Dari Pengasingan, Akvitis HAM ini Terus Berjuang Demi Afghanistan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dari Pengasingan, Akvitis HAM ini Terus Berjuang Demi Afghanistan

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:22 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New York, Beritasatu.com- Dua bulan setelah Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan, salah satu pemimpin wanita terkemuka, Fawzia Koofi mengunjungi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Seperti dilaporkan AP, Jumat (22/10/2021), mantan anggota parlemen, calon presiden dan kandidat Hadiah Nobel Perdamaian itu bukan sebagai wakil dari pemerintahannya tetapi sebagai seorang wanita di pengasingan.

Dalam satu wawancara dengan The Associated Press, Fawzia Koofi menyerukan bantuan kemanusiaan yang dikirim ke Afghanistan harus bergantung pada partisipasi perempuan dalam distribusinya. Dia juga meminta perjalanan gratis dan aman bagi warga Afghanistan ke dalam dan ke luar negeri.

“Bantuan tidak boleh dipolitisasi. Perempuan harus dilibatkan dalam setiap tahapannya dan mereka harus didengarkan. Wanita seharusnya tidak hanya menjadi penerima,” kata Koofi, bagian dari delegasi wanita Afghanistan yang mengunjungi PBB untuk mendesak negara-negara anggota agar tidak berkompromi dengan inklusi dan persamaan hak di Afghanistan.

Sejak melarikan diri dari Kabul pada Agustus, Koofi telah tinggal di kamar hotel di Eropa. Dia menggambarkan rasa sakit perpisahan dari negaranya, dua dekade harapan pupus dan mencari tempat tinggal permanen untuk dirinya sendiri dan kedua putrinya.

“Ini bukan Afghanistan yang saya perjuangkan. Afghanistan yang saya harapkan adalah (bahwa) wanita tidak harus menderita sebanyak yang saya derita selama masa kanak-kanak saya, selama saya remaja, ketika (Taliban) mengambil alih,” katanya kepada AP.

“Saya ingin gadis-gadis lain menikmati setidaknya kebebasan memilih sekolah mana yang akan mereka tuju. Tapi sekarang, pilihan mereka terbatas pada ruangan mana di rumah mereka yang harus mereka habiskan di siang hari. Ini memilukan.”

Koofi, mantan wakil ketua parlemen, adalah satu dari hanya empat wanita dalam pembicaraan untuk mencapai kesepakatan pembagian kekuasaan dengan Taliban, yang akhirnya gagal. Dia menggambarkan menyaksikan komitmen Taliban untuk negosiasi berubah setelah mereka menandatangani perjanjian damai dengan Amerika Serikat pada Februari 2020.

“Setelah mereka menandatangani perjanjian, mereka lebih ekstrem dan mereka lebih suka mengulur waktu, lebih memilih strategi militer,” katanya.

Milisi Taliban mengejar strategi itu di musim panas, merebut provinsi demi provinsi sampai mereka mencapai Kabul pada bulan Agustus. Ketika Presiden Ashraf Ghani saat itu melarikan diri, Taliban memasuki ibu kota, memicu kepanikan di antara banyak orang yang menentang kekuasaan Taliban dan mengkhawatirkan kehidupan dan masa depan mereka.

“Kekuasaan Taliban adalah pukulan fatal untuk mencapai penyelesaian politik yang diharapkan banyak orang akan memperkuat pencapaian yang telah dicapai perempuan dalam akses ke pendidikan, pekerjaan, dan sistem hukum,” katanya.

Koofi juga menyalahkan “para pemimpin dunia”, dan menuding Presiden AS Joe Biden. "Sebagai negara adidaya, Amerika Serikat memiliki tanggung jawab besar dan harus dimintai pertanggungjawaban," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Astronaut Wanita Tiongkok: “Ibu Akan Memetik Bintang untukmu”

Astronaut Wang Yaping menjadi wanita Tiongkok pertama yang berjalan di luar angkasa.

FIGUR | 9 November 2021

Perubahan Akan Datang, Ketika Anda Menuntut Perubahan

Greta Thunberg boleh jadi adalah nama aktivis lingkungan paling vokal yang menjadi sorotan dunia saat ini.

FIGUR | 30 Oktober 2021

Pemuda Pakistan Ciptakan Sepatu Pintar untuk Tunanetra

Wasiullah, seorang penemu muda dari barat laut Pakistan telah merancang "sepatu pintar" untuk para tunanetra.

FIGUR | 21 Oktober 2021

Astronaut Wanita Arab Pertama yang Meraih Mimpi Masa Kecil

Nora Al-Matrooshi mungkin tak mengenal Soekarno. Tapi ujaran motivasi Soekarno itu bukan lagi mimpi setelah dia menjadi astronaut wanita Arab

FIGUR | 9 Juli 2021

Penyelamat Trenggiling Diganjar Hadiah Lingkungan Hidup

Direktur organisasi amal, Save Vietnam Wildlife (SVW) ini dikagumi banyak orang karena menyelamatkan ribuan trenggiling.

FIGUR | 17 Juni 2021

Kembangkan Obat Berbahan Baku Alam Indonesia

Raymond Tjandrawinata terus mengembangkan obat dari bahan baku alam Indonesia yang teruji klinis.

FIGUR | 2 Juni 2021

Entrepreneur Harus Mampu Lihat Peluang dan Melek Teknologi

Salah satu kunci sukses usaha bisa bertahan di tengah pandemi adalah harus pintar berinovasi dan mendengarkan keinginan konsumen.

FIGUR | 24 April 2021

Perajin Tas Etnik Lungsin Menanti Sambutan Pasar Global

Berkreasi sambil bereksplorasi kreatif, Aulia berharap produk tas etnik Lungsin disambut pasar global.

FIGUR | 24 Maret 2021

Sukses Raup Rp 1 Miliar Sebagai Content Creator

Septian Bramandita, content creator dengan akun @bisnisbarengbram ini memiliki lebih dari 240.000 pengikut di akun instagramnya.

FIGUR | 24 Februari 2021

Belajar dari Kegagalan

Melawan arus kehidupan bukan hal baru bagi Kresna Bayu, pemilik dan Founder Hodwitch, merek fesyen untuk kaos dan hoddie.

FIGUR | 23 Februari 2021


TAG POPULER

# Mahasiswi Bunuh Diri


# Kasus Anak Ahok


# Kereta Api Tabrak Angkot


# Marcus/Kevin


# Jokowi 3 Periode



TERKINI
IHSG Siang Ini, MSIN Pimpin Top Gainers

IHSG Siang Ini, MSIN Pimpin Top Gainers

EKONOMI | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings