Nama-Nama Baru Muncul, Senior Tetap Dominan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Nama-Nama Baru Muncul, Senior Tetap Dominan

Senin, 24 Desember 2012 | 10:01 WIB
Oleh : B1

Duet Megawati dan JK diprediksi menjadi kekuatan dashyat dalam Pilpres 2014.

Politisi dan para Pengamat secara mayoritas sudah memprediksi suhu politik akan meningkat pada 2013. Hal itu terkait persiapan para politisi yang duduk sebagai legislatif dan eksekutif untuk bertarung di Pemilu 2014.

Hasil pemilu legislatif itu akan bermuara pada pertarungan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Saat ini sudah muncul nama-nama yang potensial untuk dijadikan sebagai figur capres-cawapres yang akan diajukan di 2014.

Apabila merunut pada sejumlah survei yang rutin dilakukan beberapa lembaga survei, nama-nama yang muncul di tempat teratas didominasi figur lama tapi baru.

Mayoritas survei menunjukkan tempat teratas masih ditempati oleh Presiden Kelima RI dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dia kerap bersusul-susulan dengan pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Lalu diikuti mantan Wapres Jusuf Kalla, ada Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum PAN Hatta Radjasa, Ketua Umum Hanura Wiranto, hingga nama seperti Ibu Negara Ani Yudhoyono, dan mantan menteri keuangan Sri Mulyani.

--------------------------
Tabel I

Elektabilitas capres 2014

1. Prabowo Subianto 14,5% (naik 7,8%)
2. Megawati 14,4% (naik 4,4%).
3. Jusuf Kalla 11,1% (naik 5,5%).
4. Aburizal Bakrie 8,9% (naik 3,7%).
5. Wiranto 4,1% (naik 2,4%)
6. Sri Sultan 2,4% (turun 0,7%)
7. Hatta Rajasa 1,6% (turun 0,7%)
8. Ani Yudhoyono 1,6% (turun 1,4%)
9. Hidayat Nur Wahid 1,5% (turun 0,7%)
10. Mahfud MD 1,4% (turun 0,6%)
11. Dahlan Iskan 1,2% (tetap)
12. Anas Urbaningrum 0,8% (turun 0,4%)

Sumber: Hasil Survei Center for Strategic and International Studies (CSIS)
------------------------------

----------------------
Tabel II

1. Megawati Soekarnoputri 15,2 persen
2. Prabowo Subianto 10,6 persen
3. Jusuf Kalla 7 persen
4. Aburizal Bakrie 5,6 persen
5. Sri Sultan Hamengku Buwono X 4,9 persen
6. wiranto 3,9 persen
7. Boediono 3 persen
8. Surya Paloh 2,6 persen
9. Hatta Rajasa 2,2 persen
10. Nama lain 11,5 persen
11. Belum tahu 18,2 persen

Sumber: Hasil Survei Lembaga Survei Indonesia
-----------------------------------------------------------

Sementara nama-nama baru yang kerap dilabeli capres muda seperti Mahfud MD, Priyo Budi Santoso, Anas Urbaningrum, Pramono Anung, Anies Baswedan, hingga Puan Maharani, belum bisa menandingi elektabilitas calon tua, setidaknya bila dilihat dari hasil survei.

Tokoh-tokoh lama tapi baru itu tentunya memunculkan pesimisme akan adanya perubahan ke arah lebih baik. Politisi senior PKB, Effendy Choirie pun mengingatkan agar pada 2014, rakyat jangan kembali salah pilih partai maupun capresnya. Sebab, jika sekali salah memilih, maka selama lima tahun selanjutnya akan kecewa dengan kepemimpinan nasional ini.

“Jadi, rakyat harus memilih anggota DPR RI yang tidak memeras BUMN dan tidak memainkan anggaran, tapi harus berintegritas dan komitmen untuk kepentingan rakyat. Satu lagi, juga jangan memilih DPR dan presiden karena uang, melainkan yang bisa mengelola negara,” ujar Effendy Choirie di Jakarta, Jumat (21/12).

