Pandemi Corona, Pendapatan Box Office Turun 80%

Pandemi Corona, Pendapatan Box Office Turun 80%
Film drama romantis I Still Believe menempati posisi kedua di kancah box office kawasan Amerika Utara. (Foto: istimewa)
Dina Fitri Anisa / EAS Senin, 16 Maret 2020 | 20:26 WIB

Los Angeles, Beritasatu.com - Kekhawatiran terhadap corona terus meningkat dan efeknya pada box office global telah dirasakan, menyebabkan hampir 80% pendapatan turun. Bayangkan saja, hasil pendapatan 10 besar film akhir pekan ini jika digabungkan hanya berkisar di angka US$ 50,35 juta (Rp 750, 7 miliar). Padahal di minggu sebelumnya, pendapatan satu film di peringkat teratas bisa mencapai Rp 574 miliar.

Data tersebut menunjukkan, nilai pendapatan tersebut merupakan penghasilan terendah box office sejak tahun 1995. Saat ditelusuri lebih jauh, anjloknya angka box office dikarenakan setiap film saat ini mengalami penurunan rata-rata lebih dari 60%.

Selain itu, sederet film besar yang seharusnya tayang di bulan ini memilih untuk menunda jadwal perilisan hingga 10 April mendatang.

Alhasil karena tidak ada saingan yang cukup kuat, film Onward kembali menduduki peringkat satu box office di minggu ke dua penayangan. Film produksi Disney dan Pixar ini hanya dapat membawa pulang pundi sekitar US$ 10,5 juta (Rp 156 miliar) dari 4.310 layar. Pendapatan tersebut turun 73% dari minggu sebelumnya.

Hingga saat ini, penghasilan film yang disutradarai oleh Dan Scanlon ini memiliki total pendapatan US$ 61 juta (Rp 910 miliar) di kawasan domestik. Sedangkan di 47 pasar internasional, film animasi dengan biaya produksi sekitar US$ 100 hingga 200 juta ini hanya menghasilkan US$ 41,4 juta (Rp 617,9 miliar).

Posisi selanjutnya ditempati oleh film produksi Lionsgate bertajuk I Still Believe. Film yang digarap oleh duo sutradara Andrew Erwin dan Jon Erwin menghasilkan US$ 9,5 juta (Rp 141,7 miliar) di pekan perdananya.

Seperti semua film yang baru rilis di akhir pekan ini, I Still Believe harus berlapang dada menerima pendapatan yang tidak sesuai dengan harapan. Pun demikian, setidaknya kesedihan tersebut dapat berkurang saat para kritikus dan penonton memberikan apresiasi akan kualitas karya ini.

Respons Positif
Dalam situs Cinemascore, film ini mendapat nilai A, sedangkan di Rotten Tomatoes serbuan pujian pun didapat. Akhirnya I Still Believe mendapat 99% respons positif di situs tersebut.

I Still Believe merupakan film adaptasi dari kisah nyata. Penonton akan berkenalan lebih jauh dengan musisi Jeremy Camp dan perjalanannya tentang cinta dan kehilangan. Camp kala itu berusia 32 tahun. Dia telah menjual albumnya lebih dari 4,5 juta keping.

Posisi ke tiga, terdapat film baru bertajuk Bloodshot. Produksi Sony Pictures ini meraih US$ 9,3 juta (Rp 138,8 miliar) di pekan perdananya. Sedangkan secara internasional, Bloodshot memulai debutnya di 50 pasar dengan total, US$ 15,1 juta (Rp 225,5 miliar). Pasar utama di akhir pekan lalu dipimpin oleh Rusia US$ 2,4 juta dan disusul oleh Meksiko US$ 1,2 juta.



Sumber: BeritaSatu.com