Child’s Play, Boneka Chucky Canggih Pembawa Dendam

Child’s Play, Boneka Chucky Canggih Pembawa Dendam
Film Child's Play. ( Foto: Istimewa )
Dina Fitri Anisa / WBP Sabtu, 6 Juli 2019 | 10:52 WIB

Tiga dekade setelah film Chucky pertama besutan sutradara Tom Holland, Child’s Play (2019) datang untuk meneror generasi selanjutnya. Chucky reboot menawarkan sebuah hiburan baru bagi para pencinta film thriller. Kini, boneka Chucky hadir lebih dekat dengan masyarakat urban, dan kisahnya pun mengikuti perkembangan zaman, dengan basis teknologi mutakhir.

Kisah film ini dimulai dengan kondisi masyarakat urban yang tergila-gila dengan kecanggihan teknologi pintar. Hingga akhirnya sebuah perusahaan besar bernama Kaslan meluncurkan sebuah boneka pintar. Boneka Buddi, adalah nama produknya. Boneka Buddi tidak dijual dengan harga murah. Pasalnya boneka berambut merah dan baju garis berwarna ini adalah boneka yang sangat canggih. Ia bisa berkomunikasi, mendeteksi wajah pemiliknya, mengontrol semua barang elektronik dengan sensor di jarinya, dan setia kawan.

Hingga akhirnya, semua anak termasuk Andy Barclay (Gabriel Bateman) berharap memiliki mainan mahal ini. Namun karena tidak mampu membelikan boneka untuk anaknya, Karen Barclay (Aubrey Plaza) membawa pulang boneka Buddi yang telah dikembalikan oleh konsumen, karena mengalami kerusakan.

Awalnya, Andy dan boneka barunya yang diberi nama Chucky (suara: Mark Richard Hamill) ini memiliki hubungan spesial, walau terkadang kerusakan Chucky membuat Andy ketakutan. Namun semakin Chucky mempelajari gerak-gerik dan emosi Andy, boneka ini pun berubah. Chucky tidak tinggal diam. Segala cara ia akan lakukan, bila sahabat baiknya itu memiliki dendam karena tersakiti.

Dari sepenggal sinopsis ini terlihat sudah perbedaannya, jika pada film Childs Play (1988), Chucky adalah si pembunuh keji yang dirasuki arwah, tetapi kini Chucky adalah boneka pembunuh karena terjadi kerusakan sistem pada perangkat kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence. Childs Play dengan gubahan terbarunya ini dirasa lebih berbahaya di zaman ponsel pintar seperti saat ini.

Dengan demikian, kedekatan personal film ini dirasa cukup kuat dan menghibur dibandingkan kisah terdahulu. Kini, penonton tidak hanya sekadar merasa ngeri melihat pembantaian keji si Chucky, tetapi sisi humor gelap di film ini juga berhasil membuat penonton tertawa lebar di kondisi denting sekalipun.

Dari sisi pemain, kehadiran aktor kecil Gabriel Bateman sebagai bintang utama dinilai cukup memuaskan. Dalam film ini ia berperan sebagai anak tunarungu, dan pendiam. Ia tidak memiliki teman dekat kecuali Chucky, hingga akhirnya dua remaja bernama Pugg (Ty Consiglo) dan Falyn (Beatrice Kitsons) menjadi teman barunya. Meski peran dua aktor remaja ini tidak banyak, tetapi kehadiran mereka sangat membantu film ini menjadi cair.

Secara keseluruhan, film dengan klasifikasi usia 17 tahun ini memberikan ketegangan sekaligus hiburan bagi penontonnya. Namun, bersiaplah melihat kucuran darah, dan ragam aksi pembunuhan sadis di film yang akan tayang pada pertengahan Juli 2019.

Judul: Child’s Play

Sutradara: Lars Klevberg

Pemain: Gabriel Bateman, Mark Richard Hamill, Aubrey Plaza, Ty Consiglo, dan Beatrice Kitsons

Genre: Thriller



Sumber: Suara Pembaruan