2013 Jadi Ajang Perang Politik
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

2013 Jadi Ajang Perang Politik

Senin, 24 Desember 2012 | 10:00 WIB
Oleh : B1

Karakter politikus yang cenderung minta dilayani potensial menimbulkan konflik.

Tahun 2013 adalah tahun memanasnya dunia perpolitikan nasional. Begitu prediksi yang disampaikan Wakil Ketua DPD RI Laode Ida, dalam sebuah diskusi di Gedung DPR Jakarta, akhir pekan lalu.

Situasi semakin memanas itu dapat dipahami karena partai-partai politik akan lebih fokus pada persiapan menghadapi Pemilu 2014. Anggota DPR, DPD, bahkan DPRD, akan mempersiapkan dirinya bertarung lagi memperebutkan kursi itu.

Lawannya macam-macam, termasuk para calon yang maju dari parpol baru seperti Nasional Demokrat (Nasdem), bahkan dengan rekan separtai yang gagal lolos di pemilu sebelumnya.

Tentu saja kondisi demikian akan mempengaruhi kinerja Pemerintah dan DPR. Para pucuk pimpinan eksekutif kebanyakan adalah anggota parpol juga, dalam artian akan juga sibuk mengurusi pencalonannya.

"Para politisi dan pejabat akan konsentrasi pada diri dan kelompoknya, cenderung mengabaikan kepentingan rakyat," kata Laode.

Buktinya, setidaknya tiga partai menengah-besar; Partai Demokrat (PD), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS); sudah menyatakan ada prioritas bagi anggota DPR/DPRD yang saat ini untuk dicalonkan lagi di 2014.

"Prioritas diberikan ke incumbent, didaftarkan kembali itu diprioritaskan, semuanya akan diseleksi majelis tinggi," kata anggota Dewan Pembina PD, Melani Leimena Suharli.

Saking panasnya pertarungan itu, Laode bahkan memprediksi hal itu bisa jadi menimbulkan gesekan hingga konflik. Apa sebab? Menurut Laode, dengan 'dilumasi' oleh karakter politikus saat ini yang cenderung menunjukkan sikap minta dilayani oleh masyarakat, pada akhirnya justru menimbulkan akibat tidak baik bagi citra mereka sendiri.

Hal itu berpotensi meciptakan kondisi berontak dari rakyat yang “terjajah”, yang akhirnya memunculkan perlawanan-perlawanan dari rakyat. Pada kasus tertentu, kondisi itu terkadang diprovokasi oleh politisi-politisi tak puas hingga akhirnya mengerucut pada berbagai bentuk konflik horizontal.

"Saya prediksi 2013 eskalasi konflik akan lebih luas lagi. Apakah militer akan turun menangani berbagai konflik politik? Kalau konflik terlalu tinggi maka militer akan turun menanganinya,” kata Laode.

Panasnya pertarungan para calon legislatif itu sejak 2013, memang bisa dipahami. Sebab hal itu menjadi poin menentukan. Karena selain terkait kuasa dan tunjangan sebagai anggota dewan, apabila terpilih, juga menyangkut proyek berikutnya, yakni Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Seperti diketahui, syarat untuk seseorang boleh dicalonkan sebagai capres-cawapres oleh parpol adalah jumlah raihan kursi partai/gabungan partai di parlemen. Atau persentase tertentu dari jumlah suara pemilih yang diperoleh partai dalam pemilihan legislatif. Hal ini kerap disebut sebagai Presidential Threshold (Pres-T). Ini berarti merebut jumlah kursi di DPR semaksimal mungkin adalah kunci.

Sebagai contoh, PDI Perjuangan harus 'rela' berkoalisi dengan Partai Gerindra pada Pemilu 2009 lalu demi memenuhi syarat pencalonan Megawati Soekarnoputri sebagai capres. Padahal jumlah kursi mereka di DPR lebih dari 90, namun tak melewati batas 20 persen alias 112 kursi anggota di DPR.

Peneliti Charta Politika, Arya Fernandez, bahkan menyebut debat RUU itu akan memulai pertarungan keras itu. Partai-partai menengah dan kecil tentunya ingin angka persyaratan sekecil mungkin agar bisa mengajukan calonnya sendiri. Sebaliknya, partai yang besar seperti PD, Golkar, dan PDI-Perjuangan tentu ingin sebaliknya.

