Perjuangan Difabel Raih Nilai Kehidupan Lewat Membatik 
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Trimah dan Hermanto

Perjuangan Difabel Raih Nilai Kehidupan Lewat Membatik 

Senin, 6 Desember 2021 | 19:17 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Menjadi seorang pengrajin batik mungkin tidak akan terpikirkan oleh Trimah, salah satu wirausaha penyandang disabilitas yang membuat karya batiknya menggunakan kaki dari Minomartani, Sleman, DI Yogyakarta. Trimah, yang lahir di Magelang pada 15 April 1990, dan kini juga menjadi seorang ibu bagi anaknya yang berusia 18 bulan, juga tidak menyangka rasa penasarannya dapat menuntunnya hingga hari ini.

Melalui membatik menggunakan kaki, Trimah juga mendapatkan nilai kehidupan yang hingga saat ini terus ia jalankan.
“Saya mulai membatik sejak tahun 2014, namun sudah mulai belajar sejak tahun 2010 untuk membatik menggunakan kaki. Dengan membatik saya mendapatkan treatment untuk mengendalikan emosi dan tempramen. Saya juga bisa menghasilkan dan membantu perekonomian,” ujar Trimah.

Rasa penasaran ini didorong dengan keingintahuannya karena melihat orang lain mampu membubuhkan malam pada kain batik, sehingga muncul pemikiran apakah ia juga bisa melakukan hal yang sama dengan kakinya. Trimah mengungkapkan banyak kegagalan yang harus dilewati, tetapi rasa penasaran mampu mengalahkan rasa menyerah yang dialami serta membangun kepercayaan dirinya. Ia juga bertekad untuk mendapatkan pendapatan untuk dirinya sendiri, sehingga dapat hidup mandiri.

Perjuangan Difabel Raih Nilai Kehidupan Lewat Membatik 

Dalam prosesnya belajar dan didukung oleh orang-orang di sekelilingya, ia terus berkarya dan mampu membuat batik dengan motif abstrak dan warna-warna yang berani. Trimah juga menerapkan nilai yang sama dalam merawat anaknya, yaitu menggunakan hati yang tulus, lapang, juga ikhlas dalam setiap goresan malam yang ia bubuhkan ketika proses membatik.

“Perasaan saya menjadi pembatik itu bangga, karena tanpa disadari saya ikut “nguri-uri” (melestarikan) kebudayaan Jawa. Menurut saya merawat anak dan membatik itu hampir sama, karena keduanya menggunakan hati yang tulis, lapang, juga ikhlas,” ungkap Trimah.

Hingga kini, Trimah telah mampu menghasilkan batik tulis yang ditulis menggunakan kakinya sendiri dengan brand Batik Samparan. Ia juga berkarya sebagai mitra dampingan dari Pusat Rehabilitasi Yakkum (PRY).

Karya batik ini dikenal orang dengan metode mulut ke mulut, serta dijual melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook.Karya-karya batik tulis dari Trimah sendiri juga dapat dipesan motif dan warnanya, sehingga dapat menyesuaikan keinginan dari para pembelinya. Trimah berharap, karya yang ia ciptakan juga dapat menginspirasi banyak orang untuk tidak menyerah dan terus berkarya.

Kreativitas Batik Hermanto
Perjalanan Hermanto dalam menerima dirinya menggunakan kursi roda juga memiliki proses yang panjang. Hermanto bercerita ia dilahirkan dengan kondisi yang normal, namun saat usianya 18 tahun ia mengalami kecelakaan yang sempat membuatnya patah semangat dalam menjalani kehidupan.

Akhirnya Hermanto memutuskan untuk datang ke Yogyakarta dan menimba ilmu di Pusat Rehabilitasi Yakkum (PRY). Keputusan ini membuatnya bangkit kembali, serta merasa terlahir kembali karena melihat semangat rekan-rekan disabilitas lain dalam pusat rehabilitasi dalam menjalani kehidupannya.

Sosok laki-laki yang lahir pada 11 Maret 1990 mulai berkenalan dengan dunia menggambar ketika kecil, sebagai bekalnya dalam membuat motif batik tulis yang menuntutnya untuk berkarya lebih baik lagi. Memutuskan untuk menekuni batik sejak 2015, Hermanto menghasilkan karya batik tulis, serta beberapa kreasi fungsional lainnya seperti kotak tisu batik, tatakan gelas batik, sampul bantal, serta produk lainnya yang berhubungan dengan pengembangan karya batik tulis. Warna-warna yang halus dan pengerjaan batik yang teliti menjadi nilai tambah dari karya Hermanto, sehingga produknya terasa spesial.

