Jadi Perbincangan, Film Bali: Beats of Paradise Diputar Serentak Juli 2019

Jadi Perbincangan, Film Bali: Beats of Paradise Diputar Serentak Juli 2019
Film Bali: Beats of Paradise ( Foto: istimewa )
Dina Fitri Anisa / CAH Selasa, 12 Februari 2019 | 06:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah sukses diputar dan menjadi perbincangan di berbagai negara seperti Amerika, Korea dan Filipina, film besutan sutradara Livi Zheng, Bali: Beats of Paradise akan diputar serentak di seluruh bioskop Juli 2019. Memiliki kekuatan akan cerminan kekayaan budaya Indonesia, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo pun berharap film ini dapat ditonton oleh masyarakat Indonesia.

"Kita harus mendukung karya anak bangsa ini dengan nonton bareng bersama keluarga, kerabat, maupun sahabat. Jika Walt Disney Studios dan Academy of Motion Picture Arts and Sciences Library (AMPAS) saja sudah memberikan apresiasi yang tinggi terhadap film ini, kita juga harus buktikan bahwa sambutan warga Indonesia harus lebih meriah dibandingkan warga dunia lainnya," ujar Bamsoet usai menerima Livi Zheng di ruang kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Senin (11/2).

Politisi Partai Golkar ini menilai Livi Zheng, gadis asal Blitar ini sukses memainkan peran diplomasi kebudayaan. Bali: Beats of Paradise yang juga sempat diterima panitia Oscar 2019 untuk diseleksi menjadi nominator Best Picture ini juga mengenalkan budaya kesenian, khususnya gamelan, dan eksotisme alam Indonesia ke dunia internasional.

"Banyak yang tidak tahu, bahkan mungkin di kalangan warga Indonesia sendiri, bahwa gamelan sudah dipakai untuk latar musik di film Avatar, serial TV Star Trek dan game Nintendo Mario Bros. Banyak orang luar yang tidak mengetahui bahwa gamelan adalah alat musik khas tradisional Indonesia. Kita harus memberikan apresiasi kepada Livi Zheng karena telah membuat film Bali: Beats of Paradise, yang mengenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia ke kancah internasional," terang Bamsoet.

Dirinya pun meyakini, warga dunia yang menonton film ini akan penasaran seperti apa Indonesia sebenarnya. Rasa penasaran tersebutlah yang diharapkan membawa mereka datang secara langsung ke Indonesia.

"Jika sudah kesini, mereka pasti akan jatuh cinta. Karena Indonesia merupakan bagian dari surga dunia," tutur Bamsoet.

Dalam kesempatan tersebut, aktor senior Slamet Rahardjo yang telah menonton film ini terlebih dahulu memberikan rekomendasi kepada masyarakat Indonesia untuk menontonnya. Menurutnya, film ini tidak sekadar sebagai hiburan saja, tapi di dalamnya terdapat banyak pesan positif untuk melestarikan budaya Indonesia yang melimpah.

“Saya melihat ini perlu ditonton. Film ini dibuat oleh anak muda yang berusaha mengajarkan bahwa mencintai budaya Indonesia itu penting. Cintai Indonesia dari apa yang ia miliki, dan yang dimiliki Indonesia paling hebat adalah kebudayaan,” jelasnya.

Sementara, sang sutradara juga turut menyambut gembira dukungan banyak pihak. Dirinya pun berharap, karyanya dapat menjadi suguhan yang menyejukkan dalam tahun politik ini.

“Sebetulnya seperti dalam film ini, tergambar cinta pada Tuhan, kecintaan pada alam dan sesama adalah di atas segalanya,” terangnya.

Bali: Beats of Paradise mengisahkan perjalanan hidup Nyoman Wenten, seniman gamelan yang tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat bersama istrinya Nanik Wenten.

Kisah nyata sepasang suami istri asal Indonesia yang memiliki mimpi memperkenalkan gamelan Bali di dunia internasional menjadi inti cerita. Film ini melibatkan musisi terkenal di antaranya Judith Hill, seorang penyanyi sekaligus pencipta lagu asal California partner duet Michael Jackson, dan juga melibatkan gitaris jazz Indonesia asal Bali I Wayan Balawan.

Sineas kelahiran 3 April 1989 itu menambahkan, niatannya membuat film tersebut tak lepas dari keinginannya untuk semakin memperkenalkan gamelan di dunia internasional.

Film ini secara khusus mengangkat gamelan yang sebenarnya sudah dipakai menjadi musik di beberapa film Hollywood, seperti Avatar dan Star Trek, juga game nintendo Super Mario Bros. “Saya berharap Bali: Beats of Paradise tak hanya diputar di bioskop di Jakarta saja, di daerah juga,” ungkapnya.



CLOSE