"Perkiraan saya, kecuali Demokrat, Golkar dan PDI-P akan bertahan di angka 15-20%. Demokrat akan realistis karena melihat tren suara yang terus menurun. Sementara partai menengah kecil akan usung angka 5-10%," kata Arya.

Pertarungan selanjutnya adalah pada level perang tafsir antara kesuksesan atau kegagalan kinerja pemerintah. Bila Pemerintah berhasil, maka partai-partai koalisi akan saling klaim kesuksesan. Sebaliknya bila Pemerintah gagal, partai oposisi akan berebut insentif elektoral dari kegagalan pemerintah.

Secara khusus, Arya mengingatkan agar pertarungan juga akan memanas di internal Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi Pemerintah. Partai-partai koalisi akan jaga jarak dengan pemerintah bila tren kepuasan terhadap SBY-Boediono terus menurun.

"Partai-partai juga akan mulai menggoyang pemerintah untuk dapatkan simpati pemilih di 2014," tukasnya. "Partai-partai yang selama ini menyimpan kartu truf, di 2013 akan ungkap kasus-kasus korupsi sejumlah partai terutama pada kasus-kasus mega korupsi."

Dan terakhir adalah tentunya terkait masalah pilpres. Menurutnya, pertarungan di level capres akan lebih intensif lagi dimana pola dan kecenderungan dukungan partai-partai terhadap capres akan mengerucut di pertengahan 2013.

Partai-partai mulai akan terbuka mendukung calon terntentu. Di sisi lain, perang udara antara-capres melalui iklan di media massa televisi akan semakin intensif.

"Di pertengahan 2013 nama-nama kandidat saya perkirakan akan mengerucut pada 5 nama, sejumlah nama akan berguguran," tutur Arya.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini


BERITA LAINNYA

Reaksi Berlebihan KPK

Tiga periode beruntun, lima pimpinan KPK tidak bisa bersama menuntaskan jabatan sebagai satu tim.

NASIONAL | 15 September 2019

Memahami Visi Baru Jokowi

Jokowi mengatakan siap "menghajar" birokrasi yang penuh pungli.

POLITIK | 15 Juli 2019

Era Baru Transportasi Urban Dimulai

Presiden Jokowi punya rencana besar membangun jaringan transportasi total 260 km di Jabodetabek.

MEGAPOLITAN | 24 Maret 2019

Infrastruktur Kekuatan Jokowi di Debat Pilpres Kedua

Isu infrastruktur bakal menjadi kekuatan petahana sekaligus sasaran tembak bagi penantang pada debat capres.

FOKUS | 17 Februari 2019

Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur

Pembangunan berbagai jenis infrastruktur selama ini sudah on the right track atau tepat arah sehinga perlu dilanjutkan untuk menyejahterakan rakyat.

FOKUS | 17 Februari 2019

Imlek di Tahun Politik

Tema Imlek Matakin, "Penimbunan Kekayaan Akan Menimbulkan Perpecahan di Antara Rakyat. Penyebaran Kekayaan Akan Menyejahterakan Rakyat".

FOKUS | 5 Februari 2019

Government Shutdown Terlama dalam Sejarah AS

Kebuntuan anggaran di Amerika sudah berlangsung 23 hari dan berdampak pada ratusan ribu pegawai.

DUNIA | 14 Januari 2019

Kelompok Ali Kalora Diperkirakan Tak Sampai 10 Orang

Kelompok Ali Kalora ini tidak punya ideologi jelas dan tidak diakui JAD.

NASIONAL | 4 Januari 2019

2019, Neraca Perdagangan Harus Kembali Surplus

Jika neraca perdagangan terus defisit, rupiah akan sangat tertekan dan memukul semua sektor ekonomi.

EKONOMI | 26 Desember 2018

Salip Malaysia, RI Raja CPO Hilir Dunia

Indonesia kini mampu memproduksi 145 jenis produk CPO hilir, Malaysia hanya sekitar 110 produk.

EKONOMI | 11 Desember 2018


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Kontrak Bantargebang Segera Berakhir, DPRD Minta Pemprov DKI Serius Kelola Sampah

Kontrak Bantargebang Segera Berakhir, DPRD Minta Pemprov DKI Serius Kelola Sampah

MEGAPOLITAN | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings