Inilh Siasat Promosi Film Lebih Kreatif Selama Pandemi

Inilh Siasat Promosi Film Lebih Kreatif Selama Pandemi
Marcella Zalianty, penggagas Indiskop Film Festival 2020, saat jumpa pers daring, Rabu 24 Juni 2020. (Foto: Dina Fitri Anisa / isimewa)
Dina Fitri Anisa / EAS Sabtu, 27 Juni 2020 | 21:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai salah satu sektor ekonomi yang terkena dampak pandemi Covid-19, industri perfilman di Indonesia terpaksa menghentikan sementara kegiatan produksi dan juga penayangan film pada 2.051 layar bioskop. Lantas, bagaimanakah siasat para pengusaha film Indonesia untuk terus mempromosikan karya-karyanya di tengah situasi pelik ini?

Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Marcella Zalianty, mengatakan untuk menyelesaikan persoalan dibutuhkan gotong royong dari seluruh stakeholder yang ada, mulai dari pengusaha film, pekerja kreatif, dan juga pemerintah.

“Di sini insan kreatif harus bersama memutar otak untuk menjaga sustainability perfilman. Situasi ini membuat kita akhirnya menjadi kreatif untuk merespons keadaan sosial, meningkatkan optimisme dan semangat gotong royong dalam mengatasi pandemi ini bersama. Kita butuh bantuan pemerintah, untuk memberikan kebijakan yang strategis ke depannya,” kata Marcella dalam webinar Sinergi DFI Forum 2020, Sabtu (27/6/2020).

Perempuan yang mencetuskan bioskop rakyat Indiskop ini juga mengatakan, pihaknya tengah bekerja keras untuk tetap memajukan industri perfilman di masa pandemi. Salah satu cara yang ia tempuh adalah dengan menggelar Indiskop Film Festival 2020.

“Tidak hanya sebagai medium hiburan saja tetapi sebagai medium literasi, bagaimana mengajak masyarakat untuk mengapresiasi perfilman Indonesia,” terang Marcella.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru Kemendikbud RI, Ahmad Mahendra mengatakan saat ini pemerintah pusat sedang menyiapkan surat keputusan bersama (SKB) untuk memastikan mekanisme bekerja para sineas di lokasi syuting.

SKB disusun oleh Kemdikbud, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan.

“Saat ini protokol kesehatan untuk fasilitas umum sebenarnya sudah bisa dipakai untuk syuting. Tetapi kami menunggu SKB untuk memastikan syuting di lapangan itu aman dan bisa dilakukan,” terangnya.

Tidak hanya itu, rencananya pemerintah juga akan membatu promosi film-film nasional yang akan tayang di tengah pandemi ini. Salah satu caranya dengan membuat program nonton bersama (nobar) di setiap minggunya.

“Kalau ada dana lebih, seminggu bisa kita lakukan dua sampai tiga kali. Kita akan beli tiketnya, dan diberikan secara cuma-cuma untuk masyarakat yang ingin menonton,” tutur Ahmad Mahendra.



Sumber: BeritaSatu.com