Kembangkan Obat Berbahan Baku Alam Indonesia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Raymond Tjandrawinata

Kembangkan Obat Berbahan Baku Alam Indonesia

Rabu, 2 Juni 2021 | 07:48 WIB
Oleh : Indah Handayani / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Terlibat dalam institusi ternama dunia, seperti Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) adalah mimpi kebanyakan orang. Namun, seorang ahli farmakologi molekuler, Dr Raymond Tjandrawinata memilih kembali ke Tanah Air untuk mengembangkan potensi biodiversitas Nusantara menjadi obat-obatan.

"Pengalaman bekerja dengan para saintis di NASA sangat memperkaya perspektif saya sebagai seorang saintis biomedis,” ungkap peraih WIPO Medal for Inventor Award, SINTA Award dan Habibie Award melalui keterangan tertulis, Selasa (1/6/2021).

Raymond meneliti obat dari bahan alam sejak menimba ilmu di negeri Paman Sam. Ia bisa disebut sebagai salah satu putra Indonesia yang pertama kali mempelajari ilmu rekayasa genetika pada era 80-an, karena pada waktu itu ilmu rekayasa di Indonesia belum sepenuhnya didalami.

“Pada waktu saya kuliah S-1 di pertengahan tahun 1980-an, penelitian rekayasa genetika baru saja dimulai,” katanya.

Pada 1991, astronaut wanita bernama Dr Millie Hughes-Fulford mengajak Raymond dalam proyek penelitian spacelab life sciences dengan menerbangkan pesawat ulang alik ke luar angkasa. Proyek tersebut adalah misi spacelab pertama yang didedikasikan untuk penelitian biomedis. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara ilmiah ekspresi gen tulang manusia dalam kaitannya dengan pengeroposan tulang pada kondisi tanpa gravitasi.

Raymond kemudian mengembangkan obat dari bahan alam saat berkarier di perusahaan farmasi terkemuka di Amerika, Smithkline Beecham pada awal 90-an hingga 2000. Di perusahaan tersebut, ia belajar teknik riset laboratoris yang sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan farmasi di Amerika.

"Di sana saya banyak belajar cara mengembangkan obat baru dengan teknik riset translasional dari laboratorium ke pasien," ujar peraih penghargaan SmithKline Beecham IMPACT Award Philadelphia pada 1997 dan Marquee's Who's Who in Science dan Engineering pada 2008 dan 2011.

Pada awal 2000-an, Raymond kembali ke Tanah Air dan berkarier di perusahaan farmasi terkemuka, PT Dexa Medica. Ketika itu pendiri PT Dexa Medica, Rudy Soetikno (almarhum) memiliki visi untuk mengembangkan obat-obatan dari kekayaan alam Indonesia. Pada 2005, Raymond dipercaya memimpin Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS). Pusat riset tersebut merupakan pelopor pengembangan obat modern asli Indonesia (OMAI) yang dibuat dari bahan alam dengan teknologi modern.

Hingga kini, Raymond terus mengembangkan obat dari bahan alam yang teruji klinis. Raymond telah memegang 64 paten di Indonesia dan mancanegara yang berkaitan dengan OMAI.

“Saya selalu mendapatkan tantangan untuk lebih banyak mengembangkan obat baru,” kata Raymond.

OMAI merupakan obat dari bahan alam Indonesia yang telah teruji baik secara praklinis (obat herbal terstandar) maupun teruji klinis (fitofarmaka). Obat-obatan fitofarmaka yang telah dikembangkan dan diproduksi, antara lain adalah berbahan kayu manis dan daun bungur untuk pasien diabetes, lalu ada yang terbuat dari cacing tanah untuk pasien penderita penyakit jantung dan stroke, dan ada pula yang terbuat dari kayu manis untuk membantu mengatasi gangguan asam lambung.

Menurut Raymond pengembangan obat fitofarmaka tidak mudah. Meski demikian, dia melihat potensi besar dari pengembangan fitofarmaka, yakni selain mencapai kemandirian farmasi nasional, juga dapat mendorong perekonomian petani.

“Impor bahan baku obat bisa dikurangi, sehingga petani sejahtera. Para petani bisa sejahtera jika produsen membeli bahan baku yang jumlahnya bisa berton-ton,” tutur peraih gelar doktor dari University of California tersebut.

Pria penyandang gelar Masters of Business Administration in Management dari Golden Gate University ini menilai, kesejahteraan ekonomi petani dapat mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Kita bisa menyejahterakan Indonesia dengan biodiversity alam Indonesia itu sendiri," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Entrepreneur Harus Mampu Lihat Peluang dan Melek Teknologi

Salah satu kunci sukses usaha bisa bertahan di tengah pandemi adalah harus pintar berinovasi dan mendengarkan keinginan konsumen.

FIGUR | 24 April 2021

Perajin Tas Etnik Lungsin Menanti Sambutan Pasar Global

Berkreasi sambil bereksplorasi kreatif, Aulia berharap produk tas etnik Lungsin disambut pasar global.

FIGUR | 24 Maret 2021

Sukses Raup Rp 1 Miliar Sebagai Content Creator

Septian Bramandita, content creator dengan akun @bisnisbarengbram ini memiliki lebih dari 240.000 pengikut di akun instagramnya.

FIGUR | 24 Februari 2021

Belajar dari Kegagalan

Melawan arus kehidupan bukan hal baru bagi Kresna Bayu, pemilik dan Founder Hodwitch, merek fesyen untuk kaos dan hoddie.

FIGUR | 23 Februari 2021

Psikolog Tuli Pertama di Indonesia

Dia berharap tidak ada diskriminasi di perguruan tinggi untuk mahasiswa berkebutuhan khusus.

FIGUR | 12 Februari 2021

Influencer yang Meraup Sukses dari Bisnis Kecantikan

Ia memasarkannya melalui akun media sosial yang ia miliki di Instagram dan TikTok.

FIGUR | 28 Januari 2021

Awalnya Diragukan, Kini Genose Jadi Andalan Deteksi Covid-19 Cepat dan Terjangkau

Saat akan melakukan uji klinis alat, Kuwat dan tim sempat mendapat penolakan dari sejumlah rumah sakit (RS) di Jawa Tengah.

FIGUR | 28 Desember 2020

Dokter Sekaligus Makeup Artist dengan Segudang Mimpi Mulia

Selain akademik, dokter Firyal juga berprestasi di bidang non akademik dengan menjadi pemenang Kartini Award 2019.

FIGUR | 18 Oktober 2020

Berkibar di Bisnis Fashion dalam Usia Muda

Bahkan, ia mendapatkan penghargaan sebagai salah satu entrepreneur Wanita Inspiratif dari Komunitas Pengusaha Medan-Jakarta.

FIGUR | 16 September 2020

Melepas ASN dan Sukses di Bimbel Khusus Kedinasan

Freddy Napitipulu meyakini bahwa sesuatu yang sudah dimulai dengan usaha dan kerja keras maka akan membuahkan keberhasilan.

FIGUR | 23 Agustus 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS