Imlek di Tahun Politik
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Imlek di Tahun Politik

Selasa, 5 Februari 2019 | 10:30 WIB
Oleh : Lona Olavia, Bhakti Hariani / DAS

Depok,Beritasatu.com - Perayaan Imlek sudah mendunia. Itu karena warga keturunan Tionghoa sudah menyebar dan tinggal di berbagai penjuru dunia. Warga perantauan ini beranak pinak dan membentuk komunitas. Tak mengherankan di banyak negara muncul kawasan-kawasan pecinan.

Di Indonesia, Imlek dirayakan secara terbuka setelah pemerintah secara resmi menjadikannya hari libur fakultatif sejak 1999 dan menjadi hari libur nasional pada 2003.

Tema Imlek Nasional Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) tahun ini adalah "Penimbunan Kekayaan Akan Menimbulkan Perpecahan di Antara Rakyat. Penyebaran Kekayaan Akan Menyejahterakan Rakyat".

"Hal penting adalah jangan sampai pemimpin hanya mengutamakan kepentingannya sendiri apalagi sampai korupsi," kata Ketua Majelis Agama Konghucu Indonesia (Makin) Depok, Suwito kepada Beritasatu.com, di kediamannya di wilayah Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (4/2).

Ia menuturkan, perayaan tahun 2019 atau 2570 Kongzili bertepatan dengan tahun politik. Umat berharap akan terpilih pemimpin yang adil dan mampu menyejahterakan rakyat.

Suwito juga berharap, Presiden Joko Widodo dapat hadir pada perayaan Imlek Nasional Matakin yang digelar 10 Februari mendatang di TMII, Jakarta. "Sejak menjabat presiden, beliau belum pernah datang. Saya paham mungkin beliau sibuk. Tapi saya berharap beliau bisa datang dan bertemu kami umat Konghucu," katanya.

Sementara itu puncak perayaan Imlek Nasional 2019 akan diselenggarakan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 7 Februari mendatang. Perayaan yang diperkirakan bakal dihadiri sekitar 10.000 orang ini mengusung tema "Merajut Kebinekaan Memperkokoh Persatuan”.

Ketua Panitia Imlek Nasional 2019, Sudhamek AWS mengatakan, tema perayaan Imlek kali ini adalah wujud dari tindakan dan komitmen warga Tionghoa Indonesia untuk tetap bersatu dalam keberagaman. Perayaan akan terasa istimewa karena pilihan desain dan susunan acara yang dirangkai sesuai tema. Warna dasar yang menjadi latar belakang acara ini adalah merah putih yang menggambarkan dimensi kebangsaan. Merah putih dirangkai dengan motif batik mega mendung yang menggambarkan dimensi akulturasi budaya.

Alat musik klasik guzheng digunakan untuk mengiringi lagu-lagu kebangsaan Indonesia. Sementara kolintang digunakan untuk mengiringi lagu-lagu daerah Indonesia maupun lagu Mandarin. Atraksi khas Tionghoa barongsai juga ditampilkan bersama dengan reog dan ondel-ondel. Aneka kuliner khas Tionghoa dan makanan dari berbagai daerah di Indonesia.

Seluruh rangkaian festival perayaan Imlek terbuka untuk masyarakat umum di JIExpo Kemayoran, pada tanggal 7-10 Februari 2019 mulai pukul 10.00-22.00 WIB.

Imlek 2570 diharapkan menjadi lantunan kebaikan dalam spektrum yang lebih luas, sekaligus menjadi harapan warga keturunan Tionghoa di Indonesia untuk turut berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Suku Tionghoa Indonesia yang telah bergenerasi hidup di negeri ini menjadikan Indonesia sebagai tanah kelahiran yang akan selalu dicintai dan diperjuangkan bersama.

Perayaan Imlek Nasional 2019 diharapkan bisa menjadi momentum penting bagi warga Indonesia Tionghoa dalam turut membangun bangsa Indonesia yang besar, makmur, dan damai. Juga menjunjung tinggi toleransi dengan cara terus merajut kebinekaan dan memperkokoh persatuan Indonesia. "Sebagai generasi penerus, warga Indonesia Tionghoa adalah bagian tak terpisahkan dari bangsa Indonesia. Suku Indonesia Tionghoa harus ikut aktif memperjuangkan pembangunan Indonesia menjadi bangsa besar yang disegani, mandiri secara ekonomi, berbudaya luhur dan berkeadilan di segala bidang," katanya.

Setelah Reformasi
Perayaan Imlek seperti sekarang mulai terasa setelah reformasi menghampiri demokrasi Indonesia. Sebelum reformasi, perayaan Imlek harus dilakukan di dalam lingkungan keluarga atau tidak menyolok di depan umum. Aturan di kala era Orde Baru itu tertuang dalam Inpres No 14/1967 yang mengatur tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat Cina. Beleid itu ditandatangani Jenderal TNI Soeharto pada 6 Desember 1967.

Setelah rezim Orde Baru tumbang pada 1998, Inpres itu dicabut dengan terbitnya Keputusan Presiden No 6/2000 pada 17 Januari 2000 di era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Kebijakan itu berlanjut pada keluarnya Keputusan Presiden No 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif atau hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya.

Pada 2000 atau Imlek 2551 Kongzili, Matakin mengambil inisiatif merayakan Imlek secara terbuka sebagai puncak Ritual Agama Konghucu secara nasional dengan mengundang Presiden Abdurrahman Wahid.

Pada 2002 atau di era kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri, Imlek ditetapkan sebagai hari libur nasional. Saat menghadiri perayaan Imlek 2553 Kongzili yang diselenggarakan Matakin, Megawati mengumumkan bahwa Imlek sebagai hari libur nasional dimulai sejak 2003. Pengumuman ini ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No19/2002 tentang Hari Tahun Baru Imlek, tertanggal 9 April.

Kini semarak Imlek tak lagi hanya dirasakan oleh warga keturunan Tionghoa melainkan seluruh masyarakat dapat menikmati. Selain di kelenteng, lampion dan berbagai hiasan bernuansa merah dan emas menghiasi pusat-pusat perbelanjaan. Imlek menjadi semakin leluasa dirayakan.

Suwito menuturkan, perayaan Imlek intinya berdoa atau sembahyang di pergantian hari menuju Imlek. “Kami berdoa agar segalanya terlindungi dan menjadi sejahtera," katanya.

Imlek juga identik dengan berbagai hidangan di antaranya adalah jeruk dan pisang serta kue keranjang atau nien kao. Tiga hidangan ini tidak boleh terlupakan dan disajikan di meja persembahan. "Jeruk ini maknanya adalah keberkahan. Kalau pisang berarti pengharapan karena bentuk setandan pisang seperti tangan yang sedang berdoa. Sedangkan kue keranjang hidangan utama yang harus ada sejak dulu. Kue keranjang ini kami sajikan di hadapan altar persembahan di rumah masing-masing," papar ayah dari tiga orang anak ini.

Sedangkan hidangan lain yang disajikan di antaranya masakan dari olahan ikan, olahan daging babi, olahan daging ayam, olahan sayur dan juga ada sajian teh, kopi, arak. "Kami sajikan hidangan yang disukai oleh para leluhur kami. Seperti ini biasanya ikan bandeng tapi karena leluhur kami sejak dulu menggunakan ikan mujair maka kami menggunakan ikan mujair. Disesuaikan saja," katanya

Bandeng dan Akulturasi
Di kawasan Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, bandeng masih menjadi primadona saat Imlek. Sepanjang trotoar Jalan Rawa Belong Raya dan Jalan Sulaiman yang mengarah ke Pasar Bunga Rawa Belong menjadi pasar kaget ikan bandeng.

Seorang penjual ikan bandeng, Rojali (35) mengatakan, sudah menjadi rutinitas para pedagang ikan membuka lapak dagangan di kawasan tersebut beberapa hari menjelang Imlek. Tidak hanya etnis Tionghoa yang merayakan Imlek, etnis Betawi di Rawa Belong juga ikut merayakannya dengan menikmati ikan bandeng.

"Ini bandeng tambak dari Muara Karang dan memang ikannya besar-besar, karena khusus dijual buat Imlek," kata dia.

Rojali menyebut, para konsumennya yang mayoritas etnis Betawi membeli ikan bandeng untuk diberikan kepada mertuanya. Menurut kepercayaan orang Betawi, jika tidak memberi bandeng kepada mertua, akan menyebabkan keretakan rumah tangga. "Sudah turun-temurun tiap Imlek itu orang Betawi setahun sekali makan bandeng bareng keluarga besar. Biasanya dibikin pindang dan dikasih petai," katanya.

Yunus Haddinotto, pengasuh Vihara Buddha Sasana menyebutkan, tradisi makan ikan bandeng oleh orang Betawi saat Imlek adalah bagian dari akulturasi budaya yang telah berlangsung selama ratusan tahun. "Budaya Tionghoa dan Indonesia tidak jauh berbeda, karena keturunannya yang sudah tinggal di sini selama berabad-abad dan tradisi yang telah bercampur dengan sempurna," ujarnya.

Menurutnya, cara menikmati ikan bandeng di kalangan etnis Tionghoa maupun Betawi sangat mirip. Bagi etnis Tionghoa di Indonesia maupun di negara asalnya, ikan itu lambang kehidupan yang makmur sejahtera sepanjang masa. Makannya pun tidak sendiri, tetapi bersama keluarga di malam tahun baru. "Cara masaknya juga sama, dipindang dengan kecap dan kuah," katanya.

Di Vihara Dhanagun, Jalan Suryakancana, Kota Bogor, ritual memandikan rupang (patung) dewa dilakukan sebelum Imlek.

Menurut Sekretaris dua Yayasan Dhanagun, Sigit Surjadi Rusly, ritual memandikan rupang sebelum perayaan Imlek bertujuan agar patung-patung yang ada di wihara bersih serta adanya semangat kebersamaan antarwarga Tionghoa. “Memandikan patung dewa juga bisa dijadikan sebagai refleksi membersihkan pikiran dan jiwa menjadi lebih baik. Ada dewa Hok Tek Chingsin (Dewa Bumi) sebagai tuan rumah di sini," jelas Sigit, Minggu (3/2).

Titin (50), salah seorang warga yang ikut prosesi memandikan patung, mengatakan, ia sudah dua tahun ini ikut mencuci patung dewa. Titin berharap mendapatkan berkat dari dewa, khususnya Dewi Kwan Im yang memang hanya boleh dimandikan oleh kaum perempuan.

Sebelum membersihkan rupang, warga menjalani ritual Ciak Jay, yakni tidak memakan hidangan daging tiga hari sebelum kegiatan. Juga bagi yang sudah berkeluarga, harus menahan diri untuk tidak berhubungan badan selama satu minggu atau paling sedikit tiga hari.

"Dibersihkannya dengan menggunakan air biasa. Nanti bilasan terakhir menggunakan air bunga tujuh jenis. Setelah selesai, disimpan kembali ke tempatnya," tambah Titin.

Secara terpisah, Jureynolds, mahasiswa S3 jurusan studi Pendidikan Bahasa Mandarin Minzu University of China menjelaskan, Imlek berasal dari dialek hokkian untuk Yinli yang berarti penanggalan lunar (bulan) yang dipakai oleh etnis Tionghoa sejak berabad-abad lalu. Sehingga tahun baru Imlek dapat diartikan sebagai tahun baru dalam kalender penanggalan lunar, sebagai pertanda awal musim semi.

Nenek moyang etnis Tionghoa selain sebagai pedagang, banyak juga yang bermata-pencaharian sebagai petani. Hari raya Imlek ini ditunggu-tunggu sebagai pertanda berakhirnya musim dingin dan datangnya awal yang baru yakni musim semi.

"Pepatah Tiongkok berbunyi rencana tahunan dimulai dari musim semi. Sehingga, menjadikan hari raya Imlek sebagai perayaan terbesar dalam penanggalan lunar yang dirayakan oleh etnis Tionghoa di dunia, termasuk di Indonesia," ujarnya kepada Beritasatu.com, Senin (4/2).

Persiapan tahun baru Imlek, untuk diketahui dimulai pada bulan 12 tanggal 23 penanggalan lunar sampai dengan tanggal 30. Segala persiapan meliputi membersihkan rumah, menyiapkan segala keperluan dan makanan perayaan, sembahyang dewa dan leluhur dan sebagainya. Segala persiapan dilakukan dengan sukacita untuk menyambut tahun baru yang lebih baik.

Ucapan
Akulturasi budaya terus terjadi. Dalam proses itu ada fenmena yang menggelikan karena ketidakmengertian, salah satunya terkait ucapan selamat tahun baru.

Ucapan gong xi fa cai (baca: kung si fa cai) sudah begitu populer di masyarakat sehingga dianggap memiliki arti “selamat tahun baru Imlek”. Padahal ucapan “Selamat tahun baru” dalam Bahasa Mandarin adalah Xin nian kuai le.

Sangat mungkin masyarakat latah mengucapkan gong xi fa cai seolah selamat tahun baru, sama seperti ketika mengucap minal aidin wal faidzin seolah berarti "mohon maaf lahir dan batin”.

Mengenai ucapan tahun baru Imlek, menurut Jureynolds, terdapat berbagai macam versi. Yang paling sering digunakan oleh etnis Tionghoa di luar daratan RRT adalah gong xi fa cai, yang berarti “dengan hati yang hormat dan sukacita mengucapkan semoga makmur sejahtera”.

Mengucapkannya biasa dengan soja (cara hormat dengan tangan), yaitu tangan kanan dikepal dan dibungkus tangan kiri, lalu diletakkan di depan dada atau sebatas leher. Cara soja seperti ini yang paling umum dilakukan oleh laki-laki. Sedangkan, bagi wanita tangan kiri dikepal dan dibungkus tangan kanan.

Jureynolds menambahkan, tradisi pai (hormat) ini dilakukan oleh setiap etnis Tionghoa segala umur, dan ketika seorang muda dan anak-anak yang belum menikah mengucapkan kepada seorang dewasa dan sudah menikah, maka akan diberikan angpao, yaitu amplop merah yang diisi dengan uang. "Uang yang diisi dalam angpao ini bernama bermakna menghilangkan segala yang tidak baik bagi si pemberi, dan mendoakan keselamatan selama setahun bagi si penerima," ucapnya.

Ucapan selamat tahun baru biasanya juga dilanjutkan dengan beberapa kalimat berisi harapan baik, seperti xen ti jian kang (tubuh yang sehat), wan shi ru yi (segala persoalan bisa dilalui dengan lancar), shen yi xing rong (bisnis semakin maju), xin xiang shi zhen (terjadilah apa yang dipikirkan).

Kalimat ikutan yang populer di kalangan jomblo adalah hong bao na lai yang artinya “mana angpao-nya?”

Selamat Tahun Baru Imlek, bagi yang merayakan.

Selamat menikmati hari libur, bagi yang tidak merayakan Imlek. Semoga semua makhluk berbahagia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

TAG: 
BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Reaksi Berlebihan KPK

Tiga periode beruntun, lima pimpinan KPK tidak bisa bersama menuntaskan jabatan sebagai satu tim.

NASIONAL | 15 September 2019

Memahami Visi Baru Jokowi

Jokowi mengatakan siap "menghajar" birokrasi yang penuh pungli.

POLITIK | 15 Juli 2019

Era Baru Transportasi Urban Dimulai

Presiden Jokowi punya rencana besar membangun jaringan transportasi total 260 km di Jabodetabek.

MEGAPOLITAN | 24 Maret 2019

Infrastruktur Kekuatan Jokowi di Debat Pilpres Kedua

Isu infrastruktur bakal menjadi kekuatan petahana sekaligus sasaran tembak bagi penantang pada debat capres.

FOKUS | 17 Februari 2019

Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur

Pembangunan berbagai jenis infrastruktur selama ini sudah on the right track atau tepat arah sehinga perlu dilanjutkan untuk menyejahterakan rakyat.

FOKUS | 17 Februari 2019

Government Shutdown Terlama dalam Sejarah AS

Kebuntuan anggaran di Amerika sudah berlangsung 23 hari dan berdampak pada ratusan ribu pegawai.

DUNIA | 14 Januari 2019

Kelompok Ali Kalora Diperkirakan Tak Sampai 10 Orang

Kelompok Ali Kalora ini tidak punya ideologi jelas dan tidak diakui JAD.

NASIONAL | 4 Januari 2019

2019, Neraca Perdagangan Harus Kembali Surplus

Jika neraca perdagangan terus defisit, rupiah akan sangat tertekan dan memukul semua sektor ekonomi.

EKONOMI | 26 Desember 2018

Salip Malaysia, RI Raja CPO Hilir Dunia

Indonesia kini mampu memproduksi 145 jenis produk CPO hilir, Malaysia hanya sekitar 110 produk.

EKONOMI | 11 Desember 2018

Kabur ke Gunung Setelah Menghabisi Empat Nyawa

Tersangka sempat membantah melakukan pembunuhan, tetapi semua bukti dan kesaksian membuatnya tak bisa mengelak.

MEGAPOLITAN | 25 November 2018


TAG POPULER

# Malala Yousafzai


# Tes PCR


# Pinjol Ilegal


# Molnupiravir


# Liga Champions



TERKINI
Mowilex Setop Produksi Cat yang Mengandung Timbal

Mowilex Setop Produksi Cat yang Mengandung Timbal

EKONOMI | 21 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings