Joko Anwar Hadirkan Gundala Versi Sahabat Tuli

Joko Anwar Hadirkan Gundala Versi Sahabat Tuli
Sutradara Joko Anwar berpose saat menghadiri acara peluncuran film Gundala di Jakarta, Rabu 28 Agustus 2019. ( Foto: ANTARA FOTO )
Dina Fitri Anisa / EAS Selasa, 3 September 2019 | 11:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Animo film Gundala rupanya sudah tersebar luas di masyarakat, tak terkecuali dari penonton difabel penyandang tuli. Untuk memberikan pengalaman menonton yang sama dengan masyarakat lainnya, sutradara Joko Anwar akhirnya merilis film Gundala lengkap dengan teks bahasa Indonesia pada hari ini, Selasa (3/9).

Saat dihubungi Beritasatu.com melalui sambungan telepon, Selasa (3/9/2019), Joko Anwar menjelaskan, mulanya film Gundala memang sudah menyiapkan teks bahasa Indonesia dan Inggris. Saat dirilis, ia lebih dulu melihat apakah teks bahasa ini diperlukan atau tidak.

"Begitu kemarin terdapat beberapa sahabat tuli yang nge-twit untuk menayangkan film Gundala dengan subtitle bahasa Indonesia, kita langsung bilang ‘Oke, kita bikin ya.’ Akhirnya kita maksimalkan di beberapa kota,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang ia unggah pagi ini di Twitter pribadinya @jokoanwar, terdapat 20 bioskop di 10 kota besar yang akan memutarkan Gundala dengan teks bahasa Indonesia. Bioskop tersebut di antaranya di Jakarta, Bandung, Depok, Bogor, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Medan, Makassar, dan Semarang.

"Kita cari kota yang paling banyak penonton tulinya, baru kita keluarkan subtitle bahasa Indonesianya. Jadi semua penonton bisa nyaman. Mereka yang membutuhkan bisa menonton dengan subtitle, sedangkan yang tidak membutuhkan bisa menonton full tanpa terganggu,” ungkapnya.

Joko menambahkan, film itu adalah hiburan yang seharusnya bisa dinikmati oleh siapa saja, baik itu kaum difabel. Harapannya, inisiatif dari film Gundala untuk mewadahi para penonton tuli nantinya bisa diikuti oleh film-film lokal lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia pun juga menanggapi bagaimana respons positif yang diberikan oleh masyarakat yang sudah menonton film ini.

"Respons luar biasa, penonton semua tepuk tangan setelah film selesai. Kita selalu senang, itu sesuatu yang belum pernah saya rasakan kalau nonton di bioskop. Film ini bisa menimbulkan antusiasme dan kenikmatan menonton di bioskop,” tukasnya.



Sumber: Suara Pembaruan