Hadirkan Senyum dan Harapan Baru untuk Anak Sumbing di Aceh
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Rahmad Maulizar

Hadirkan Senyum dan Harapan Baru untuk Anak Sumbing di Aceh

Kamis, 30 Desember 2021 | 14:00 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com – Senang melihat orang senang, semangat saling membantu. Moto hidup inilah yang selalu menyertai langkah Rahmad Maulizar, pemberi senyum dan harapan baru bagi anak-anak penderita bibir sumbing.

Tak kenal lelah, hampir setiap hari pemuda berusia 28 tahun ini berkeliling ke penjuru desa di Provinsi Aceh untuk mencari anak-anak penderita bibir sumbing. Ia ajak pasien dan keluarganya untuk datang ke rumah sakit agar bisa mendapatkan pelayanan operasi bibir sumbing gratis dari Smile Train Indonesia, badan amal internasional untuk anak-anak yang memberikan operasi perbaikan sumbing gratis serta perawatan sumbing komprehensif kepada anak-anak.

Bibir sumbing sendiri merupakan salah satu kelainan bawaan yang paling sering terjadi. Berdasarkan data yang dihimpun Smile Train Indonesia dari para ahli, secara global satu dari 700 anak terlahir dengan bibir sumbing dan/atau langit-langit sumbing. Kondisi ini ditandai dengan adanya celah pada bibir yang bisa muncul di tengah, kanan, atau bagian kiri bibir.

Pada anak-anak yang tidak menjalani operasi perbaikan bibir sumbing, mereka kerap mengalami susah makan, sulit bernapas dan bicara. Tidak hanya berpengaruh pada kesehatan tubuh penderitanya, tapi juga secara psikologis, terutama jika anak terlambat mendapatkan penanganan medis. Merasa minder karena menganggap dirinya berbeda seringkali dialami penderita bibir sumbing. Apalagi mereka juga kerap mengalami perundungan yang bisa merusak kesehatan mentalnya.

Hadirkan Senyum dan Harapan Baru untuk Anak Sumbing di Aceh

Rahmad Maulizar berkeliling ke penjuru desa di Provinsi Aceh menggunakan motor trail untuk mencari anak-anak penderita bibir sumbing

Kondisi ini juga pernah dialami Rahmad Maulizar. Selama 18 tahun pemuda kelahiran Meulaboh, Aceh, 20 September 1993 ini harus menjalani beratnya hidup dengan bibir sumbing. Ejekan, dipandang rendah, sudah jadi makanan sehari-hari. Tiap kali mencoba untuk berbicara, banyak temannya yang tidak memahami sepatah katapun yang dia ucapkan, hanya ejekan yang dilontarkan. Rahmad bahkan hampir tidak menyelesaikan pendidikannya karena merasa dirinya tak punya masa depan, hanya jadi bahan ejekan orang-orang.

"Selama 18 tahun saya merasakan pahitnya menjadi orang yang menderita bibir sumbing. Tidak nyaman, tidak percaya diri, dan juga tidak berani bercita-cita yang lebih besar. Ini sungguh tidak mudah dijalani," ungkap Rahmad Maulizar saat menjadi narasumber dalam webinar "Lomba Foto Astra dan Anugerah Pewarta Astra 2021: Tersenyumlah Indonesia" baru-baru ini.

Namun, Rahmad tidak pernah kecewa kepada Tuhan. Baginya, pemberian Tuhan adalah yang terbaik. Ia meyakini, Tuhan pasti memiliki rencana yang indah untuk hidupnya.

Buah dari kesabarannya itu, ia pun kini bisa memiliki senyum sempurna seperti yang lain. Setelah 18 tahun menjalani beratnya hidup dengan bibir sumbing, Rahmad akhirnya mendapat kesempatan menjalani operasi bibir sumbing gratis di Rumah Sakit Malahayati di Banda Aceh yang difasilitasi oleh Smile Train Indonesia.

"Lewat program Smile Train Indonesia, saya bisa dioperasi gratis yang dipimpin langsung oleh dr Muhammad Jailani, ahli bedah plastik yang sudah senior di Aceh. Dia yang membantu saya mendapatkan senyum baru,” tutur Rahmad penuh syukur.

Keberhasilan menjalani operasi membawa pengaruh besar pada hidupnya. Setelah bisa tersenyum sempurna, Rahmad mulai menjadi pribadi yang jauh lebih percaya diri. Ia tidak lagi takut punya cita-cita tinggi. Selain itu, pengalaman pahitnya menderita bibir sumbing juga membuatnya jadi sosok yang peduli.

