Kenali Bahaya Penyakit Otak Lewat Film 3D Brain Education

Kenali Bahaya Penyakit Otak Lewat Film 3D Brain Education
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH) Prof. Dr. Dr. dr. Eka Julianta Wahjoepramono, SpBS, Ph.D. memberi materi ilmu bedah syaraf dan otak kepada para peserta 3D Brain Cinema Education yang bertema The Amazing Human Brain And The Potential Catastrope di Cinemaxx MaxxBoxx, Lippo Village, Sabtu 30 November 2019. Sesi edukasi yang digelar oleh Fakultas Kedokteran UPH ini menarik diikuti karena membahas tentang bedah otak dan upaya penanganan terbaiknya yang diterangkan secara tampilan 3D oleh Prof. Eka Julianta. Wahjoepramono. ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
Chairul Fikri / EAS Minggu, 1 Desember 2019 | 06:13 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Sebagai organ vital dalam tubuh, otak dikenal sebagai pusat sistem saraf manusia yang bekerja sebagai pengendali, pengatur dan mengkoordinasi sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh.

Diketahui dalam otak manusia terdapat struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350 cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Hal itu juga yang lantas mendasari pihak Siloam Hospital Karawaci yang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH) menyelenggarakan edukasi tentang fungsi otak dan penyakit-penyakit yang mungkin ditimbulkan akibat gangguan terhadap otak manusia. 

Kerja sama dilakukan dengan aksi nonton bareng film 3D Brain Education bersama ratusan siswa, mahasiswa dan masyarakat umum yang dibuat oleh Prof Dr Eka J Wahjoepramono dan tim dokter dari Siloam Hospital, di Studio Cinemaxx, Lippo Village Karawaci, Tangerang, Banten, Sabtu (30/11/2019).

"Penyelenggaraan nonton bareng film 3D Brain Education diharapkan memberikan pengetahuan dan juga edukasi kepada para siswa, mahasiswa, para tenaga medis dan masyarakat umum tentang bagaimana otak manusia bekerja, sekaligus dampak gangguan yang terjadi dalam otak manusia. Dari penyelenggaraan nonton bareng ini, kami berharap masyarakat lebih peduli dengan kesehatan khususnya kesehatan otaknya dan mengetahui penyakit yang timbul akibat gangguan pada otak seperti penyakit strok," ungkap Elisa Laksana selaku Event dan Promotion UPH Karawaci usai menonton film 3D Brain Education.

Ditambahkan Elisa, selain memberi edukasi tentang bagaimana otak manusia bekerja, dalam film juga digambarkan bagaimana mengantisipasi gangguan yang terjadi akibat penyakit-penyakit otak. Kegiatan ini diharapkan menggugah keingintahuan dan ketertarikan masyarakat, khususnya generasi muda terhadap jurusan kedokteran yang ada di UPH.

"Kegiatan ini sebagai media promosi untuk memperkenalkan jurusan dan fakultas kedokteran UPH yang memiliki keunggulan di bidang kedokteran dibanding jurusan dan fakultas Kedokteran di universitas lain. Para mahasiswa yang berkuliah di UPH memperoleh kesempatan untuk melakukan kerja praktek dan juga memiliki kesempatan untuk diasuh dan dibimbing oleh para dokter-dokter terbaik yang sebagian berasal berpraktek di Siloam Hospital," tambahnya.

Senada dengan pihak UPH, menurut Tania selaku Head Of Marketing Siloam Hospital Karawaci, kegiatan ini yang merupakan kerja sama juga dimanfaatkan sebagai media edukasi bagi pihak Rumah Sakit Siloam untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat luas tentang upaya penanganan dan antisipasi terhadap masalah gangguan pada otak.

"Kami mengedukasi masyarakat tentang pentingnya merawat otak dari penyakit yang timbul akibat gangguan otak. Dan upaya ini juga sebagai media kami menjelaskan kepada masyarakat tentang kesiapan sarana dan prasana serta SDM Siloam Hospital di seluruh Indonesia khususnya di Siloam Hospital Karawaci. Kami berharap masyarakat percaya kami mampu menangani pasien gangguan yang timbul akibat penyakit pada otak, tentunya dengan kesiapan alat-alat kedokteran dan juga tenaga medis serta dokter spesialis dibidangnya," katta Tania. 

Film 3D Brain Education ini berdurasi kurang lebih 60 menit. Dalam film, para penonton dapat mengetahui fungsi-fungsi serta penyakit yang timbul akibat gangguan pada otak serta bagaimana tim dokter spesialis yang ada Siloam Hospital menangani pasien yang datang akibat penyakit yang timbul. Dengan penayangan film ini, pihak UPH dan Siloam Hospital menjelaskan bahwa masyrakat yang memiliki gangguan terhadap otak kini tak perlu lagi jauh terbang ke luar negeri untuk mengobati penyakitnya. 



Sumber: BeritaSatu.com