Logo BeritaSatu

Prof Dr Eng Kuwat Triyana

Awalnya Diragukan, Kini Genose Jadi Andalan Deteksi Covid-19 Cepat dan Terjangkau

Senin, 28 Desember 2020 | 23:04 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / IDS

Yogyakarta, Beritasatu.com - Alat deteksi virus Covid-19 inovasi terbaru karya anak bangsa, Genose, sudah diizinkan beroperasional berdasar Keputusan Kementerian Kesehatan. Ini merupakan buah dari hasil jerih payah para peneliti lintas bidang ilmu di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Apalagi, pada awal kemunculannya, Genose sempat dipandang sebelah mata.

Sang inisiator, Prof Dr Eng Kuwat Triyana mengaku, risetnya sudah dimulai sejak 2008. Sebenarnya, alat itu ditujukan untuk alat uji kehalalan makanan dan minuman, juga alat uji kualitas kopi dan teh. Namun, pada 2016, Kuwat mulai menjajaki dunia medis.

“Sejatinya, alat itu dirancang untuk deteksi tuberkulosis dan sepsis pada bayi umur satu bulan. Namun karena adanya wabah Covid-19, mulai April 2020, kami sepakat untuk berkonsentrasi pada alat deteksi virus Covid-19. Karena sistemnya hampir sama, posisinya tinggal dimodifikasi dengan otak baru,” tutur Kuwat dalam perbincangannya dengan Suara Pembaruan, Senin (28/12/2020).

Bukan perkara mudah bagi Kuwat dan timnya hingga Genose mendapat pengakuan. Pada awal penelitian Genose 12 tahun lalu, ia membiayai penelitiannya dengan uang pribadi sebesar Rp 10 juta. Saat alat diubah menjadi alat deteksi Covid-19, Kuwat sempat membiayainya sendiri dengan dana sebesar Rp 600 juta.

“Tapi uang saya sudah dikembalikan. Bagi saya itu tidak penting karena misi saya adalah semata-mata bekerja sebaik mungkin. Ya, bekerja saja, bahkan sekarang untuk persoalan bisnisnya, sudah saya serahkan kepada universitas, ” katanya.

Saat akan melakukan uji klinis alat, Kuwat dan tim sempat mendapat penolakan dari sejumlah rumah sakit (RS) di Jawa Tengah. Meskipun Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo turut membantu, tetap saja pihak RS enggan memberi peluang.

“Ya mungkin karena penelitian dinilai ecek-ecek, jadinya RS tidak percaya,” katanya.

Namun suatu saat, Jenderal TNI Andika Perkasa datang dan menyatakan siap membantu dengan memberikan izin uji klinis di RS milik TNI AD. Begitu juga Polri dan TNI AU yang siap memfasilitasi uji klinis Genose karya Kuwat dan tim.

Kehadiran Genose pun memicu aneka respons, baik yang pro maupun kontra. Kuwat menilai, ini diakibatkan langkanya hilirisasi penelitian akademis di Indonesia.

“Saya kira karena memang sangat jarang saja. Jadi begitu alat ini muncul lalu menjadi pembicaraan publik. Namun pada dasarnya ini dikarenakan aplikasi penelitian masih minim di Indonesia,” ucapnya merendah.

Meski saat ini Genose sudah menjadi perhatian publik, Kuwat tidak menampik bahwa masih ada pihak-pihak yang meragukan, sekaligus meremehkan hasil karyanya.

“Tidak apa-apa, itu pasti terjadi. Ada yang suka dan mendukung, ada juga yang tidak. Itu hal yang biasa, mereka hanya kelompok yang pesimis. Komentar-komentar negatif itu justru jadi lecutan inovasi berikutnya,” begitu ucapnya.

Untuk Genose, Kuwat bekerja sama dengan sederet peneliti UGM yakni dr. Dian Kesumapramudya Nurputra (Fakultas Kedokteran), Dr Ahmad Kusumaatmaja (FMIPA), dr Mohamad Saifudin Hakim, (FKKMK) dan para mitra industri strategis yang berkomitmen dalam penghiliran hasil riset dan inovasi kampus.

Lidah Elektronik
Sebelum GeNose, Kuwat yang merupakan doktor lulusan Universitas Kyushu Jepang pada 2004 ini sebenarnya sudah mengeluarkan hasil penelitiannya yakni lidah elektronik. Lidah elektronik yang disebutnya Elto (electronic tongue) diciptakan untuk menguji kehalalan, keaslian, dan kualitas produk makanan dan minuman secara cepat serta akurat.

