Film Crawl: Bertahan Hidup Melawan Buaya dan Badai Besar

Film Crawl: Bertahan Hidup Melawan Buaya dan Badai Besar
Poster film Crawl. ( Foto: Istimewa )
Diana Fitri Anisa / JAS Rabu, 10 Juli 2019 | 13:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebuah film bergenre horor dengan konsep disaster movie, bertajuk Crawl telah naik ke layar lebar. Film ini dibuat oleh rumah produksi Paramount akan memperlihatkan bagaimana buasnya buaya raksasa yang kabur dari penampungan.

Mulanya, film berdurasi 86 menit ini menceritakan seorang perempuan muda bernama Haley yang ingin menyelamatkan ayahnya, Dave, ketika badai kategori lima menerjang. Awalnya, situasi ini tidak terlalu mengancam nyawa, tetapi semua berubah ketika banjir masuk ke dalam ruang bawah tanah di rumahnya.

Ditambah lagi, dengan kehadiran buaya buas dengan panjang lebih dari 6 kaki. Matanya berwarna merah tajam di kegelapan, mereka bisa mendengar mangsanya yang berada di darat, dan gigi tajamnya siap mencabik mangsa hingga tak tersisa.

Terjebak dalam banjir dan dikelilingi buaya yang sudah menguasai Kota Florida ini membuat Dave dan Haley berjuang keras untuk bertahan hidup dan mencari pertolongan, agar tidak menjadi makanan para reptil itu.

Pertama, terdapat hal yang unik dalam pengambilan latar tempat dalam film ini. Bila biasanya film raptil buas mengambil latar tempat di alam bebas, tetapi Crawl lebih memilih latar yang sangat sederhana.

Mungkin pula hal ini disebabkan oleh minimnya biaya produksi yang digelontorkan Paramount. Diketahui, film ini hanya menghabiskan biaya produksi sekitar US$ 17 juta (Rp 239,7 miliar).

Meski minim, sekuat mungkin pengalaman sinematik penonton dibayar dengan ragam visual efek yang cukup, meski tidak begitu sempurna. Beberapa buaya sangat besar dengan gigi tajam yang mencekam, suara petir menggelegar, dan juga banjir bandang yang menakutkan seakan menguji adrenalin penonton selama film ini berlangsung.

Tidak hanya itu, hal lain yang ingin ditonjolkan film ini adalah pemilihan dua karakter utama yang tidak bisa dianggap remeh. Pemeran Haley, Kaya Scodelario, sudah terkenal lewat film-film seperti Skins, Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales, Extremely Wicked, dan Shockingly Evil and Vile. Sementara itu, Barry Pepper pemeran Dave, dikenal lewat Saving Private Ryan dan True Grit. Bahkan, keduanya pernah bermain dalam franchise film The Maze Runner.

Jadi tidak heran, bila keduanya memiliki hubungan emosional yang erat. Terlebih dalam film ini mereka terikat dengan hubungan anak dan orang tua. Sehingga, film ini tidak hanya membuat penonton merasakan suasana tegang dan gemetar ketakutan saja, tetapi juga berhasil mengaduk sisi emosi.

Bila masih ragu untuk menonton ini, Anda perlu melihat lebih dekat siapa saja orang yang ada di balik layar pembuatan Crawl. Shawn dan Michael Rasmussen, adalah orang yang menulis filmnya John Carpenter berjudul The Ward.

Kemudian, Crawl juga diarahkan oleh Alexandre Aja yang pernah menyutradarai The Hills Have Eyes dan Piranha 3D. Ia juga pernah memproduksi sebuah film berbarengan dengan Sam Raimi pada franchise film Evil Dead.

Bagaimana? Beberapa film blockbuster yang sudah mereka buat berhasil memberikan pengalaman yang cukup mendebarkan. Walau film yang telah tayang pada Rabu, 11 Juli 2019 di Indonesia ini kerap dibandingkan dengan Jaws, tetapi konsep buaya yang menyerang manusia lebih realistis dibandingkan hiu yang menyerang manusia, karena teritori buaya sendiri sudah diganggu oleh manusia.

Judul: Crawl

Sutradara: Alexandre Aja

Pemain: Kaya Scodelario, Barry Pepper, Morfydd Clark

Produser: Alexandre Aja, Sam Raimi, Robert Tapert, Craig J. Flores

Genre: Horor



Sumber: BeritaSatu.com