Antologi Rasa, Cinta Bersegi Milik Empat Sekawan

Antologi Rasa, Cinta Bersegi Milik Empat Sekawan
Adegan dalam film “Antologi Rasa” yang diperankan oleh Herjunot Ali dan Carissa Perusset. ( Foto: istimewa )
Dina Fitri Anisa / EAS Senin, 11 Februari 2019 | 12:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Telah dijanjikan lama oleh sang penulis buku Ika Natassa, akhirnya novel best seller bertajuk Antologi Rasa akhirnya menjadi sebuah film dengan judul yang sama. Mempercayakan tangan dingin dari Rizal Mantovani, film yang digarap selama satu setengah tahun ini akan tayang tepat di hari kasih sayang, pada 14 Februari 2019.

Sebelum film di mulai, terdapat sebuah quotes yang cukup menarik untuk membuka lembar cerita, “Untuk yang telah menemukan, namun tak bisa memiliki.” Kalimat tersebut seolah memberikan tanda agar penonton bersiap dengan lika-liku kisah cinta bersegi antar sahabat yang klasik, tetapi menarik.

Keara (Carissa Perusset) adalah wanita yang menjadi motor penggerak dalam cerita ini. Ia adalah seorang wanita karier yang memiliki gaya hidup tingkat tinggi. Kebiasaan yang dilakukan adalah clubbing, makan di restoran mahal, dan juga memotret. Beberapa kebiasaannya juga tidak berbeda dengan sahabat sekantornya, Harris Risjad (Herjunot Ali).

Pertemuan Harris dan Keara terjadi ketika mereka sama-sama diterima kerja di sebuah bank kawasan kota Jakarta. Pada saat itu, Harris yang notabene juga merupakan seorang playboy ini langsung jatuh hati kepada Keara. Di mata Harris, Keara berbeda dari perempuan lain yang mudah termakan dengan mulut manis dan tatapan mata tajamnya.

Tidak hanya Haris, Keara juga memiliki dua sahabat lainnya, yaitu Rully (Refal Hady) dan Denise (Atikah Suhaime). Sosok Rully yang tampan, lembut, penuh perhatian, dan alim ternyata membuat hati Keara jatuh. Namun demikian, harapan Keara menjadi semakin sulit, karena hati Rully juga sudah lama tertuju pada Denise, yang baru saja menikah dengan pria lain.

Meski terlihat rumit dan pelik, kisah percintaan empat sahabat ini ternyata bisa dinikmati serta mudah ditafsir oleh penonton dengan batasan usia 17 tahun ke atas. Rahasianya adalah, rasa dari novel dengan tebal halaman sekitar 344 lembar, mampu ditransfer dengan baik oleh Rizal Mantofani dalam bentuk gambar, serta Ferry Lesmana dan Donny Dhirgantoro yang bekerja dengan baik menggarap naskah penuh rasa.

Tidak menjiplak, hanya berusaha memindahkan rasa. Itulah hal yang ditekankan Rizal saat ia mendapat tanggung jawab dari produser, Sunil Soraya untuk mengolah kisah ini. Rizal mengaku, dalam menjalankan proyek ini dirinya lebih meningkatkan ketelitian dan melepaskan topi yang sering ia gunakan saat membuat film lainnya.

Secara detail, Rizal menjanjikan sebuah kisah yang realistis, dan tidak lagi mengedepankan visual dari landscape latar tempat yang indah.

Harmoni Melodi
Tidak hanya mengandalkan kisah dan cerita yang baik, film garapan rumah produksi Soraya ini juga memperhatikan detail dari film, yang mungkin selama ini dianggap enteng. Penambahan soundtrack yang sesuai dengan kisah, rasa, dan suasana Antologi Rasa.

Untuk itulah, terpilih tiga grup musik ternama Indonesia, yaitu Nidji, D’Masive, dan juga Geisha. Dari tiga grup musik tersebut, lahirlah beberapa karya yang dibuat khusus untuk film satu ini.

Dari Nidji, dalam waktu singkat dengan personel barunya, yaitu Ubay sebagai vokalis menyanyikan sebuah lagu bertajuk Segitiga Cinta. Kemudian, D’Massive menciptakan sebuah lagu bertajuk Kesempatan Bersamamu. Selanjutnya dua lagu dari Geisha, yaitu Garis Tangan yang dipersembahkan dari Haris untuk Keara, dan Rahasia yang diciptakan untuk Keara kepada Rully.



CLOSE