Walau demikian, dia tak menolak bila rakyat memang kerap berada dalam posisi sulit karena tak bisa menghindari keterbatasan pilihan itu. Sementara itu, politisi senayan yang juga mantan anggota DPR dari PKB, Hermawi Taslim mengatakan, yang dibutuhkan bangsa saat ini adalah figur yang yang mampu menyelaraskan antara ucapan dan perbuatannya.

Sudah tidak saatnya lagi, menurut Hermawi, seorang pemimpin hanya bisa berkata manis tanpa diikuti perbuatan yang mensejahterakan rakyatnya. “Capres yang kita ingini adalah orang yang berbuat dan berkata dalam satu kata. Orang yang bisa berbuat dan berkata sama,” kata Hermawi.

Duet Mega-Kalla

Sejumlah nama memang sudah disebut-sebut oleh lembaga survei sebagai calon potensial yang akan maju di Pilpres 2014. Hingga sejauh ini, setidaknya empat partai sudah secara terbuka menyatakan elit partainya sebagai calon, yakni Golkar dengan Aburizal Bakrie, PAN dengan Hatta Radjasa, Partai Hanura dengan Wiranto, dan Partai Gerindra dengan Prabowo Subianto.

Di antara keempat nama itu, semuanya masih kalah ataupun seimbang dari sisi elektabilitas dengan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP dan Presiden RI Kelima. Begitu setidaknya hasil kesimpulan sementara berdasar survei oleh beberapa lembaga.

PDIP sendiri sama sekali belum berbicara bahkan menentukan siapa figur capres yang akan diusung. Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo berkali-kali menyampaikan pihaknya belum membicarakan topik pilpres.

Tjahjo hanya menekankan, siapapun yang akan diusung, pada akhirnya keputusan ada di tangan Megawati Soekarnoputri. "Kami serahkan kepada Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Tjahjo.

Namun ada fenomena menarik belakangan ini karena bisik-bisik di kalangan pewarta di DPR menyebutkan Megawati berpeluang besar untuk berpasangan dengan mantan Wapres RI Jusuf Kalla (JK).

JK berada di lima besar figur capres berdasarkan survei dan angkanya lebih tinggi lagi bila ditempatkan sebagai wapres. Sayangnya, hal inipun sama sekali belum pernah ditanggapi oleh pihak PDIP.

Padahal menurut Peneliti Charta Politika Arya Fernandez, apabila bersatu, Mega-JK akan jadi kekuatan dashyat. "Mega-JK adalah komposisi yang cukup menarik. Dua-duanya punya pengalaman memimpin yang teruji, memenuhi komposisi jawa-luar jawa, mempunyai basis massa yang berbeda," jelas Arya di Jakarta, Jumat (21/12).

Uniknya, justru figur seperti Ketua Umum Hanura Wiranto yang berani terbuka menyatakan kesiapan sebagai capres, walau hasil survei menunjukkan elektabilitasnya tak sampai 7 persen. "Rakernas Partai Hanura pada akhir tahun lalu memutuskan untuk mengusung Ketua Umum Partai Hanura sebagai calon presiden," kata Wiranto.

Wiranto hanya menekankan pihaknya menunggu perkembangan revisi UU 42/2008 tentang Pilpres, dengan poin krusial presidential threshold sebesar 20 persen. 'Yang pasti (di pemilihan legislatif) kami menargetkan suara 13 persen, kalau ternyata bisa memperoleh suara lebih dari 13 persen, alhamdulillah," katanya.

Sementara itu bagi Arya, belum jelasnya sikap PDIP membuat Pendiri Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi kandidat yang sangat potensial. Terbukti hasil beberapa survei menunjukkan tren dukungan terhadap Prabowo terus mengalami kenaikan.

"Kesulitan Prabowo ada di perolehan suara Gerindra yang masih belum mencapai 10 persen. Tantangan Prabowo adalah mendapatkan tiket, misalnya dengan koalisi bersama PDIP dan atau melobi partai menengah dan kecil," jelasnya.

Sementara Wiranto diduga akan realistis dan tak ngoyo apabila suara Hanura berada di bawah 5 persen. "Sementara itu, JK, kalau mau maju sendiri, hanya bisa berharap dari Partai Nasdem dan partai-partai seperti PPP, PKB dan partai kecil. Mengharapkan tiket Golkar dan Demokrat saya kira kecil peluangnya," tandas Arya.

Nama JK memang menjadi primadona bagi partai kecil dan menengah. Partai Persatuan Pembangunan (PPP), misalnya, sudah secara terbuka menimang JK.
Ketua Umum PPP Suryadharma Ali mengungkapkan bahwa JK memang sudah disebut di internal partai sebagai calon potensial dari luar. Lalu siapa calon dari internal? Suryadharma Ali sendiri tentunya.

Politisi PKB Effendy Chorie secara fair menyebut ada tiga tokoh potensial, yakni JK, Prabowo, dan Mahfud MD yang akan mengakhiri masa jabatan sebagai Ketua MK. Pernyataan Effendy itu sepertinya antitesa dari langkah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang menarik perhatian publik dengan menjagokan penyanyi dangdut Rhoma Irama.

"Saya kira semuanya masih terbuka dan fleksibel. Belum ada yang pasti," kata Arya Fernandez.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini


BERITA LAINNYA

Reaksi Berlebihan KPK

Tiga periode beruntun, lima pimpinan KPK tidak bisa bersama menuntaskan jabatan sebagai satu tim.

NASIONAL | 15 September 2019

Memahami Visi Baru Jokowi

Jokowi mengatakan siap "menghajar" birokrasi yang penuh pungli.

POLITIK | 15 Juli 2019

Era Baru Transportasi Urban Dimulai

Presiden Jokowi punya rencana besar membangun jaringan transportasi total 260 km di Jabodetabek.

MEGAPOLITAN | 24 Maret 2019

Infrastruktur Kekuatan Jokowi di Debat Pilpres Kedua

Isu infrastruktur bakal menjadi kekuatan petahana sekaligus sasaran tembak bagi penantang pada debat capres.

FOKUS | 17 Februari 2019

Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur

Pembangunan berbagai jenis infrastruktur selama ini sudah on the right track atau tepat arah sehinga perlu dilanjutkan untuk menyejahterakan rakyat.

FOKUS | 17 Februari 2019

Imlek di Tahun Politik

Tema Imlek Matakin, "Penimbunan Kekayaan Akan Menimbulkan Perpecahan di Antara Rakyat. Penyebaran Kekayaan Akan Menyejahterakan Rakyat".

FOKUS | 5 Februari 2019

Government Shutdown Terlama dalam Sejarah AS

Kebuntuan anggaran di Amerika sudah berlangsung 23 hari dan berdampak pada ratusan ribu pegawai.

DUNIA | 14 Januari 2019

Kelompok Ali Kalora Diperkirakan Tak Sampai 10 Orang

Kelompok Ali Kalora ini tidak punya ideologi jelas dan tidak diakui JAD.

NASIONAL | 4 Januari 2019

2019, Neraca Perdagangan Harus Kembali Surplus

Jika neraca perdagangan terus defisit, rupiah akan sangat tertekan dan memukul semua sektor ekonomi.

EKONOMI | 26 Desember 2018

Salip Malaysia, RI Raja CPO Hilir Dunia

Indonesia kini mampu memproduksi 145 jenis produk CPO hilir, Malaysia hanya sekitar 110 produk.

EKONOMI | 11 Desember 2018


TAG POPULER

# KKB


# Trending Topic


# Update Covid-19


# Vaksin Nusantara


# Erick Thohir



TERKINI
IDI Papua Desak Jaminan Keamanan Para Nakes di Papua

IDI Papua Desak Jaminan Keamanan Para Nakes di Papua

NASIONAL | 15 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings