Yowis Band 2, Lika-liku Remaja Mencari Jati Diri

Yowis Band 2, Lika-liku Remaja Mencari Jati Diri
Film Yowis Band 2 kembali mewarnai layar bioskop Indonesia pada 14 Maret 2019. ( Foto: istimewa )
Dina Fitri Anisa / EAS Jumat, 8 Maret 2019 | 12:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Setahun setelah Yowis Ben pertama dirilis dengan perolehan 935.622 penonton, ternyata film garapan Fajar Nugros dan Bayu Skak ini kembali mengembangkan kisahnya.

Perjalanan hidup anak-anak band berwajah Jawa dari Malang, Jawa Timur kembali mewarnai layar bioskop Indonesia pada 14 Maret 2019, dengan judul Yowis Ben 2.

Yowis Ben 2 merupakan lanjutan dari kisah empat orang remaja, Bayu (Bayu Skak), Doni (Joshua Suherman), Yayan (Tutus Thomson), dan Nando (Brandon Salim) yang membentuk grup musik sebagai bukti eksistensi di lingkungan sekolah satu tahun yang lalu.

Perjalanan hidup terus berputar, personel Yowis Ben lulus SMA, dan dihadapkan pada peliknya masalah kehidupan masing-masing personel yang lebih dramatik. Mulai dari dilema akan karier, cinta, keluarga, dan persahabatan, yang dibalut dengan sentuhan lintas budaya yang unik.

Memang selain cerita, kekayaan budaya adalah hal menarik yang membuat Yowis Ben berbeda dari film remaja pada umumnya. Ketika film remaja lain lebih banyak menggunakan bahasa asing atau bahasa kekinian, Yowis Ben lebih memilih menggunakan bahasa daerah.

Menurut pembuat ide cerita, pemain, sekaligus asisten sutradara, Bayu Skak, film ini dibuat untuk menyuarakan kepada semua orang bahwa kedaerahan itu jangan dilupakan.

"Belakangan ini kita melihat sudah banyak generasi muda yang tidak mau menggunakan bahasa daerah, jika terus didiamkan maka bahasa daerah lama-kelamaan akan dilupakan. Mengingat data dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI terdapat dua bahasa daerah yang punah setiap tahun. Jadi Yowis Ben datang dengan semangat kedaerahan dibalut dengan cerita persahabatan dan keluarga yang apik dan komedi kocak,” terang Bayu, saat gala premier Yowis Ben 2, di Jakarta Selatan, belum lama ini.

Sebelumnya Yowis Ben pertama, penggunaan bahasa Jawa Timur hampir 90%. Sedangkan untuk sekuel kali ini, Bayu memiliki ide untuk mengkombinasikan bahasa Jawa Timur dengan bahasa Sunda. 

Dari penggunaan dua bahasa daerah ini juga, Bayu berusaha untuk mengambil celah untuk berkomedi. Tidak berhenti sampai di situ saja, kejutan lain juga diberikan Yowis Ben agar mendapat tempat di hati penontonnya. Film ini mengajak penontonnya untuk karoke bersama menyanyikan setiap lagu yang dibuat sendiri oleh Bayu Skak dan kawan-kawan. 



Sumber: BeritaSatu.com