“Yang namanya disabilitas ini sebenarnya butuh partner kerja, karena kita mengalami kesulitan dalam mengangkat barang berat, dan resikonya tinggi. Kadang saat merebus dan pewarnaan. Saat ini saat produksi sudah memiliki partner, seperti pada pembuatan kotak tisu batik, pembatikannya di tempat saya, nanti proses pembuatan kotaknya di tempat teman,” ujar Hermanto.

Perjuangan Difabel Raih Nilai Kehidupan Lewat Membatik 

Saat ini karya batik tulis dari Hermanto dapat diperoleh melalui rumahnya di kawasan Candi Sambisari, Purwomartani, Sleman. Untuk pemasaran dilakukan oleh Hermanto masih melalui pesanan dan mulut ke mulut. Kreasi batik tulis yang ia diciptakan dapat menjadi bukti dirinya bekerja keras dan terus berkarya, meskipun hidup dengan keterbatasan. Karena Hermanto yakin keterbatasan bukanlah hal untuk berhenti berkarya.

Karya batik tulis dari Trimah dan Hermanto ditampilkan dalam Gelar Karya Virtual Hari Disabilitas Internasional yang disiarkan secara live melalui YouTube Kita Muda Kreatif pada tanggal 4 Desember 2021. Karya mereka ditampilkan melalui busana dengan sentuhan perancang muda Rony Billiardo dengan brand Billiardo yang menampilkan seri busana wanita.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Junjung Nilai Yahudi, CEO Pfizer Dapat Hadiah Genesis Rp 14,3 Miliar

Albert Bourla, ketua dan CEO Pfizer, telah dianugerahi Hadiah Genesis 2022 untuk “kepemimpinan dan tekadnya saat mengembangkan vaksin virus corona

FIGUR | 20 Januari 2022

Terbang Solo, Gadis 19 Tahun Lintasi 52 Negara

Zara Rutherford berusaha memecahkan rekor sebagai perempuan termuda yang terbang solo keliling dunia.

FIGUR | 8 Januari 2022

Hadirkan Senyum dan Harapan Baru untuk Anak Sumbing di Aceh

Tak kenal lelah, hampir setiap hari Rahmad Maulizar berkeliling ke penjuru desa di Provinsi Aceh untuk mencari anak-anak penderita bibir sumbing.

FIGUR | 30 Desember 2021

Menginspirasi Minoritas lewat Olahraga Angkat Berat

Karenjeet Kaur Bains pernah mencoba olahraga atletik, lari. Namun pada usia 17 tahun, gadis Sikh ini memilih angkat berat.

FIGUR | 11 Desember 2021

Astronaut Wanita Tiongkok: “Ibu Akan Memetik Bintang untukmu”

Astronaut Wang Yaping menjadi wanita Tiongkok pertama yang berjalan di luar angkasa.

FIGUR | 9 November 2021

Perubahan Akan Datang, Ketika Anda Menuntut Perubahan

Greta Thunberg boleh jadi adalah nama aktivis lingkungan paling vokal yang menjadi sorotan dunia saat ini.

FIGUR | 30 Oktober 2021

Dari Pengasingan, Akvitis HAM ini Terus Berjuang Demi Afghanistan

Dua bulan setelah Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan, salah satu pemimpin wanita terkemuka, Fawzia Koofi mengunjungi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

FIGUR | 23 Oktober 2021

Pemuda Pakistan Ciptakan Sepatu Pintar untuk Tunanetra

Wasiullah, seorang penemu muda dari barat laut Pakistan telah merancang "sepatu pintar" untuk para tunanetra.

FIGUR | 21 Oktober 2021

Astronaut Wanita Arab Pertama yang Meraih Mimpi Masa Kecil

Nora Al-Matrooshi mungkin tak mengenal Soekarno. Tapi ujaran motivasi Soekarno itu bukan lagi mimpi setelah dia menjadi astronaut wanita Arab

FIGUR | 9 Juli 2021

Penyelamat Trenggiling Diganjar Hadiah Lingkungan Hidup

Direktur organisasi amal, Save Vietnam Wildlife (SVW) ini dikagumi banyak orang karena menyelamatkan ribuan trenggiling.

FIGUR | 17 Juni 2021


TAG POPULER

# Flight Information Region


# Jefri Tambayong


# Update Covid-19


# Ousmane Dembele


# Ardian Noervianto



TERKINI
Pertarungan Sengit, BNI Tundukkan Sukun Badak di Proliga

Pertarungan Sengit, BNI Tundukkan Sukun Badak di Proliga

OLAHRAGA | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings