Menanti Dendam si Ratu Ilmu Hitam

Menanti Dendam si Ratu Ilmu Hitam
Ario Bayu bermain dalam film horor terbaru berjudul "Ratu Ilmu Hitam" ( Foto: istimewa )
Dina Fitri Anisa / EAS Rabu, 6 November 2019 | 19:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Masih ingat film horor klasik Ratu Ilmu Hitam yang diperankan oleh Suzzanna pada 1981? Dua sineas berbakat, Kimo Stamboel dan Joko Anwar bekerja sama untuk menggarap ulang atau reboot film garapan Imam Tantowi itu. Film Ratu Ilmu Hitam versi terbaru ini akan hadir pada 7 November 2019.

Film yang sempat sukses di era 80-an ini mengusung konsep baru dan mengambil sudut pandang lain dari sebelumnya. Bercerita tentang Hanif (diperankan oleh Ario Bayu) membawa Nadya (Hannah Al Rashid) istrinya dan ke tiga anak mereka ke panti asuhan, tempat Hanif dulu dibesarkan.

Pengasuh panti itu, Pak Bandi (Yayu Unru), sudah sangat tua dan mengalami sakit keras. Hanif pun datang untuk menjenguk setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Dua sahabat Hanif saat tinggal di panti, Anton (Tatat Ginting) dan Jefri (Miller Khan) juga datang bersama istri-istri mereka.

Malam itu mereka semua tiba di panti asuhan yang terletak di luar kota dan jauh dari pemukiman penduduk itu. Mereka bermaksud bermalam di sana untuk memberikan penghormatan terakhir, untuk orang yang telah mengasuh mereka sejak kecil.
Mereka menyangka malam itu akan penuh dengan kedamaian. Tetapi mereka salah. Satu persatu dari mereka mengalami keganjilan yang mengerikan. Sebagian dari mereka diteror dengan hal-hal yang mereka takuti. Seseorang menginginkan mereka mati, dengan ilmu hitam yang sangat hebat.

Pada film ini, Kimo dan Joko pun berusaha melepaskan seluruh atribut Ratu Ilmu Hitam (1981). Mereka berdua hanya menyisakan beberapa esensi penting yang terkandung dalam cerita horor legendaris yang dibuat oleh Subagio Samtani, yakni hasad (dengki) dendam seseorang yang tersakiti di masa lalu.

Teror Baru
Tidak hanya dari segi cerita, alur ketegangan yang diciptakan juga berbeda dari pendahulunya. Alur cerita menuju ketegangan berjalan lambat di film ini. Bila di versi 1981 penonton mulai menghadapi kengerian sejak 10 menit pertama, di mana film dimulai dengan serangan gaib ilmu hitam yang membuat bulu kuduk bergidik.

Kali ini Joko merancang cerita dengan menghadirkan ketenangan di awal, agar penonton tidak terengah-engah menuju akhir cerita. Di bagian ini pula, Joko perlahan membuka persoalan dengan tutur dialog yang halus dan misterius. Sedangkan Kimo yang sebelumnya sudah dikenal sebagai ahli dalam membangun suasana mencekam, di sini ia berusaha mengeksplorasi berbagai teror baru, dan jumpscare yang tidak biasa.

Ratu Ilmu Hitam kembali lahir dengan pola pikir yang lebih universal. Bahkan Kimo dan Joko berusaha menguji kesabaran penonton menyaksikan para korban mengatasi masalah gaib yang dihadapi.



Sumber: Suara Pembaruan