Siap-siap, 2020 Milea Menyapa Generasi Milenial dan Z

Siap-siap, 2020 Milea Menyapa Generasi Milenial dan Z
Harianus Zebua, Head of Corporate and Marketing Communication OT Group (tiga dari kanan), Vanesha Prescilla (dua dari kiri), diapit para pendukung film “Milea” berfoto bersama usai peluncuran trailer di Epicentrum, Jakarta, Senin 9 Desember 2019. ( Foto: istimewa )
Elvira Anna Siahaan / EAS Selasa, 10 Desember 2019 | 13:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kesuksesan dua trilogi kisah novel Dilan yang diangkat ke layar lebar telah mendapat pengakuan dari industri perfilman nasional. Terbukti, lebih dari 10 juta penonton bioskop Indonesia sudah menonton kisah asmara Dilan dan Milea di film Dilan 1990 dan Dilan 1991.

Kini, memasuki awal tahun 2020, para Dilanisme (sebutan penggemar Dilan) dari generasi milenial dan Z, akan disuguhkan dengan kisah terakhir dari trilogi berjudul Milea.

Tepatnya pada Februari, bertepatan dengan perayaan valentine, Milea diputar di bioskop di Tanah Air. Film yang bergenre romantis ini menyasar penonton usia remaja atau yang populer dengan istilah generasi milenial dan generasi Z.

"Saya sudah tidak sabar untuk melihat antusias penonton di film ini. Semoga film ini bisa melejit seperti dua film sebelumnya,” kata Vanesha Prescilla yang berperan sebagai Milea, di sela-sela peluncuran trailer.

Kehadiran film Milea ini juga diakui Vanesha Prescilla tak lepas dari dukungan sponsor utama Wafer Tango. Dikatakan Harianus Zebua, Head of Corporate and Marketing Communication OT Group, di sela-sela launching trailer Milea, Senin (9/12), keterlibatan tahun ini memang untuk merangkul generasi muda, khususnya gen Z.

Tidak hanya sebagai sponsor utama, pada kesempatan ini wafer Tanggo juga menyertakan program Tango Peduli Gizi Anak Indonesia (TPGAI). Nantinya, sebagian dari penjualan wafer Tango edisi Milea akan disalurkan untuk perbagikan gizi.

"Target kami tetap generasi milenial, dan generasi ini dikenal sebagai generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sosial. Jadi kami berharap dengan melibatkan program TPGAI, kami dapat menggugah kepedulian dari Dilanisme generasi milenial,” kata Harianus Zebua.

Ditambahkan Harianus, program TPGAI selama tujuh tahun telah membantu mengatasi permasalahan gizi anak Indonesia, khususnya di kepulauan Nias, Sumatera Utara. Ada ratusan anak dengan status gizi buruk dengan kondisi yang sangat memprihatinkan berhasil diselamatkan hingga menyandang status gizi baik. Puluhan ribu anak usia sekolah juga telah dijangkau edukasi tentang gizi dan pola hidup sehat melalui program TPGAI.



Sumber: BeritaSatu.com