Industri Film Membutuhkan SDM Berkualitas yang Kekinian

Industri Film Membutuhkan SDM Berkualitas yang Kekinian
Garin Nugroho ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Dina Fitri Anisa / EAS Rabu, 1 April 2020 | 20:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Merayakan Hari Film Nasional 2020 pada 30 Maret 2020, beberapa sineas berdiskusi untuk membangun industri film yang berkelanjutan. Diskusi yang dihadiri oleh Garin Nugroho, Hanung Bramantyo, Nia Dinata, Joko Anwar, Riri Riza, dan Upi ini menyimpulkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan mengerti perkembangan di era digital sangat dibutuhkan.

Tak dipungkiri, membangun industri film berkelanjutan memang tidak pernah lepas dari peran penting seorang film maker atau pembuat film. Lewat karya mereka, film berdiri menjadi sebuah produk budaya yang dapat menjadi alat bercerita dan penggerak perubahan di sebuah zaman.

Tidak hanya kreatif dan memiliki kemampuan yang baik, pembuat film juga harus paham bagaimana industri dapat bekerja kedepannya.

Sutradara film Kucumbu Tubuh Indahku, Garin Nugroho mengatakan, di era digital semua orang dipermudah untuk menjadi apa saja. Termasuk, menjadi sutradara dan membuat film sesuai dengan kreativitas diri. Namu, apakah dengan tingginya angka penggunaan internet di Indonesia membuat masyarakatnya melek digital yang fungsional dan kompetitif?

Untuk itulah, seorang sutradara harus memahami bahwa di industri perfilman dunia memiliki sebuah hukum klasik, yaitu standar profesional. Garin mengatakan, negara maju dalam industri perfilman pasti dapat menjaga standar profesionalisme dalam sinematografinya.

Lewat standar profesionalisme, maka selera penonton ditumbuhkan, bukan diikuti. Jika sebuah negara atau kebudayaan tidak dapat menumbuhkan etika dan profesionalismenya, maka industri perfilmannya pun tidak akan stabil.

"Karena kita tidak bisa meraba kesuksesan, keberhasilan, dan pencapaian. Untuk itu, pembuat film harus kembali punya dasar profesionalisme dengan berbagai macam perspektif. Seperti Amerika, yang selalu menjaga pengetahuan film dengan menjaga profesionalismenya,” ungkap Garin belum lama ini. .



Sumber: BeritaSatu.com