Film Posesif Angkat Kisah Percintaan Remaja Masa Kini

Film Posesif Angkat Kisah Percintaan Remaja Masa Kini
Adipati Dolken dan Putri Marino, Pemeran Utama Film Posesif. ( Foto: Beritasatu.com/Chairul Fikri )
Chairul Fikri / FER Kamis, 26 Januari 2017 | 19:42 WIB

Bandung - Masa-masa sekolah di SMA bagi sebagian masyarakat dinilai sebagai masa remaja yang paling terindah dalam kehidupannya. Terlebih, saat masa itu biasanya kita mulai mengenal dunia dan juga percintaan.

Hal itu yang kemudian diangkat oleh pihak Palari Film, dengan menghadirkan film Posesif yang di tujukan bagi kaum remaja. Film yang saat ini tengah dalam proses syuting itu, bakal menghadirkan aktor Adipati Dolken dan Putri Marino sebagai pemain utamanya.

Film yang rencananya akan tayang bulan Juni 2017 ini, sengaja mengangkat kisah percintaan remaja sebagai tema utama. Adipati Dolken yang berperan sebagai Yudhis, akan berjuang untuk membuktikan rasa cintanya kepada Lala yang merupakan atlet loncat indah.

"Pastinya, film ini akan memberikan warna baru. Kisah Yudhis dan Lala mungkin pernah dilalui oleh kebanyakan orang. Karenanya, kami berusaha membuat ceritanya semenarik mungkin, agar penonton bisa kembali merasakan pertama kali jatuh cinta. Kita berharap, film ini juga akan jadi pembanding kisah cinta remaja versi kini," ungkap sutradara film Posesif, Edwin, kepada Beritasatu.com saat kunjungan ke lokasi syuting baru-baru ini.

Menurut Edwin, pemilihan Adipati dan Putri Marino sebagai pemain utama dalam film ini merupakan hasil pencarian untuk menciptakan representasi generasi muda masa kini.

"Dari proses pencarian tersebut, ditambah beberapa kali pertemuan membedah skenario bareng, kami menyimpulkan bahwa pasangan ini mampu memunculkan energi yang kuat pada karakter yang mereka perankan," tambah Edwin.

Meski kini masih dalam proses pengambilan gambar, Edwin memberikan kelonggaran bagi Adipati dan juga Putri Marino untuk lebih mengeksplorasi kisah pribadi mereka agar peran yang dimainkannya bisa seperti nyata terjadi.

"Saya memberikan kebebasan buat Adipati dan juga Putri. Mungkin kisah cinta yang Adipati rasakan beda dengan yang saya rasakan. Hal itu, akan menjadi kekuatan film ini. Untuk menampilkan ide ini, kami juga berusaha melakukan riset tentang anak muda sekarang yang jatuh cinta seperti apa. Namun, ekspektasi tentang cinta di setiap generasi pastinya akan sama," tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com