Kuwat, yang juga peneliti di Institute of Halal Industry and System (IHIS) UGM, menjelaskan, keunggulan purwarupa Elto bisa digunakan sebagai metode untuk membuktikan keaslian produk-produk makanan seperti kopi luwak dan air zam-zam, mendeteksi kontaminasi produk dan kehalalannya, mendeteksi cepat narkotika, dan lainnya.

Di samping itu, lidah elektronik ini juga bisa digunakan sebagai detektor kehalalan, misalnya gelatin, dan kontaminasi dalam produk makanan serta kosmetik. Alat ini sedang diujikan untuk mendeteksi narkotika yang pengembangannya bekerja sama dengan Mabes Polri.

Dosen di Departemen Fisika FMIPA UGM ini menekuni kajian fisika material dan instrumentasi sejak 2008. Selain Genose dan Elto, ia juga telah menghasilkan berbagai produk inovasi seperti masker antipolusi asap dan bakteri berbahan nanofiber serta hidung elektronik untuk deteksi cepat kontaminasi zat berbahaya dalam makanan, kedaluwarsa produk makanan, serta kehalalan produk.

Namun dengan kerendahan hati, Kuwat menyatakan, sebagai akademisi, tugas pokoknya tetap ada di bidang pendidikan. Setelah Genose selesai, dia kembali lagi ke laboratorium untuk melanjutkan penelitiannya.

“Masih ada yang harus dilanjutkan, yaitu alat deteksi tuberkulosis yang bekerja sama dengan RS di Surakarta. Bahkan penelitian ini lebih lama dari Genose, sudah berlangsung 2 tahun,” ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Anies Dukung Total Heru Budi Hartono Jadi Pj Gubernur DKI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengucapkan selamat kepada Heru Budi Hartono yang dikabarkan telah ditetapkan sebagai Pj Gubernur DKI.

NEWS | 7 Oktober 2022

Kasus Lukas Enembe, Masyarakat Diminta Waspadai Provokasi

Masyarakat Papua diminta mewaspadai provokasi terkait kasus Lukas Enembe yang bisa membuat situasi menjadi tidak kondusif.

NEWS | 7 Oktober 2022

Jalan Protokol Kota Bekasi Digenangi Banjir Sedalam 50 Cm

Jalan protokol di Kota Bekasi terpantau terendam banjir sedalam 50 cm, Jumat (7/10/2022).

NEWS | 7 Oktober 2022

Kejagung Diminta Tak Buru-buru Umumkan Kerugian Negara Korupsi Surya Darmadi

Kejagung diminta tak tergesa-gesa menyampaikan nilai kerugian negara dalam perkara dugaan korupsi bos PT Duta Palma Group, Surya Darmadi. 

NEWS | 7 Oktober 2022

Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Kabag Ops dan Kasat Samapta Polres Malang Belum Dicopot

Dua polisi tersangka tragedi Kanjuruhan belum dicopot dari jabatannya karena masih menunggu pemeriksaan minggu depan.

NEWS | 7 Oktober 2022

Besok, Puan Maharani Temui Airlangga Hartarto di Monas

Puan Maharani akan bersilaturahmi dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. 

NEWS | 7 Oktober 2022

Jokowi Pilih Pj Gubernur Pengganti Anies dalam Waktu Singkat

Presiden Jokowi memutuskan Pj Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies dalam kurun waktu tiga hari saja.

NEWS | 7 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Soroti Penggunaan Gas Air Mata

Presiden Jokowi memperhatikan penggunaan gas air mata yang dilakukan personel kepolisian saat terjadinya Tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 7 Oktober 2022

Baim Wong Mengeklaim Spontan Buat Konten Prank KDRT

Baim Wong mengeklaim spontan membuat konten prank KDRT bersama istrinya Paula Verhoeven. Konten prank KDRT itu membuat Baim Wong diperiksa polisi.

NEWS | 7 Oktober 2022

2 Jam Diguyur Hujan, Kota Bekasi Dikepung Banjir

Hujan yang mengguyur Kota Bekasi dan sekitarnya selama dua jam tadi menyebabkan sejumlah ruas jalan dan perumahan di Kota Bekasi terendam banjir.

NEWS | 7 Oktober 2022


TAG POPULER

# Jokowi Tak Salami Kapolri


# Banjir Jakarta


# MTsN 19 Jakarta


# Tersangka Tragedi Kanjuruhan


# Mamat Alkatiri


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Anies Dukung Total Heru Budi Hartono Jadi Pj Gubernur DKI

Anies Dukung Total Heru Budi Hartono Jadi Pj Gubernur DKI

NEWS | 9 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings