX30 468 (4)   |   IDX80 126 (1)   |   IDXBASIC 1227 (14)   |   IDXBUMN20 356 (1)   |   IDXCYCLIC 731 (2)   |   IDXENERGY 739 (8)   |   IDXESGL 128 (1)   |   IDXFINANCE 1321 (3)   |   IDXG30 132 (1)   |   IDXHEALTH 1286 (2)   |   IDXHIDIV20 414 (2)   |   IDXINDUST 951 (6)   |   IDXINFRA 866 (5)   |   IDXMESBUMN 101 (0)   |   IDXNONCYC 729 (12)   |   IDXPROPERT 870 (3)   |   IDXQ30 134 (0)   |   IDXSMC-COM 279 (2)   |   IDXSMC-LIQ 330 (4)   |   IDXTECHNO 3335 (-5)   |   IDXTRANS 1037 (15)   |   IDXV30 125 (1)   |   INFOBANK15 950 (1)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 403 (3)   |   ISSI 174 (1)   |   JII 570 (7)   |   JII70 202 (2)   |   KOMPAS100 1121 (9)   |   LQ45 880 (8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1578 (11)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 299 (2)   |   PEFINDO25 291 (6)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 291 (3)   |   SRI-KEHATI 338 (2)   |   TRADE 872 (0)   |  

Achmad Riadi

Jangan "Alergi" Dimutasi

Jumat, 18 September 2015 | 10:29 WIB
Oleh : Imam Suhartadi / AB

Meski sering kali harus berpindah-pindah kota untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab baru, Achmad Riadi yang menjalani kini karier di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan sejak 1984--yang sebelumnya bernama Jamsostek (Persero)--sangat menikmati pekerjaannya.

Dalam perjalanan kariernya di BPJS Ketenagakerjaan, lulusan Akuntasi STIE Perbanas ini pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah II PT Jamsostek (Persero) Sumbagsel Riau Kepri dan Kepala Kantor Cabang PT Jamsostek (Persero) Jambi.

Menurut Achmad, kecintaan dan passion yang besar terhadap apa yang dikerjakan membuat dirinya bisa enjoy dalam menjalani pekerjaannya. Karena itu, dia selalu memberikan pencerahan kepada karyawan BPJS, khususnya bagi yang baru untuk tidak "alergi" dengan mutasi dan pindah ke kota lain dalam rangka penugasan. Sebab, banyak pengalaman yang akan dirasakan bagi karyawan, seperti menambah wawasan, memperluas jaringan, dan dapat memahami dinamika lapangan.

Dia berpendapat, mengabdi di instansi apa pun harus siap dengan mutasi kerja. Suka atau tidak suka, itulah realita yang ada. Dengan begitu, karyawan harus menyiapkan mental untuk hidup berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain yang mungkin saja berbeda pulau.

"Saya selalu memberikan pencerahan bagi yang muda-muda agar jangan stres kalau dipindah ke luar kota. Nikmati saja penugasan, karena akan banyak manfaat yang dirasakan dan menjadi pengalaman hidup yang bermanfaat dalam perjalanan karier,” katanya di Bandung, belum lama ini.

Baginya, tugas dan beban yang berat tak hanya dipandang sebagai tanggung jawab yang harus diselesaikan, tapi lebih dari itu harus dinikmati dan berbahagia dalam menjalaninya. “Jalani saja, mengalir seperti air, tak pernah mengeluh, dan fokus bekerja untuk hasilkan legacy yang terbaik,” jelasnya.

Ketika disinggung soal gaya kepemimpinan, dia menyampaikan, kuncinya ada pada kelancaran komunikasi untuk meningkatkan kesolidan tim. Selain itu, Achmad memberikan kebebasan kepada jajaran di bawahnya untuk berkreasi dan berinovasi.

“Mencari masukan dari tim dan terus melakukan diskusi untuk mencari hasil yang terbaik. Tapi, kalau sukses jangan lupa diri. Karena, keberhasilan adalah kerja tim, bukan perorangan,” katanya.

Sementara itu, untuk menjaga stamina tubuh di tengah kegiatan pekerjaannya yang padat, Achmad selalu menyempatkan diri untuk joging dengan menglilingi kompleks perumahan. “Paling tidak, seminggu sekali,” ujarnya.

