Intip Kebiasaan Guru di film Guru-guru Gokil

Intip Kebiasaan Guru di film Guru-guru Gokil
Aktor Gading Marten bermain dalam film drama berjudul "Guru-guru Gokil". ( Foto: istimewa )
Dina Fitri Anisa / EAS Rabu, 22 Januari 2020 | 20:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - April 2020, film komedi yang mengungkap kegilaan guru di luar aktivitas mengajar, berjudul Guru-guru Gokil, tayang di bioskop Tanah Air. Film produksi Base Entertaiment ini pertama kalinya menggabungkan bintang film papan atas Indonesia yakni Gading Marten dan Dian Sastrowardoyo.

Dian Sastrowardoyo (Dian Sastro), selaku produser kreatif mengatakan, film ini terinspirasi dari tingkah laku unik para guru di luar aktivitas mengajar mereka. Aktivitas unik itulah yang mendasari pemilihan kata gokil dalam judul.

"Kebiasaan guru di luar kelas, semisal hobi mereka apa? Itulah yang kami angkat dalam film. Ternyata di luar kelas, guru juga punya kegiatan masing-masing yang unik-unik. Mereka menjadi orang yang berbeda saat di dalam dan di luar kelas,” kata Dian Sastro dilansir dari siaran pers, Selasa (22/1/2020).

Tidak hanya sebagai pemain, film Guru-guru Gokil juga diagarap langsung oleh Dian Sastro bersama mentornya Shanty Harmayn. Peran Dian sebagai produser ini juga menjadi langkah baru di dunia perfilman.

Film bercerita tentang Taat (Gading Marten), seorang yang berambisi sukses, namun sering menemui kegagalan dalam karier. Taat selalu beranggapan bahwa kesuksesan itu adalah memiliki uang banyak. Sampai suatu saat keadaan mengharuskan Taat untuk bekerja menjadi guru pengganti di sebuah sekolah dan di saat yang bersamaan terjadi insiden yang menimpa para guru.

Melalui persahabatannya dengan para guru yang diperankan oleh Dian Sastro (Nirmala) dan Boris Bokir (Pak Manul) di sekolah, pandangan Taat terhadap uang dan kesuksesan berubah.

Keterlibatan Gading dalam film ini, diakui Dian sangat pas. Pasalnya Gading terbukti sudah malang melintang di film bergenre komedi.

"Pertama ditawari main film ini langsung menerima. Jalan ceritanya bagus dan tidak biasa,” jelas Gading.

Ditambahkan produser Base Entertainment, Shanty Harmayn, untuk menggarap film komedi ini tidak membutuhkan biaya yang besar. Namun khusus untuk film dengan tema pengajaran ini, pihaknya meminta nasihat dari beberapa organisasi pendidikan.



Sumber: Suara Pembaruan