Belajar dari Kegagalan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Kresna Bayu

Belajar dari Kegagalan

Selasa, 23 Februari 2021 | 23:03 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- Kegetiran kerap kali dirasakan Kresna Bayu. Keluar dari bangku kuliah, hingga ditipu ratusan juta rupiah menjadi pengalaman hidup tersendiri bagi pebisnis muda ini. Melawan arus kehidupan bukan hal baru bagi Bayu, pemilik dan Founder Hodwitch, merek fesyen untuk kaos dan hoddie.

Pria yang sempat mengenyam pendidikan di Universitas Gunadharma ini menceritakan perjalanan bisnisnya mulai dari saat merintis, hingga saat ini bisa menerima pesanan ratusan kaos per bulan.

Memulai usaha pada 2017, dan berjaya di saat pandemi mungkin merupakan “hadiah” yang didapat Bayu setelah merasakan kegetiran hidup.

Bayu mengaku mulai menekuni bisnis konveksi tahun 2017 saat dirinya memutuskan keluar dari tempatnya bekerja yakni di satu perusahaan fesyen ternama kelas dunia.

Saat keluar dari perusahaan, Bayu menekuni pekerjaan barunya yakni menjual kaos yang didesainnya sendiri.

"Awalnya saya tidak pakai brand, namun melihat pangsa pasar yang tinggi, akhirnya saya memberanikan diri memberi brand," ujar Bayu saat diwawancarai.

Lewat Daring

Melihat peluang yang ada, Bayu langsung membuat brand yakni Hodwitch, di mana produk unggulannya yakni hoodie dan kaos. Sebelum pandemi Covid-19 melanda, Bayu memilih untuk memasarkan produknya secara daring di beberapa marketplace ternama di Indonesia.

Setelah mendapat respons bagus dari masyarakat, Bayu mulai meningkatkan kualitas produk, mulai dari bahan dasar yang dibuat, pola penjahitan bahan, hingga pengemasan.

Harga yang ditawarkan juga terbilang ramah di kantong anak muda. Dengan uang Rp 180.000, pembeli bisa mendapatkan Produk hoodie ataupun baju berkualitas.

"Dengan harga tersebut, pembeli bisa mendapatkan produk berkualitas dari Hodwitch," ujar mantan mahasiswa jurusan sistem informasi ini.

Meski terbilang mulus menjalani bisnis konveksi, bukan berarti tidak ada hambatan yang ditemui Bayu. Dengan penjualan daring yang dipilihnya, proses produksi menjadi hambatan yang cukup serius bagi Bayu.

Dengan daring, kata Bayu, semua orang bisa melihat produknya kapan saja, sehingga sewaktu ada banyaknya permintaan terkadang stoknya tidak memadai.

"Selalu ada plus minus dari pilihan yang kita buat, namun yang lebih penting dari itu adalah bagaimana kreativitas kita menghadapi hambatan menjadi sebuah peluang," tuturnya.

Masalah Produksi

Meski masalah produksi menjadi hambatan, Bayu terus berusaha untuk menjaga kualitas produknya. Pasalnya Hodwitch selalu menggunakan bahan superpremium dalam memproduksi kaos maupun hoodie.

"Saya menyadari bahwa pelanggan merupakan hal penting dalam sebuah bisnis, oleh karena itu kami tidak pernah menurunkan kualitas produk yang kami jual," ucap pria 23 tahun ini.

Tidak hanya kualitas yang membuat Bayu ditantang untuk tetap kreatif. Kompetitor yang ada juga dijadikan motivasi untuk bayu agar bisa belajar dari pesaingnya yang

Terkait nama brand yang dipilihnya, menurut Bayu tidak mengandung arti tertentu. Dia sengaja memberi nama brand tersebut untuk menyiasati agar tidak mudah dipalsukan.

Bayu juga sudah melaporkan brand miliknya ke Hak Atas Kekayaan Intelektual. Hal ini dilakukan agar usahanya terdaftar, sehingga bisa mendapat perlindungan dari pemerintah jika terjadi sesuatu.

Selain itu, makna Witch yang berarti penyihir menurutnya tidak mengandung makna apapun. "Ya intinya dari brand Hodwitch adalah saya yang tadinya bukan apa apa bisa menjadi apa-apa," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Psikolog Tuli Pertama di Indonesia

Dia berharap tidak ada diskriminasi di perguruan tinggi untuk mahasiswa berkebutuhan khusus.

FIGUR | 12 Februari 2021

Influencer yang Meraup Sukses dari Bisnis Kecantikan

Ia memasarkannya melalui akun media sosial yang ia miliki di Instagram dan TikTok.

FIGUR | 28 Januari 2021

Awalnya Diragukan, Kini Genose Jadi Andalan Deteksi Covid-19 Cepat dan Terjangkau

Saat akan melakukan uji klinis alat, Kuwat dan tim sempat mendapat penolakan dari sejumlah rumah sakit (RS) di Jawa Tengah.

FIGUR | 28 Desember 2020

Dokter Sekaligus Makeup Artist dengan Segudang Mimpi Mulia

Selain akademik, dokter Firyal juga berprestasi di bidang non akademik dengan menjadi pemenang Kartini Award 2019.

FIGUR | 18 Oktober 2020

Berkibar di Bisnis Fashion dalam Usia Muda

Bahkan, ia mendapatkan penghargaan sebagai salah satu entrepreneur Wanita Inspiratif dari Komunitas Pengusaha Medan-Jakarta.

FIGUR | 16 September 2020

Melepas ASN dan Sukses di Bimbel Khusus Kedinasan

Freddy Napitipulu meyakini bahwa sesuatu yang sudah dimulai dengan usaha dan kerja keras maka akan membuahkan keberhasilan.

FIGUR | 23 Agustus 2020

Merintis Bisnis Laris hingga Berhenti Kuliah

Septia mengatakan, ia nekad kerja sambil kuliah karena butuh biaya. Namun ia berhenti kuliah karena sibuk kerja dan sering terlambat masuk kelas.

FIGUR | 18 Agustus 2020

Kejujuran Adalah Signature

Kejujuran akan melekat dan menjadi reputasi seseorang sepanjang hidupnya.

FIGUR | 8 April 2020

Lima Dekade Setia Menjadi Sahabat Anak

Lima dekade menjadi sahabat anak Indonesia, Kak Seto Mulyadi masih punya mimpi membangun children center.

FIGUR | 3 April 2020

Berbisnis Bukan Sekadar Mencari Untung

Pebisnis sejati punya tanggung jawab moral, empati, dan nilai-nilai sosial lainnya.

FIGUR | 30 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS