Logo BeritaSatu

Dari Pengasingan, Akvitis HAM ini Terus Berjuang Demi Afghanistan

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:22 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New York, Beritasatu.com- Dua bulan setelah Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan, salah satu pemimpin wanita terkemuka, Fawzia Koofi mengunjungi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Seperti dilaporkan AP, Jumat (22/10/2021), mantan anggota parlemen, calon presiden dan kandidat Hadiah Nobel Perdamaian itu bukan sebagai wakil dari pemerintahannya tetapi sebagai seorang wanita di pengasingan.

Dalam satu wawancara dengan The Associated Press, Fawzia Koofi menyerukan bantuan kemanusiaan yang dikirim ke Afghanistan harus bergantung pada partisipasi perempuan dalam distribusinya. Dia juga meminta perjalanan gratis dan aman bagi warga Afghanistan ke dalam dan ke luar negeri.

“Bantuan tidak boleh dipolitisasi. Perempuan harus dilibatkan dalam setiap tahapannya dan mereka harus didengarkan. Wanita seharusnya tidak hanya menjadi penerima,” kata Koofi, bagian dari delegasi wanita Afghanistan yang mengunjungi PBB untuk mendesak negara-negara anggota agar tidak berkompromi dengan inklusi dan persamaan hak di Afghanistan.

Sejak melarikan diri dari Kabul pada Agustus, Koofi telah tinggal di kamar hotel di Eropa. Dia menggambarkan rasa sakit perpisahan dari negaranya, dua dekade harapan pupus dan mencari tempat tinggal permanen untuk dirinya sendiri dan kedua putrinya.

“Ini bukan Afghanistan yang saya perjuangkan. Afghanistan yang saya harapkan adalah (bahwa) wanita tidak harus menderita sebanyak yang saya derita selama masa kanak-kanak saya, selama saya remaja, ketika (Taliban) mengambil alih,” katanya kepada AP.

“Saya ingin gadis-gadis lain menikmati setidaknya kebebasan memilih sekolah mana yang akan mereka tuju. Tapi sekarang, pilihan mereka terbatas pada ruangan mana di rumah mereka yang harus mereka habiskan di siang hari. Ini memilukan.”

Koofi, mantan wakil ketua parlemen, adalah satu dari hanya empat wanita dalam pembicaraan untuk mencapai kesepakatan pembagian kekuasaan dengan Taliban, yang akhirnya gagal. Dia menggambarkan menyaksikan komitmen Taliban untuk negosiasi berubah setelah mereka menandatangani perjanjian damai dengan Amerika Serikat pada Februari 2020.

“Setelah mereka menandatangani perjanjian, mereka lebih ekstrem dan mereka lebih suka mengulur waktu, lebih memilih strategi militer,” katanya.

Milisi Taliban mengejar strategi itu di musim panas, merebut provinsi demi provinsi sampai mereka mencapai Kabul pada bulan Agustus. Ketika Presiden Ashraf Ghani saat itu melarikan diri, Taliban memasuki ibu kota, memicu kepanikan di antara banyak orang yang menentang kekuasaan Taliban dan mengkhawatirkan kehidupan dan masa depan mereka.

“Kekuasaan Taliban adalah pukulan fatal untuk mencapai penyelesaian politik yang diharapkan banyak orang akan memperkuat pencapaian yang telah dicapai perempuan dalam akses ke pendidikan, pekerjaan, dan sistem hukum,” katanya.

Koofi juga menyalahkan “para pemimpin dunia”, dan menuding Presiden AS Joe Biden. "Sebagai negara adidaya, Amerika Serikat memiliki tanggung jawab besar dan harus dimintai pertanggungjawaban," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehataan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Positivity Rate Covid-19 sampai 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 6 Oktober 2022

Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 5 Oktober 2022

Berikut ini Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 5 Oktober 2022 sesuai dengan dta dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Kematian akibat Covid-19 sampai 5 Oktober 2022

Data Kematian akibat Covid-19 sampai 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bertemu Ketua Parlemen Ukraina, Puan Dorong Perdamaian dengan Rusia

Bertemu Ketua Parlemen Ukraina, Puan Dorong Perdamaian dengan Rusia

NEWS | 50 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings