Bumi Manusia Meraih Nominasi Terbanyak

38 Film Masuk dalam Nominasi FFI

38 Film Masuk dalam Nominasi FFI
Film "Bumi Manusia" masuk dalam 12 nominasi di Festival Film Indonesia 2019. ( Foto: istimewa )
Dina Fitri Anisa / EAS Kamis, 14 November 2019 | 14:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Festival Film Indonesia (FFI) 2019 telah mengumumkan daftar lengkap 21 peraih nominasi nominasi Piala Citra, Selasa (12/11/2019), di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat. Tercatat dari 123 judul film yang memenuhi persyaratan penilaian FFI, hanya 38 film panjang dan 22 film pendek yang lolos proses seleksi nominasi dewan juri.

Dikatakan Ketua Komite FFI 2019, Lukman Sardi, film-film yang lolos nominasi merupakan film yang mencerminkan citra karya terbaik Indonesia. Hal ini berlatar dari tujuan utama FFI untuk terus meningkatkan kualitas perfilman Indonesia.

"Film yang lolos ke nominasi mengusung tema, estetika, dan juga kualitas yang luar biasa. Para pembuat film kami nilai memiliki komitmen yang tinggi dalam berkarya. Tidak hanya pekerjaan, tetapi menaruh hati dan jiwa dalam setiap karya yang mereka buat,” jelasnya kepada Beritasatu.com, usai pengumuman nominasi Piala Citra di Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019).

Lukman Sardi berharap film-film yang masuk nominasi bisa menjadi patokan kualitas yang baik untuk generasi penerus di industri ini. Mulai dari gagasan, estetika, hingga keberagaman isu penting yang diangkat didalamnya.

"Apa yang telah dipilih kurator mencerminkan itu semua. Kita lihat gagasan-gagasan dalam film yang masuk nominator sangat beragam. Mulai dari soal budaya, kekerasan seksual, keluarga, dan juga potret kehidupan anak muda. Ini adalah sesuatu yang membuat optimis di masa depan, bahwa film Indonesia akan semakin maju dan berkembang," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komite Penjurian FFI 2019 Nia Dinata menjelaskan, nominasi final dilakukan oleh perwakilan Asosiasi Profesi Perfilman Indonesia. Dalam melakukan penilaiannya, Nia menjelaskan ada beberapa faktor yang jadi penilaian. Mulai dari kejernihan gagasan dan tema, kualitas dan estetika film, profesionalisme kerja serta orisinalitas. Selain itu, panitia seleksi FFI 2019 juga menambahkan unsur baru dalam proses penilaian, yakni kepekaan terhadap prinsip Bhineka Tunggal Ika.

"Kita tambahkan Bhineka Tunggal Ikanya, karena enggak semua negara punya prinsip itu. Jadi, baru tahun ini diperbaiki seperti itu. Panitia seleksi benar-benar fokus memberikan penilaian terhadap film yang mewakili keberagaman, meski menuai pro dan kontra,” tambah Nia.

Terbanyak
Semisal, dari daftar nominasi Piala Citra FFI 2019, film Bumi Manusia dan Kucumbu Tubuh Indahku meraih nominasi terbanyak FFI 2019 dengan 12 kategori. Setelahnya, ada film Dua Garis Biru yang memperoleh 11 nominasi.

"Kita dari komite penjurian dan seleksi, sama sekali tidak menghiraukan pro-kontra, karena film yang bagus itu justru film yang bisa menghasilkan diskusi publik, pro-kontra itu biasa,” ujar Nia.

Nia juga menegaskan komite penjurian juga mengenyampingkan jumlah penonton. Sebab, kesuksesan di pasar bukan jadi patokan juri dalam melakukan penilaian. Contoh kasus adalah film Dilan 1991 dan Suzzanna Bernapas dalam Kubur adalah film laris manis yang tidak lolos kurasi.

"Tim seleksi lebih banyak membicarakan kuratorial dan estetika film. Jadi jumlah penonton itu enggak pernah menjadi patokan atau tolok ukur siapa pun yang menjadi ketua komite seleksi dan penjurian,” tegas Nia.



Sumber: Suara Pembaruan