Infrastruktur Kekuatan Jokowi di Debat Pilpres Kedua
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Infrastruktur Kekuatan Jokowi di Debat Pilpres Kedua

Minggu, 17 Februari 2019 | 17:34 WIB
Oleh : Yustinus Paat, Robert Wardy / DAS

Jakarta,Beritasatu.com - Pembangunan infrastruktur adalah isu yang selama ini paling banyak dan paling sering menjadi bahan perdebatan antarkedua kubu kandidat presiden. Isu ini menjadi kekuatan kampanye petahana karena kenerjanya selama memerintah, namun sekaligus menjadi sasaran tembak bagi penantang pada Pilpres 2019.

Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengemukakan, debat kedua pada Minggu (17/1/2019) dengan tema pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam, akan terjadi saling serang.

Kubu penantang yaitu Prabowo Subianto akan menyerang berbagai kebijakan petahana yang selama ini dianggap tidak realistis. Sementara petahana yaitu Jokowi akan menjelaskan apa yang telah dikerjakan siap menyerang balik penantang jika data yang disampaikan tidak tepat. “Keduanya pasti akan ubah strategi yang beda dengan debat pertama,” kata Arya di Jakarta.

Ia menjelaskan penantang akan mempertanyakan efek infrastruktur yang tidak menyentuh sektor riil. Efek yang tidak dihasilkan saat ini -karena infrastruktur lebih ke efek jangka panjang- akan digunakan penantang untuk mendelegitimasi klaim keberhasilan infrastruktur dari petahana.

Sementara petahana akan mencoba menjelaskan berbagai keberhasilan dan target yang akan dibangun ke depan jika terpilih lagi. “Bagi petahana, komunikasi tidak lagi normatif. Tidak berbicara ‘akan’ lagi, tetapi apa yang sudah dikerjakan. Jika tidak bisa menjelaskan secara baik, akan berdampak pada elektabilitas petahana,” jelas Arya.

Meski debat akan seru, Arya mengemukakan efek terhadap eloktoral dari pelaksanaan debat sangat kecil. Hal itu terlihat dari hasil debat pertama yang tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan elektoral dari kedua calon.

“Swing voters (yang belum menentukan pilihan, Red) memang masih menunggu. Tapi kecil efeknya. Maka kedua calon harus ubah strategi di debat kedua. Terutama bagi petahana, pasti akan ubah strategi dari sebelumnya yang sempat cenderung menyerang. Petahana mungkin akan bertahan dengan menyampaikan beberapa prestasi yang selama ini mendapat apresiasi publik,” tutup Arya.

Peneliti Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC), Sirajuddin Abbas menilai, isu infrastruktur bakal menjadi salah kekuatan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dalam debat pilpres kedua. Menurut Abbas, capaian pembangunan infrastruktur Jokowi sangan menonjol secara nasional.

“Jokowi masih mempunyai prospek positif dalam kaitan dengan pembangunan infrastruktur. Capaian pembangunan infrastruktur nasional sangat menonjol dibandingkan pemerintah sebelum-sebelumnya,” ujar Abbas.

Dalam waktu singkat Jokowi bisa membangun infrastruktur begitu banyak. Bukan hanya jalan tol seperti yang selama ini mengemuka melainkan juga transportasi berbasis rel, pelabuhan, dan bandara. Infrastruktur juga menyentuh bidang telekomunikasi, energi, dan pertanian. Dari sisi persebaran, infrastruktur dibangun tidak terkonsentrasi di Jawa.

“Dalam tiga tahun terakhir, survei kami selalu menunjukkan bahwa masyarakat sangat puas dengan pembangunan sektor infrastruktur di era Jokowi dibandingkan sektor-sektor lainnya,” katanya.

Jokowi, kata Abbas, tinggal menarasikan dengan baik keberhasilan di sektor infrastruktur ini dalam debat Pilpres kedua. Narasi yang baik terhadap keberhasilan yang ada bisa menambah keuntungan elektoral bagi Jokowi khususnya terhadap masyarakat pemilih yang mendapat informasi tidak benar.

“Selama ini banyak kritik terhadap pembangunan infrastruktur ini tidak berdasar. Misalnya, soal utang yang membengkak karena pembangunan infrastruktur. Ya, memang mau tidak mau kan kita berutang agar bisa membangun infrastruktur dan itu pilihan. Yang penting, kita lihat rasio utang terhadap gross domestic product atau GDP kita, ternyata masih kecil, sekitar 30 persen dan itu masih sangat aman,” jelas dia.

Pada 2018, PDB Indonesia mencapai Rp 14.735,85 triliun. Sementara pada 2017 hanya Rp 13.588,8 triliun. Total utang pemerintah pusat selama 2018 mencapai Rp 4.418,3 triliun. Angka itu meningkat 10,59% jika dibandingkan dengan periode yang sama atau sepanjang 2017 yang sebesar Rp 3.995,2 triliun.

Berdasarkan data resmi Kementerian Keuangan Januari 2019, total utang tersebut terdiri dari pinjaman sebesar Rp 805,62 triliun dan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 3.612,69 triliun. Dengan produk domestik bruto (PDB) selama tahun lalu sebesar Rp 14.735,85 triliun, maka rasio utang pemerintah sebesar 29,98 persen terhadap PDB.

Jokowi, kata Abbas, juga harus menjelaskan bahwa tujuan dari pembangunan infrastruktur adalah jangka menengah dan panjang. Jika ada jalan tol atau bandara masih sepi saat ini jangan dimaknai bahwa pembangunannya tidak memberikan dampak positif kepada masyarakat.

