Kempora: Nyanyi Indonesia Raya di Bioskop Cuma Imbauan

Kempora: Nyanyi Indonesia Raya di Bioskop Cuma Imbauan
Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi (tengah), menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 24 Januari 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Hendro D Situmorang / YUD Jumat, 1 Februari 2019 | 08:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengimbau pengelola bioskop di seluruh Indonesia memutar lagu Indonesia Raya sebelum pemutaran film. Imam Nahrawi mengedarkan imbauan ini lewat surat bernomor 1.30.1/Menpora/I/2019 yang tersebar di media sosial.

"Iya betul, surat itu benar terbitan dari Kempora dan itu sifatnya hanya imbauan saja, jadi boleh diikuti, boleh tidak dilakukan. Tidak ada konsekuensi hukum," kata Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewabroto ketika dihubungi Beritasatu.com di Jakarta, Kamis (31/1) malam.

Gatot mengatakan Menteri Imam Nahrawi menelurkan kebijakan itu untuk meningkatkan rasa nasionalisme. Selain itu, ia ingin mewujudkan generasi muda yang bangga serta cinta pada Tanah Air. Diakui surat edaran tersebut tidak bersifat memaksa.

Menpora Imam Nahrawi langsung menerapkannya saat menonton film "Keluarga Cemara" di Studio 01 Djakarta Theater XXI, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (31/1) malam.

Pada saat menonton film tersebut, sebelum dimulai Menpora mengajak seluruh penonton yang salah satunya adalah artis Nirina Zubir yang berperan menjadi Emak dalam film tersebut. Bahkan, para penonton begitu hikmat dan kompak ketika menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum pemutaran film dimulai. Menpora memiliki alasan kuat untuk mengeluarkan surat yang mengajak para penonton bioskop untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Dalam isi surat tersebut tertulis "Dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme dan mewujudkan generasi muda yang bangga serta cinta tanah air, dengan ini kami menghimbau kepada para pengelola bioskop di seluruh Indonesia untuk dapat memutarkan sekaligus menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum berlangsungnya pemutaran film. Demikian himbauan ini disampaikan untuk dapat dilaksanakan. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih" tulis Menpora dalam surat tersebut.

"Imbauan ini yang sudah diedarkan, dalam waktu yang tidak lama sekitar 2,5 menit sebelum menonton kita menyanyikan Indonesia Raya, agar cinta kita kepada Merah Putih, cinta tanah air terus meningkat, apapun kita tetap Indonesia," kata Menpora yang ikut didampingi Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Niam Sholeh.

Keluarga sebagai tempat pertama pembelajaran diri untuk menuju kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara. Bila hal-hal positif sudah tertanam sejak dini dengan kesadaran peran masing-masing dalam keluarga dapat menjadi modal yang baik untuk proses kehidupan selanjutnya.

"Terima kasih, malam ini dapat nobar bersama para komunitas pemuda dan disabilitas, serta yang menggembirakan bersama Emak Nirina Zubir. Semoga usai menonton ini kita semua tergugah sebagai abah/ayah, emak/ibu, dan anak dengan perannya masing-masing, dimana dikala susah dan senang selalu bersama, inilah inti penguatan kepemimpinan keluarga," kata Menpora

Menurut Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Niam Sholeh, momentum nobar film Keluarga Cemara ini menjadi kegiatan perdana forum kepemimpinan pemuda tahun ini. Diharapkan dengan film ini menyadarkan kita semua bagaimana membentuk kepemimpinan Indonesia yang kuat.

"Ini adalah ikhtiar kita, dengan menonton film ini diharapkan muncul kepemimpinan domestk pemuda ditengah tren broken home karena kurangnya menyadari peran masing-masing di keluarga," kata Niam.



Sumber: Suara Pembaruan