Menguak Sisi Kelam Masa Lalu Joker

Menguak Sisi Kelam Masa Lalu Joker
Joaquin Phoenix dalam film Joker (2019). ( Foto: imdb.com )
Elvira Anna Siahaan / EAS Kamis, 3 Oktober 2019 | 09:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Percayalah, di balik sisi kejahatan manusia tersimpan masa lalu yang kelam. Konon, setiap orang jahat atau berperilaku sadis, pasti memiliki masa lalu yang menyedihkan. Biasanya mereka kerap disiksa, menerima perlakukan tidak baik, atau bahkan diterlantarkan oleh orang-orang yang mereka cintai.

Gambaran kelam kehidupan seorang anak manusia pun berhasil ditonjolkan sang sutradara Todd Phillips dalam film Joker (2019), garapan DC Films. Di awal mula saat film tersebut diumumkan, banyak penonton memprediksi genrenya pastilah action. Prediksi tersebut tidak salah, mengingat dalam film-film DC sebelumnya, Joker hanya digambarkan sebagai penjahat dengan dandanan badut yang kejam, sadis, tanpa belas kasihan.

Namun, dalam film garapan Todd Phillips, sisi kemanusiaan Joker dikuak. Penonton diajak melihat bagaimana seorang bisa menjadi sadis dalam kehidupan. Joker yang memiliki nama asli Arthur Fleck ternyata adalah anak yang selalu disiksa oleh ibunya. Bahkan Arthur yang mendapat nama kesayangan Happy oleh sang ibu, justru tidak pernah merasakan kebahagiaan dalam satu detik di hidupnya.

Pemeran Joker di film terbaru ini, Joaquin Phoenix, juga patut diacungi jempol. Setelah sebelumnya penonton dan pecinta Joker tidak bisa move on dari sosok Heath Ledger. Kehadiran Joaquin Phoenix di 2019 kini bisa menyamai rekor Ledger yang sadis dan kejam.

Dalam film Joker, genre yang ditampilkan bisa dibilang sedikit drama. Mengapa? Ada sisi di mana Arthur digambarkan ingin memiliki hubungan asmara dengan tetangga sebelah apartemennya. Bahkan ada pula halusinasi di mana ia berharap masa kecilnya teramat bahagia.

Sisi kemanusiaan lain yang ditampilkan sangat menyedihkan adalah saat Arthur berfokus pada perjalanan sosok komedian gagal. Arthur adalah pria yang diabaikan oleh masyarakat dan berubah menjadi penjahat yang sangat keji. Akhirnya, Arthur tumbuh dari masyarakat kalangan bawah yang terus gagal untuk meraih kesuksesan dalam profesinya sebagai komedian stand up. Hidupnya kerap dirundung pilu.

Titik terbawah hidup Arthur terjadi saat ia diolok-olok oleh presenter yang diperankan Robert De Niro lewat siaran TV nasional. Begitu banyak kekecewaan yang membuatnya menjadi pribadi pahit dan akhirnya, berubah menjadi pembunuh dengan julukan Joker.

Selain Phoenix film yang sudah tayang sejak 2 Oktober 2019 ini menampilkan akting dari Robert De Niro, aktris Zazie Beetz, Frances Conroy, Bill Camp, dan Marc Maron.



Sumber: Suara Pembaruan