Mimpinya, semua anak-anak penderita bibir sumbing harus bisa mendapatkan kesempatan yang sama dengannya, menikmati keberhasilan operasi bibir sumbing. Untuk itu, Rahmad sejak 2010 mulai bergabung dengan Smile Train sebagai pekerja sosial, berkeliling hingga ke pedalaman Aceh untuk mensosialisasikan adanya operasi bibir sumbing gratis dan mencari anak-anak penderita bibir sumbing untuk dioperasi.

"Sebagai orang yang pernah mengalami bibir sumbing, saya bisa merasakan beratnya hidup mereka. Karena itu, saya putuskan untuk mengabdikan diri membantu penderita bibir sumbing untuk bisa memiliki senyum baru yang sempurna," kata Rahmad yang merupakan alumnus Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Teuku Umar.

Pengabdian Penuh Tantangan
Mencari anak-anak penderita sumbing di Aceh untuk dioperasi gratis bukanlah pekerjaan yang mudah. Apalagi sebagian besar penderita bibir sumbing berasal dari keluarga tidak mampu yang tinggal di desa-desa dengan kondisi geografis yang menantang. Dengan menggunakan motor trail, medan sulit di pedalaman Aceh tetap disambanginya.

Tantangan berikutnya datang dari masyarakat yang akan dibantu. Pasalnya sebagian warga masih menggap bibir sumbing sebagai aib yang tidak bisa disembuhkan, sehingga bila ada anggota keluarganya yang menderita bibir sumbing akan disembunyikan. Rahmad juga pernah menjumpai ada seorang bayi yang wajahnya ditutupi kain karena orang tuanya malu memiliki anak dengan bibir sumbing. Padahal sumbing merupakan kondisi medis yang bisa ditangani dengan operasi rekonstruksi. Namun hal ini kurang dipahami karena minimnya akses informasi.

"Banyak warga yang masih menganggap bibir sumbing sebagai aib. Tidak sedikit orang tua yang menolak anaknya dioperasi dan menganggapnya sebagai takdir. Saya bahkan pernah diusir, disiram pakai air saat hendak masuk ke rumah salah satu keluarga penderita bibir sumbing,” cerita Rahmad.

Hadirkan Senyum dan Harapan Baru untuk Anak Sumbing di Aceh

Sekitar 5.000 penderita bibir sumbing mendapatkan operasi gratis dari Smile Train Indonesia

Perlakuan yang kurang mengenakkan itu tak lantas membuat Rahmad hilang semangat. Ia tak pernah lelah mencari anak-anak penderita bibir sumbing dari desa ke desa. Rahmad memaklumi, penolakan itu terjadi karena kurangnya pemahaman warga tentang bibir sumbing.

"Untuk menjadi pekerja sosial, kita harus mengerti kondisi lapangan dan harus banyak bersabar. Mungkin pada awalnya mereka merasa tersinggung. Alhamdulillah, dengan saya berikan pemahaman, saya ceritakan pengalaman setelah operasi, banyak orangtua yang akhirnya bersedia anaknya dioperasi secara gratis. Saya bahagia sekali, dengan operasi ini akhirnya bisa memberikan senyum baru bagi penderita bibir sumbing,” tuturnya.

Selain berkeliling ke penjuru desa di Provinsi Aceh, informasi terkait operasi bibir sumbing gratis ini juga banyak ia bagikan di media sosial, stiker hingga kalender. Tidak jarang informasi adanya penderita bibir sumbing disampaikan langsung oleh warga. Tiap kali mendapatkan informasi, keesokan harinya Rahmad langsung menyambangi rumah penderita bibir sumbing tersebut, meskipun lokasinya berada di daerah terpencil.

Rahmad menjelaskan, untuk bisa menjalani operasi bibir sumbing, syaratnya usia minimal 3 bulan dengan berat badan 5 kilogram. Sementara itu untuk operasi celah langit-langit, syaratnya minimal usia 9 bulan dengan berat badan minimal 10 kilogram.

"Dari 2007 sampai 2021 ini, sudah banyak anak-anak Aceh yang dibantu operasi bibir sumbing oleh Smile Train Indonesia, jumlahnya hampir 5.000 operasi yang dilakukan di rumah sakit oleh ahli bedah plastik,” ungkapnya.

Diakui Rahmad, membuat orang lain bahagia memberi kepuasan batin tersendiri. Bila orang yang dibantunya bahagia, ia juga ikut bahagia. Kerja sosial yang dilakukan Rahmad ini juga mendapatkan dukungan penuh dari sang istri, meskipun ia kerap tidak bisa pulang ke rumah selama beberapa hari karena berada jauh di pedalaman desa.

"Sebelum menikah, saya mencari istri yang bisa mendukung kegiatan saya. Sebab kalau lagi berkeliling ke desa-desa mencari penderita bibir sumbing, bisa sampai 10 hari tidak pulang ke rumah. Alhamdulillah, istri saya memahami apa yang saya lakukan. Semua ini demi membantu anak-anak di Aceh bisa tersenyum,” ungkap Rahmad.

Raih Satu Indonesia Awards 2021
Atas semangat dan ketulusannya membantu anak-anak penderita bibir sumbing, Rachmad menjadi salah satu penerima apresiasi "12th Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2021" untuk bidang kesehatan. Penghargaan ini diberikan oleh PT Astra International Tbk bagi generasi muda yang tak kenal lelah memberi manfaat bagi masyarakat.

"Sebelumnya saya tidak pernah menyangka bisa mendapatkan apresiasi SATU Indonesia Awards 2021. Apresiasi ini membuat saya semakin bersemangat untuk membantu anak-anak Aceh penderita bibir sumbing mendapatkan senyum baru dan harapan hidup baru,” ungkap Rahmad.

Baginya, manusia terbaik adalah yang memberi manfaat bagi orang banyak. Ia berharap apa yang dilakukan bisa memberi inspirasi bagi banyak orang khususnya generasi muda untuk terus memberi manfaat pada sesama.

"Manusia itu harus bermanfaat bagi orang banyak. Saya mengajak anak-anak muda di seluruh Indonesia, lakukan apa yang bisa kalian lakukan untuk membantu orang lain memiliki hidup yang lebih baik,” pesan Rahmad.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Junjung Nilai Yahudi, CEO Pfizer Dapat Hadiah Genesis Rp 14,3 Miliar

Albert Bourla, ketua dan CEO Pfizer, telah dianugerahi Hadiah Genesis 2022 untuk “kepemimpinan dan tekadnya saat mengembangkan vaksin virus corona

FIGUR | 20 Januari 2022

Terbang Solo, Gadis 19 Tahun Lintasi 52 Negara

Zara Rutherford berusaha memecahkan rekor sebagai perempuan termuda yang terbang solo keliling dunia.

FIGUR | 8 Januari 2022

Menginspirasi Minoritas lewat Olahraga Angkat Berat

Karenjeet Kaur Bains pernah mencoba olahraga atletik, lari. Namun pada usia 17 tahun, gadis Sikh ini memilih angkat berat.

FIGUR | 11 Desember 2021

Perjuangan Difabel Raih Nilai Kehidupan Lewat Membatik 

Melalui membatik menggunakan kaki, Trimah dan Hermanto juga mendapatkan nilai kehidupan yang hingga saat ini terus ia jalankan.

FIGUR | 6 Desember 2021

Astronaut Wanita Tiongkok: “Ibu Akan Memetik Bintang untukmu”

Astronaut Wang Yaping menjadi wanita Tiongkok pertama yang berjalan di luar angkasa.

FIGUR | 9 November 2021

Perubahan Akan Datang, Ketika Anda Menuntut Perubahan

Greta Thunberg boleh jadi adalah nama aktivis lingkungan paling vokal yang menjadi sorotan dunia saat ini.

FIGUR | 30 Oktober 2021

Dari Pengasingan, Akvitis HAM ini Terus Berjuang Demi Afghanistan

Dua bulan setelah Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan, salah satu pemimpin wanita terkemuka, Fawzia Koofi mengunjungi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

FIGUR | 23 Oktober 2021

Pemuda Pakistan Ciptakan Sepatu Pintar untuk Tunanetra

Wasiullah, seorang penemu muda dari barat laut Pakistan telah merancang "sepatu pintar" untuk para tunanetra.

FIGUR | 21 Oktober 2021

Astronaut Wanita Arab Pertama yang Meraih Mimpi Masa Kecil

Nora Al-Matrooshi mungkin tak mengenal Soekarno. Tapi ujaran motivasi Soekarno itu bukan lagi mimpi setelah dia menjadi astronaut wanita Arab

FIGUR | 9 Juli 2021

Penyelamat Trenggiling Diganjar Hadiah Lingkungan Hidup

Direktur organisasi amal, Save Vietnam Wildlife (SVW) ini dikagumi banyak orang karena menyelamatkan ribuan trenggiling.

FIGUR | 17 Juni 2021


TAG POPULER

# Kakek Dihakimi Massa


# Alinea


# Omicron


# Covid-19


# Arsenal



TERKINI
Pemain Timnas Putri Indonesia Sempat Stres Setelah Kalah 0-18 dari Australia

Pemain Timnas Putri Indonesia Sempat Stres Setelah Kalah 0-18 dari Australia

BOLA | 47 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings