Olivia Ong

Bahagia Ketika Orang Lebih Cantik

Bahagia Ketika Orang Lebih Cantik
Pendiri Jakarta Aesthetic Clinic (JAC), dr Olivia Ong, dipl, AAAM ( Foto: Istimewa )
Mardiana Makmun / AB Sabtu, 19 September 2015 | 08:46 WIB

Tak ada yang membahagiakan bagi dr Olivia Ong selain melihat pasiennya tampil lebih cantik dan tampan. Hal itu akan dirasakannya setelah berhasil mempraktikkan prosedur filler dan botox, serta pasien puas dan terlihat bahagia dengan hasilnya.

“Perasaan saya bahagia banget melihat pasien saya tampil baru dengan versi terbaiknya. Bukan hanya yang cakap menjadi lebih cakap, yang tadinya kurang pun jadi lebih cakap,” ungkap Olivia Ong di Jakarta Selatan, belum lama ini.

Dokter berwajah cantik ini bercerita bagaimana sentuhan tangannya mengreasikan seni dan membentuk wajah pasien dengan injeksi botox dan filler, serta mampu membahagiakan pasiennya.

“Yang bikin saya bahagia itu bukan sekadar karena mereka jadi lebih cakap dan tampak muda, tapi bahkan menyentuh kehidupan mereka. Misalnya, ada yang tadinya enggak percaya diri, kini jadi lebih percaya diri dan itu berpengaruh kepada karier dan kehidupan mereka,” jelas Olivia yang meraih gelar sarjana kedokteran dari Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta pada 2006.

Kehadiran Olivia di dunia kecantikan Indonesia kini bisa dibilang cukup diperhitungkan. Tapi lebih dari itu, dia sedikit-banyak telah membuka wawasan masyarakat bahwa memiliki wajah cantik dan muda bisa didapatkan dengan cara instan melalui suntik (injeksi) filler dan botox.

Prosedur tersebut pun tidak menyakitkan, tidak menghabiskan waktu lama, serta cepat mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan dan sangat terlihat alami. Padahal, dahulu orang sempat berpikir bahwa suntik filler dan botox membuat wajah menjadi kaku. Karena itu, kalau ada yang menjalaninya, dilakukan dengan diam-diam.

Nah, kita membuka hal ini ke masyarakat, memberikan edukasi bahwa filler dan botox itu justru menampilkan kecantikan optimal seseorang, menampilkan versi terbaik seseorang. Sekarang, banyak orang yang tak malu lagi dan merasa bangga melakukan prosedur ini,” papar Olivia.

Kini, pasiennya pun datang dari seluruh Indonesia, bahkan hingga negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. “Mereka datang karena rekomendasi dari mulut ke mulut pasien yang merasa puas dengan saya,” katanya.

Sebagian besar, lanjutnya, pasien asal Indonesia meminta treatment yang hampir sama, yakni hidungnya dimancungkan dan pipinya ditiruskan. “Biasanya, saya akan memberikan pertimbangan bahwa seperti inilah versi terbaik mereka, karena setiap orang berbeda-beda dan hasilnya harus tampak cantik alami,” ujar Olivia.

Pasien yang datang ke kliniknya saat ini tak hanya wanita, tetapi juga pria. Bahkan, usia pasiennya kini semakiin muda. Ada yang berusia 17 tahun.

Menjadi dokter kecantikan awalnya bukan cita-cita Olivia, meskipun obsesinya memang menjadi dokter. Tapi, sebuah peristiwa mengubah keputusannya. Ketika sedang berpraktik, dia tidak bisa banyak berbuat untuk pasiennya dan berujung kematian.

“Lulus kuliah, saya praktik di rumah sakit dan klinik. Hingga suatu hari, saya enggak bisa bantu pasien karena berakhir dengan kematian. Saya ingin sekali membantu, tetapi enggak bisa. Akhirnya, saya membelokkan ingin jadi dokter kecantikan saja karena hasilnya langsung terlihat dan bikin orang happy,” cerita dokter yang lulus dengan nilai cum laude ini.

Sayang, karena tak ada biaya, Olivia tak bisa mengambil kuliah spesialis dokter kulit dan kelamin. “Berbekal tabungan selama bekerja, saya mengambil beberapa sekolah singkat kecantikan medicine dan menemukan talenta saya lewat jarum suntik filler dan botox,” tutur peraih diploma The American Academy of Aesthetic Medicine, Malaysia pada 2009 dan 2011, dan telah mengikuti berbagai acara kecantikan, seperti Australasian Medical Aesthetics Congress di Sydney.

Tambah Layanan
Sepulang menimba ilmu kecantikan, Olivia pun mendirikan Klinik Kecantikan dr Olivia Ong di Jakarta. Awalnya, pasiennya hanya berjumlah hitungan jari. Tapi, karena puas, mereka mempromosikan nama Olivia dari mulut ke mulut. Kini, pasiennya pun mencapai ratusan orang setiap bulan, mulai dari ibu rumah tangga, wanita maupun pria pengusaha, hingga pejabat dan artis.

“Tapi maaf, saya enggak bisa menyebutkan namanya karena ini privasi pasien,” tegas Olivia.

Mulai pertengahan 2015, Olivia melebarkan bisnis kecantikannya. Klinik dr Olivia Ong diperbesar dan diubah namanya menjadi Jakarta Aesthetic Clinic (JAC). Konsepnya melayani banyak jasa pelayanan kecantikan, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.

“Jadi, kekuatan klinik ini jadi lebih banyak lagi, tidak hanya mempercantik wajah dengan filler dan botox saja, tetapi juga ada pelangsingan dan lainnya,” jelas Olivia yang dibantu beberapa dokter ahli di bidangnya.

Soal pengalaman, Olivia boleh diadu. Keahliannya juga tak diragukan lagi. Bahkan, saat International Master Course on Aging Skin (IMCAS) 2015 di Nusa Dua, Bali, Olivia menjadi salah satu pengisi acara. Pada acara yang dihadiri 1.200 peserta dari Asia-Pasifik tersebut, Olivia menjadi satu-satunya dokter dari kawasan Asia yang mempresentasikan teknik penyuntikan filler pada bagian hidung dan dagu dengan tepat dan aman.

“Saya demo suntik filler dan botox yang diikuti oleh dokter-dokter estetika dari berbagai negara,” ungkapnya bangga.

Sumber: Investor Daily