Cara Milenial Basmi Perundungan di Film The Underdogs

Cara Milenial Basmi Perundungan di Film The Underdogs
Cuplikan adegan film komedi "The Underdogs". ( Foto: Istimewa )
Dina Fitri Anisa / FER Selasa, 1 Agustus 2017 | 18:25 WIB

Jakarta - Setelah sukses merajai box office Indonesia lewat film Cek Toko Sebelah (CTS), Starvision kembali memproduksi film bernuansa komedi yang berjudul The Underdogs. Film besutan sutradara Adink Liwutang ini, rencananya akan tayang di layar bioskop 10 Agustus mendatang.

Kisahnya adalah ketika Bobi (Jeff Smith), siswa taat yang sering melaporkan murid-murid nakal. Dio (Brandon Salim), kutu buku yang pemalu. Nanoy (Babe Cabiita), perantau bangkotan yang berulang kali tinggal kelas. Dan Ellie (Sheryl Sheinafia), cewek yang darah seninya terlalu kental hingga dianggap aneh. Mereka adalah empat sahabat yang berbagi nasib sama di sebuah SMA. Orang-orang yang tersisihkan dan tidak dianggap.

Terinspirasi dari sukses SOL – Sandro (Ernest Prakasa), Oscar (Young Lex), Lola (Han Yoo Ra), trio Youtubers sukses yang juga dulunya cupu dan sering jadi korban perundungan, kuartet ini bertekad mengubah nasib dengan cara menjadi terkenal melalui Youtube. Tapi ternyata perjuangannya tidak mudah, dan persahabatan mereka malah terpecah.

Meskipun sebagian besar dari trailer terlihat fokus utamanya adalah bagaimana jadi tenar di Youtube. Tetapi, Adink mengaku bahwa yang ia tekankan dala film tersebut tidak menitik beratkan pada para pelaku aktivitas kekinian itu, melainkan fenomena yang ramai dibicarakan saat ini, yakni bullying atau perundungan.

"Fenomena media sosial saat ini dimana haters bekerja dan melakukan perundungan kepada orang lain yang ia benci. Kejadian ini sudah sangat luar biasa. Sebagai seorang seniman, kita harus bisa benar-benar meng-capture dengan lembut, tidak secara verbal tapi bahasa gambar agar orang stop bullying atau kekerasan,” ungkapnya saat bertemu di jumpa pers The Underdogs, di Jakarta, Senin (31/7).

Hal ini pun disampaikan oleh Chand Parwez Servia, produser The Underdogs, film ini akan memiliki nilai yang kuat. Mengingat film ini akan tayang di bulan kemerdekaan, film ini juga akan berpartisipasi dalam rangka merayakan keberagaman di negeri ini, walau dengan cara yang berbeda.

"Kalau kita berbicara tentang era milenial, inilah salah satu caranya untuk merayakan keberagaman di negeri ini. Kita belajar dengan menafsirkan sesuatu yang salah karena kurangnya informasi yang didapat. Dari sinilah kita ingin memberikan edukasi dan informasi kepada banyak orang,”

Dengan tema dan produksi yang matang, film ini dipercaya Chand sebagai film komedi remaja terbaik dari yang pernah ada sebelumnya. Sengaja mengambil latar belakang masalah sosial saat ini, film ini akan mengoyak perasaan penonton yang akan menyaksikan di layar lebar nanti.

"Saya jarang mengomentari film yang saya produksi, tapi saya yakin film ini benar-benar komedi. Dari gaya penceritaan, naskah yang digodok dengan matang, dan ini adalah tontonan yang tidak flat melucu, tetapi seperti rollercoster. Ditengah kita bisa ketawa, tapi tak lama ada harunya juga,” paparnya.

Tak hanya itu, Ernest Prakasa selaku pemain dan juga co-produser The Underdogs mengatakan, semua yang terkait dengan film ini sudah mengerjakan tugasnya dengan serius. Bujet yang dikeluarkan kabarnya juga telah melebihi film sebelumnya, CTS.

"Film ini digarap serius. Gimana tidak. Untuk menyewa LCD saja untuk properti harganya sampai Rp 130 juta," kata Ernest.

Selain itu, meskipun menggunakan cerita fiksi, tapi film ini akan hadir secara nyata di kalangan masyarakat lewat media sosial.

"Pemain kita kan ada rapper beneran (Young Lex). Kita akan menarik Igor Saykoji untuk membuat lagu di film ini. Nah, lagunya tersebut dinyanyikan oleh genk SOL, sekarang sudah ada dan bisa dinikmati langsung di Youtube. Jadi perannya akan terasa real, karena semua orang bisa akses langsung,” paparnya.

 



Sumber: Suara Pembaruan