“Jakowi harus memberikan penjelasan-penjelasan yang mencerahkan dalam waktu yang singkat tersebut. Karena, celah-celah tersebut bisa menjadi sasaran tembak dari Prabowo, yang bisa mempengaruhi pilihan masyarakat,” katanya.

Menurut Abbas, Prabowo juga harus memberikan kritik terukur. “Jangan sampai blunder. Juga harus menyampaikan kebijakan inovatif dan kreatif dari apa yang telah dilakukan Jokowi. Jika tidak, Jokowi akan dengan mudah menguasai panggung debat,” pungkas dia.

Klarifikasi
Direktur eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya mengatakan, debat pilpres kedua menjadi momentum yang tepat bagi jokowi untuk menjelaskan makna besar di balik pembangunan infrastruktur selama ini. Harus diakui, infrastruktur menjadi legacy dari pemerintahan Jokowi.

“Debat ini merupakan momentum yang baik meskipun waktunya singkat bagi Jokowi untuk memberikan penjelasan tentang makna besar di balik pembangunan infrastruktur, misalnya dengan pembangunan infrastruktur, Indonesia menjadi negara yang kuat, mengalahkan negara lainnya atau infrastruktur menjadi sarana menciptakan pemerataan pembangunan demi keadilan sosial,” ujar Yunarto.

Jokowi tidak perlu terlalu masuk ke dalam hal teknis pembangunan infrastruktur. Pasalnya, waktu debat sangat singkat dan penjelasan teknis bisa dilakukan oleh menteri terkait atau tim sukses. Jokowi hanya perlu memberikan narasi besar apa yang mau dicapai dari pembangunan infrastruktur dan mengklarifikasi informasi-informasi yang tidak benar selama ini.

“Jokowi sebenarnya harus menang mudah di debat kedua ini. Karena tema-temanya merupakan legacy bagi pemerintahan Jokowi karena Jokowi melakukan sesuatu yang baru, misalnya pembangunan infrastruktur di daerah terpencil, penguasaan 50 persen lebih saham PT Freeport, pembubaran petral dan kebijakan Jokowi lainnya,” ungkap dia.

Apalagi, kata Yunarto, dalam dua bulan terakhir, Jokowi tampak agresif untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi terkait kebijakan-kebijakan pemerintah selama ini. Agresivitas Jokowi tersebut, menurut Yunarto bisa mempengaruhi psikologis pemilih.

“Kritik terhadap pembangunan infrastruktur juga sebenarnya tidak kuat. Misalnya, soal utang, padahal rasio utang kita terhadap GDP masih aman, sekitar 30 persen atau kritik terhadap hasil pembangunan infrastruktur yang belum maksimal sekarang, kan infrastruktur ini program jangka menengah dan panjang serta harus diakui bisa saja satu atau dua yang tidak berhasil secara maksimal, tetapi secara umum berhasil,” pungkas dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Reaksi Berlebihan KPK

Tiga periode beruntun, lima pimpinan KPK tidak bisa bersama menuntaskan jabatan sebagai satu tim.

NASIONAL | 15 September 2019

Memahami Visi Baru Jokowi

Jokowi mengatakan siap "menghajar" birokrasi yang penuh pungli.

POLITIK | 15 Juli 2019

Era Baru Transportasi Urban Dimulai

Presiden Jokowi punya rencana besar membangun jaringan transportasi total 260 km di Jabodetabek.

MEGAPOLITAN | 24 Maret 2019

Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur

Pembangunan berbagai jenis infrastruktur selama ini sudah on the right track atau tepat arah sehinga perlu dilanjutkan untuk menyejahterakan rakyat.

FOKUS | 17 Februari 2019

Imlek di Tahun Politik

Tema Imlek Matakin, "Penimbunan Kekayaan Akan Menimbulkan Perpecahan di Antara Rakyat. Penyebaran Kekayaan Akan Menyejahterakan Rakyat".

FOKUS | 5 Februari 2019

Government Shutdown Terlama dalam Sejarah AS

Kebuntuan anggaran di Amerika sudah berlangsung 23 hari dan berdampak pada ratusan ribu pegawai.

DUNIA | 14 Januari 2019

Kelompok Ali Kalora Diperkirakan Tak Sampai 10 Orang

Kelompok Ali Kalora ini tidak punya ideologi jelas dan tidak diakui JAD.

NASIONAL | 4 Januari 2019

2019, Neraca Perdagangan Harus Kembali Surplus

Jika neraca perdagangan terus defisit, rupiah akan sangat tertekan dan memukul semua sektor ekonomi.

EKONOMI | 26 Desember 2018

Salip Malaysia, RI Raja CPO Hilir Dunia

Indonesia kini mampu memproduksi 145 jenis produk CPO hilir, Malaysia hanya sekitar 110 produk.

EKONOMI | 11 Desember 2018

Kabur ke Gunung Setelah Menghabisi Empat Nyawa

Tersangka sempat membantah melakukan pembunuhan, tetapi semua bukti dan kesaksian membuatnya tak bisa mengelak.

MEGAPOLITAN | 25 November 2018


TAG POPULER

# Malala Yousafzai


# Tes PCR


# Pinjol Ilegal


# Molnupiravir


# Liga Champions



TERKINI
Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 20 Oktober 2021

Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 20 Oktober 2021

BERITA GRAFIK | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings