Film Remaja Good Boys Jawara di Box Office

Film Remaja Good Boys Jawara di Box Office
Brady Noon, Jacob Tremblay, dan Keith L. Williams dalam film Good Boys (2019). ( Foto: imdb.com )
Dina Fitri Anisa / EAS Senin, 19 Agustus 2019 | 14:25 WIB

Los Angeles, Beritasatu.com - Posisi Hobbs & Shaw minggu ini digeser oleh film komedi persembahan Universal Studio, Good Boys. Film yang dirilis pekan lalu ini menduduki posisi jawara karena meraup pendapatan US$ 21 juta (Rp 298,6 miliar) di 3.204 layar kawasan Amerika Utara.

Pendapatan itu rupanya berhasil melampaui perkiraan yang diberikan oleh perusahaan pengukuran Comscore. Film yang diperankan oleh aktor remaja ini awalnya diprediksi mengantongi pendapatan sebesar US$ 12 hingga US$ 15 juta saja. Good Boys yang dipoduseri oleh Seth Rogen dan Evan Goldberg, dibintangi oleh Jacob Tremblay, Keith L. Williams, dan Brady Noon. Film bercerita tentang bocah lelaki berusia 12 tahun yang bersiap-siap untuk pesta ciuman pertama mereka.

Cerita film ini digarap oleh Gene Stupnitsky. Dalam debutnya sebagai sutradara fitur, karyanya mampu diterima baik oleh para kritikus. Hal itu dibuktikan dari 80% penilaian positif yang diberikan oleh Rotten Tomatoes, dan juga nilai ‘B+’ dari CinemaScore.

"Gene Stupnitsky dan Lee Eisenberg dengan sempurna menggambarkan fase anak yang canggung. Itu sukses membuat penonton tertawa lepas. Lebih jauh, ketika Anda telah melihat nama Seth Rogen dan Evan Goldberg, maka Anda juga tahu mereka adalah ide kreatif di balik beberapa komedi paling ikonik dalam dekade terakhir,” kata kepala distribusi Universal, Jim Orr, seperti yang dikutip dari Los Angeles Times, Senin (19/8/2019).

Dengan keberhasilan Good Boys, Universal telah mendistribusikan beberapa film komedi asli dengan pembukaan terbesar dalam tiga tahun terakhir. Dua di antaranya adalah Blockers (2017) dengan raihan US$ 20,5 juta, dan Night School yang mendapatkan US$ 27,2 juta pada tahun lalu.

Posisi kedua minggu ini ditempati Hobbs & Shaw. Film spin off Fast and Furious ini menambahkan US$ 14,1 juta (Rp 199 miliar) di akhir pekan ke tiga. Jumlah kumulatif pendapatan film ini mencapai US$ 133,7 juta (Rp 1,9 triliun) dan US$ 437 juta (Rp 6,2 triliun) di pasar internasional.

Bertahan
Sementara di posisi ketiga masih dipertahankan The Lion King, dengan perolehan US$ 11,9 juta (Rp 169,2 miliar). Angka fantastis juga dipamerkan oleh film live action garapan Jon Favreau selama lima pekan terakhir, yang telah mencapai US$ 1,4 triliun (Rp 19 triliun) dari seluruh pasar domestik dan internasional.

Kemudian di posisi keempat ada The Angry Birds Movie 2. Film produksi Sony ini menghasilkan US$ 10,5 juta (Rp 149,3 miliar) di akhir pekan. Setelah rilis pada Selasa (13/8), film ini menghasilkan nilai kumulatif sebesar US$ 16,2 juta (Rp 230,4 miliar), jauh dari pendapatan pendahulunya yang tercatat sekitar, US$ 38,2 juta pada Mei 2016.

Pun demikian, dari segi kualitas, film yang dibuat dengan biaya produksi US$ 65 juta (Rp 924 miliar) itu berhasil diterima dengan baik oleh para kritikus. Nilai ‘B+’ dikeluarkan oleh CinemaScore, dan penilaian baik sekitar 78% juga didapat dari Rotten Tomatoes.

Sementara pada posisi kelima, Scary Stories to Tell in the Dark dari Lionsgate menambah US$ 10 juta di akhir pekan ke dua. Diketahui, pendapatan tersebut mengalami penurunan yang cukup drastis, yakni 52%. Dengan demikian, pendapatan kumulatif film ini adalah sekitar US$ 54,3 juta (Rp 772,3 miliar) secara global.



Sumber: BeritaSatu.com