47 Meters Down: Uncaged

Hiu Mengamuk di Labirin Gua Kota Kuno

Hiu Mengamuk di Labirin Gua Kota Kuno
Film sekuel dari 47 Meters Down: Uncaged akan tayang 23 Agustus 2019 ( Foto: imdb.com )
Dina Fitri Anisa / EAS Kamis, 22 Agustus 2019 | 13:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kisah amukan binatang buas rupanya tak pernah habis untuk difilmkan. Setelah kesuksesan film aligator Crawl, Juli lalu, kini muncul sekuel berjudul 47 Meters Down: Uncaged. Film thriller horor hiu di bawah laut ini digarap oleh sutradara Johannes Roberts dan rekan penulisnya Ernest Riera.

Film pertama yang tayang 2017 silam, sempat menembus box office dengan penjualan tertinggi. Total penjualan film pertama 47 Meters Down mencapai US$ 44,3 juta, dengan dana produksi hanya sekitar US$ 5,5 juta.

Berkaca pada sukses di karya pertama, film yang sudah berpindah tangan ke Entertaiment Studios, sebelumnya Dimension Films, mencoba menghadirkan sekuel dengan konsep yang sama.

Sekuel film hiu ganas yang rencana tayang 23 Agustus 2019 ini masih berkutat pada persoalan para tokoh yang akan berhadapan dengan tiga hal, yakni kedalaman, lautan, dan keganasan hiu. Hal yang sedikit berbeda adalah sang sutradara Roberts, tidak lagi mengambil petualangan ruang terbuka lebar di lautan. Roberts lebih menampilkan latar yang sempit, gelap, dengan suasana mencengkam.

Sekuel film ini bercerita tentang empat orang gadis remaja, Mia (Sophie Nelisse), Sasha (Corinne Fox), Alexa (Brianne Tju) dan Nicole (Sistine Stallone) yang sedang tamasya dan melakukan kegiatan menyelam di sebuah reruntuhan kota suku Maya bawah air. Tamasya mereka berubah menjadi tragedi ketika sebuah insiden menimpa keempatnya.

Mereka terhisap ombak hingga terjebak di gua bawah air. Mereka berusaha berenang melewati labirin yang sesak, dan ternyata di sana merupakan habitat hiu putih yang paling mematikan di lautan.

Lihai
Bagi pecinta film dengan ketegangan yang tiada habisnya, film ini bisa menjadi salah satu pilihan. Sang sutradara pun dikenal sebagai sutradara yang lihai memainkan adrenalin penonton. Seperti beberapa film sebelumnya yang berjudul Pray at Night (2018) yang tak hentinya memberikan ketegangan penuh kepada para penontonnya.

Namun, bila Anda mencari film dengan cerita yang kuat, film ini bukan menjadi pilihan yang tepat. Penonton tidak akan menemukan cerita haru atau ikatan kuat antar karakter satu dengan yang lainnya.

Naskah dialog dalam film ini hanya dijadikan pelengkap untuk menurunkan rasa tegang sesaat saja. Selebihnya, teriakan akan mendominasi di sepanjang durasi film.



Sumber: Suara Pembaruan