Jadi Film Horor Termahal di Indonesia, Jeritan Malam Dirilis Desember 2019

Jadi Film Horor Termahal di Indonesia, Jeritan Malam Dirilis Desember 2019
Herjunot Ali ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Chairul Fikri / CAH Selasa, 26 November 2019 | 07:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Stigma film horor yang hanya menampilkan kemolekan tubuh dan gaya erotis para pemainnya kini mulai bergeser dengan cerita yang berasal dari kisah nyata ataupun kisah urban legend di Indonesia yang terkenal hingga seantero dunia. Di penghujung tahun 2019 ini, satu lagi film bergenre horor diketengahkan oleh rumah produksi Soraya Intercine Film yang diangkat dari kisah nyata berjudul Jeritan Malam.

Hal itu terungkap saat dua tokoh yang bermain dalam film-nya ini mengunjungi kantor Beritasatu Media Holding dikawasan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Senin (25/11/2019).

"Film ini diangkat dari kisah nyata sahabat penulisnya yang pernah diangkat di Kaskus. Dimana film ini tidak akan menampilkan sosok hantu seperti kebanyakn film horor pada umumnya. Namun yang diangkat adalah kisah dan mitos bercampur budaya yang ada di Indonesia. Pesan dari film ini adalah membuat penonton mempertanyakan kembali tentang tujuan hidup. Film ini berusaha mengingatkan kita semua untuk respek terhadap mitos dan budaya yang ada di Indonesia meski kini kita sekarang hidup dalam alam modernisasi," ungkap Herjunot Ali.

Ditambahkan Junot, film ini juga banyak mengambil lokasi syuting yang tak biasa serta lama-nya waktu syutingnya.

Film ini total menghabiskan waktu syuting hingga 54 hari. Dengan menggunakan lokasi-lokasi yang nyata dan memang dikenal dengan keangkerannya yakni di daerah Sukabumi dan Banyuwangi.

"Mas Rocky Soraya berusaha ingin detail mengambil gambar dan mimik kami. Bisa dibilang film ini merupakan salah satu film horor termahal yang pernah dibuat di Indonesia, karena untuk pembuatan film-nya kira-kira menghabiskan Rp 20 Miliar yang artinya film ini mengalahkan angka produksi film horor lainnya. Buat saya wajar karena memang lokasi syuting yang tidak pernah sekalipun digunakan dan keseriusan para pemainnya bisa memunculkan emosi tersendiri sehingga kita yakin film ini akan bisa meraih simpati besar dari masyarakat," lanjut Junot.

Berbeda dengan bebebrapa film horor di Indonesia yang lain yang biasanya bintang utamanya di perankan oleh wanita, di film ini pihak rumah produksi mengetengahkan cerita tentang tiga tokoh laki-laki sebagai bintang utamanya. Lalu bagaimana mereka menggali chemistry agar bisa klop saat bermain.

"Untuk bisa klop satu sama lain, kita memang harus benar-benar mengerti karakter masing-masing. Biar gak ada jarak, dan kebetulan Wingky Wiryawan termasuk orng yang jahil. Dari situ akhirnya kita dapet chemistrynya. Sama-sama saling bantu saat kita akting sendiri dn mengasyiklah pokoknya," tegas Indra Brasco.

Film Jeritan malam sendiri bercerita tentang kisah Reza yang diperankan oleh Herjunot Ali yang diceritanya merupakan seorang pemuda yang ingin mandiri. Reza memutuskan menerima tawaran pekerjaan dari sebuah perusahaan berlokasi di Jakarta. Seiring penugasan kerja yang diterimanya, Reza menempati sebuah mess yang berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur.

Semenjak Reza tinggal di mess tersebut, banyak kejadian-kejadian aneh yang dialaminya bersama teman-temannya. Hal itu membuat mereka ingin menggali lebih jauh akan sejarah masa lalu dari mess yang mereka tempati itu. Film ini sendiri direncanakan akan dirilis 12 Desember 2019 mendatang di seluruh bioskop tanah air dan bisa jadi tontonan menarik jelang liburan akhir tahun ini.



Sumber: BeritaSatu.com