Dia mengakui kesibukan yang padat terkadang membuat jam istirahatnya berkurang, karena juga terkadang harus pulang hingga larut malam. “Saya berangkat jam 05.00 pagi di rumah, dan saya gunakan waktu untuk tidur di mobil selama di perjalanan. Lumayan, cukup membantu, dan bisa fresh ketika sampai di kantor,” tambahnya.

Peningkatan Layanan
BPJS Ketenagakerjaan yang beroperasi sejak 1 Juli 2015 terus berusaha meningkatkan layanan. Untuk itu, pihaknya melakukan berbagai macam perubahan, yang intinya bermuara pada dua aspek, yakni pelayanan dan fisik.

Aspek pelayanan menyangkut manusia. Jika selama ini kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan dicitrakan dengan pelayanan yang kurang empati dan kurang peduli, saat ini kondisinya telah banyak berubah.

Lalu, ada aspek fisik, yakni layanan dan kenyamanan untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan yang datang kini lebih baik.

Sedangkan aspek alur diubah dengan pola alur ban berjalan. “Kalau yang tadinya pengurusan program Jaminan Hari Tua (JHT) bisa memakan waktu dua hingga tiga hari, bahkan seminggu, sekarang, saya garansi tidak akan lebih dari 30 menit,” tuturnya.

Saat ini, BPJS Ketenagakerjaan juga telah memiliki 11 mobil keliling di setiap kantor wilayah dan memiliki 203 kantor cabang perintis di seluruh wilayah, dan 46 Balai Latihan Kerja (BLK). Manajemen juga bekerja sama dengan 2.783 fasilitas kesehatan, yaitu 1.918 rumah sakit dan 865 klinik. Saat ini, fasilitas kesehatan trauma center yang sudah online telah mencapai 1.529 unit.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, pihaknya memiliki program andalan return to work (RTW) yang merupakan perluasan dari program manfaat dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Program jaminan JKK-RTW sebagai bentuk pelayanan kepada pekerja yang mengalami potensi disabilitas dan penderita cacat akibat kecelakaan kerja (fisik dan psikologis). Program ini juga dimaksudkan untuk menurunkan derajat kecacatan dan peningkatan kualitas hidup tenaga kerja.

Pada kesempatan itu, Achmad Riadi juga menyatakan respons perusahaan peserta sangat baik karena program memberikan nilai tambah manfaat yang akan dirasakan secara langsung oleh tenaga kerja. Karena itu, banyak perusahaan yang mendukung program kembali kerja (return to work). Hal itu tergambar dengan semakin meningkatnya jumlah perusahaan yang bergabung dan bersedia menampung pekerja yang mengikuti program RTW.

Sampai saat ini, sebanyak 500 perusahaan telah memberikan dukungan terhadap program JKK-RTW. “Kami berusaha agar jumlah perusahaan yang bekerja sama terus meningkat,” katanya.

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Film untuk Keluarga

Dalam film Bollywood, semua kisah pasti ada latar belakang keluarga karena kekeluargaan di sana sangat erat.

FIGUR | 17 September 2015

Pendidikan di Indonesia Baru Tahap Menghafal

Di bidang pendidikan, Indonesia masih tertinggal karena berada di peringkat 69 dari 76 negara yang disurvei.

FIGUR | 16 September 2015

Melanjutkan Transformasi Kereta Api

Peremajaan kereta api akan terus dilakukan.

FIGUR | 15 September 2015

Tak Hanya Berkonsep

Banyak orang memiliki ide besar yang berujung pada konsep, tetapi tidak mengeksekusinya.

FIGUR | 14 September 2015

Sukses Bersama Tim

Kesuksesan suatu pekerjaan juga berasal dari kerja sama tim yang hebat dan bukan perjuangan satu orang saja.

FIGUR | 12 September 2015

Inspirator Berwirausaha

Orang-orang di sekitar Yoki juga ikut berkembang.

FIGUR | 11 September 2015

Tak Berhenti Belajar

Terus belajar akan menambah wawasan serta memperluas pergaulan.

FIGUR | 10 September 2015

Pangkat dan Jabatan Ibarat Pakaian

Indonesia merupakan salah satu dari sedikit negara yang telah lama mengadopsi prinsip pembangunan berkelanjutan.

FIGUR | 8 September 2015

Menciptakan Pekerja Sepenuh Hati

Pencari kerja yang mendapatkan pekerjaan sesuai harapannya akan bekerja sepenuh hati.

FIGUR | 6 September 2015

Wujudkan Impian Banyak Orang

Ortopedi membantu banyak orang meninggikan tubuhnya.

FIGUR | 5 September 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS