Menebar Pesona Lombok Lewat MotoGP Mandalika 2021


Iman Rahman Cahyadi / CAH
Jumat, 29 Maret 2019 | 08:56 WIB

PENANTIAN panjang pecinta motoGP di Indonesia untuk bisa menghadirkan langsung balapan motor berkelas dunia itu di tanah air akan berakhir. Ini setelah Dorna, selaku operator dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menjalin kesepakatan untuk menjadikan Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan MotoGP tahun 2021.

Indonesia menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah perhelatan MotoGP. Sekadar mengingatkan, Indonesia pernah dua kali menjadi tuan rumah MotoGP di tahun 1996 dan 1997 di Sirkuit Sentul, Bogor.

Ketika itu masih ada nama Mick Doohan yang turun di kelas 500cc (1996) dan nama Tadayuki Okada (1997) menjadi langganan juara di Sentul. Sementara itu Valentino Rossi dan Max Biaggi saat itu masih di kelas 125 cc dan 250cc.

Namun, krisis ekonomi yang melanda disebabkan tingginya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat selama periode 1996-1998 membuat pengelola Sirkuit Sentul kewalahan, yang akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan kejuaran MotoGP di Indonesia. Padahal saat itu CEO Dorna SL, Carmelo Ezpelata dan Direktur Utama Sirkuit Sentul, Tinton Soeprapto sudah melakukan penandatangan kontrak selama lima tahun kejuaran MotoGP di Indonesia.

Sejak tak lagi menjadi tuan rumah, pecinta balapan MotoGP Indonesia kehilangan salah satu tontonan menarik. Meski tak lagi menjadi tuan rumah, kecintaan pecinta balapan motoGP Indonesia tak luntur. Kerinduan sedikit terobati ketika salah satu stasiun televisi swasta menyiarkan langsung balapan ini.

Siapkan Sirkuit Jalanan
Di tahun 2017, muncul wacana yang menyebutkan Indonesia siap kembali menggelar balapan bergengsi ini. Beberapa kota diantaranya Palembang disebutkan siap membangun sirkuit untuk bisa menjadi tuan rumah. Tidak ketinggalan juga Sentul yang siap bersolek.

Setelah beragam spekulasi akhirnya, MotoGP melalui akun resmi Twitter-nya pada tanggal 23 Februari 2019 mengumumkan Indonesia menjadi salah satu tuan rumah mulai tahun 2021. Tidak hanya MotoGP, tetapi juga balapan WorldSBK World Championship.

Presiden Jokowi (tengah) saat menerima CEO Dorna Carmelo Ezpelata, Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer (depan kiri) dan Menpora Imam Nahrawi (paling kanan) di Istana Negara, Senin, 11 Maret 2019.


Dalam perjanjian antara Dorna dan ITDC, Indonesia mendapatkan kontrak untuk menggelar MotoGP selama tiga musim. Nanti, aksi balap MotoGP akan digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok.

CEO Dorna Carmelo Ezpeleta menjelaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu target lama Dorna untuk masuk dalam kalender MotoGP. Ia pun senang karena akhirnya hal tersebut bakal terwujud pada 2021.

“Sirkuit Mandalika dibangun dengan konsep street circuit atau sirkuit jalanan. Jadi, arena tersebut akan dibuka untuk umum ketika tak ada agenda balapan,” ungkap Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer.

Dan, ITDC melalui akun instagram membocorkan soal rencana sirkuit super megah yang akan dibangun.

Ini konsep animasi visionari Sirkuit Jalanan Mandalika:


Sirkuit jalanan Mandalika, yang menjadi lokasi penyelenggaraan MotoGP Indonesia mulai 2021, dibangun di dalam sebuah kompleks seluas 105,40 hektare. Di kompleks ini, selain sirkuit jalanan yang didesain mengelilingi kompleks, juga akan dibangun 11 hotel dengan kapasitas sekitar 1.900-an kamar/room keys, COEX (Convention - Exhibition) Building, Rumah Sakit, dan area perbelanjaan.

Sirkuit Jalanan Mandalika memiliki panjang 4,32 km dengan 19 tikungan. Fasilitas sirkuit akan mencakup antara lain Paddock dengan 40 garasi, Grand Stand dengan kapasitas 50.000 tempat duduk dan 138.000 penonton berdiri, serta Hospitality Suites yang berkapasitas 7.700 penonton.

“Karena merupakan sirkuit jalanan, maka fasilitas-fasilitas ini sifatnya temporari, hanya dipasang dan dipakai saat ada balapan Selain dekat dengan pantai berpasir putih, sirkuit dikelilingi oleh bukit indah yang hijau berbukit-bukit,” tulis ITDC lewat akun Instagram-nya.

MotoGP di Mandalika akan menjadi MotoGP pertama dan satu-satunya di dunia yang menggunakan sirkuit jalanan sebagai lintasan balap.

Berikut tampilan 3D Sirkuit Mandalika yang dibocorkan MotoGP lewat akun twitter-nya:

Saat ini sirkuit jalanan Mandalika sedang memasuki tahap homologation, yaitu proses penyelesaian disain teknis sesuai standarisasi dan peraturan FIM. Proses homologation dilakukan ITDC bersama Mrk1 dan Vinci Construction Grands Projets (VCGP), investor sirkuit jalanan Mandalika.

‘’Homologasi ini merupakan proses akhir dari persiapan pembangunan sirkuit. Sebelum sirkuit tersebut mulai dibangun,’’ ungkap Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer.

Homologasi dilakukan supaya desain sirkuit yang dibangun di kawasan The Mandalika itu nantinya memenuhi standar. Tapi bukan berarti desain sirkuit yang sudah dibuat belum memenuhi standar. Tetapi lebih pada bagaimana menyesuaikan desain yang ada dengan kondisi riil lapangan.

Pesona Mandalika
Terpilihnya kawasan Mandalika di Lombok sebagai tuan rumah MotoGP 2021 terbilang mengejutkan. Namun, Mandalika dipilih dengan mempertimbangkan banyak hal. Diantaranya kelebihan yang berada di kawasan wisata penting nusantara.

Dilansir situs Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Republik Indonesia, KEK Mandalika ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014 untuk menjadi KEK Pariwisata. Dengan luas area sebesar 1.035,67 Ha dan menghadap Samudera Hindia, KEK Mandalika diharapkan dapat mengakselerasi sektor pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat yang sangat potensial.

Area KEK Mandalika adalah dataran rendah semi-kering dengan pantai yang datar dan memanjang. Mandalika juga memiliki pantai berpasir putih dengan gelombang lautan yang cocok digunakan untuk berselancar. Vegetasi pantai berpasir relatif tidak banyak. Petak-petak pohon bakau ditemukan di beberapa daerah berlumpur untuk melindungi pantai dari erosi.

KEK Mandalika menawarkan wisata bahari dengan pesona pantai dan bawah laut yang memukau.

Tak heran apabila banyak yang mengatakan bahwa Mandalika bisa menjadi "The New Bali". Apalagi pemerintah juga sudah banyak mengeluarkan uang untuk pengembangan Mandalika. Salah satunya adalah modal Rp 250 miliar untuk infrastruktur dasar.

Pesona Mandalika akan makin terekspose dengan akan hadirnya balapan MotoGP tahun 2012 nanti.

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendukung persiapan infrastruktur penyelenggaraan MotoGP, seperti misalnya akses jalan langsung dari Bandara International Lombok ke Mandalika, perpanjangan lintasan pesawat (runway) di bandara, infrastruktur di sekitar kawasan, serta pembangunan street circuit Mandalika.

“ITDC siap untuk mengembangkan kawasan indah seluas 1.175 hektare tersebut di Mandalika yang telah ditunjuk sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, dengan standar kualitas tertinggi,” tulis ITDC dalam situs resminya.

Presiden Jokowi, sebelumnnya mengatakan Sirkuit Mandalika akan menjadi salah satu sirkuit terindah bagi para pembalap karena dekat dengan pantai.

“Dengan sirkuit yang unik dan indah ini, Indonesia akan mendapat dua manfaat. Selain olahraga, pariwisata juga akan terangkat. Brand Indonesia sebagai destinasi pariwisata di dunia akan semakin terangkat,” harap Jokowi ketika bertemu dengan Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer dan CEO Dorna Sports SL Carmelo Ezpeleta di Istana Bogor, Jawa Barat, terkait rencana penyelenggaraan MotoGP di Indonesia, Senin (11/3/2019).

Sebagai destinasi wisata bahari dan wisata budaya dengan panorama yang eksotis dan berdekatan dengan Pulau Dewata, KEK Mandalika diperkirakan akan menarik kunjungan 2 juta wisatawan mancanegara per tahun pada 2019. KEK Mandalika memiliki konsep pengembangan pariwisata berwawasan lingkungan dengan pembangunan objek-objek wisata dan daya tarik wisata yang selalu berorientasi kepada kelestarian nilai dan kualitas lingkungan hidup yang ada di masyarakat.



Sumber: BeritaSatu.com

Anggota Komisi VI DPR Dukung MotoGP di Indonesia


Yustinus Paat / FER
Selasa, 26 Maret 2019 | 22:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi VI DPR, Juliari Batubara, mendukung rencana pagelaran MotoGP di Indonesia. Event ini, dinilai akan memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi dan wisata.

Rencana Kehadiran MotoGP di Indonesia pada tahun 2021 merupakan angin segar tidak saja bagi olahraga bermotor di Indonesia, setelah sekitar 20 tahun absen, namun juga bagi pariwisata Indonesia

Juliari optimistis penyelenggaraan MotoGP akan memberikan dampak langsung bagi peningkatan brand image Indonesia di mata turis dunia.

"Karena event sekelas MotoGP adalah event yang sangat bergengsi dan melibatkan banyak pihak,” kata Juliari dalam keterangan persnya yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Di samping itu, kata Juliari, MotoGP akan memberikan dampak langsung ekonomi yang sangat besar bagi Indonesia selama persiapan event dan selama penyelenggaraan event. "Program positif sepantasnya kita dukung bersama," tambah Juliari.

Menurut Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) tahun 2003-2011 ini, pemerintah Indonesia sudah sangat tepat memutuskan akan menjadi tuan rumah MotoGP di tahun 2021.

Juliari menegaskan, menjadi tuan rumah MotoGP juga akan memastikan kepada wisatawan internasional bahwa Indonesia adalah negara yang aman untuk dikunjungi dan mumpuni dalam penyelenggaraan event-event besar kelas dunia.

"Dan kita semua harus mambantu mensukseskan event ini," pungkas Juliari.



Sumber: BeritaSatu.com

Jokowi Targetkan Infrastruktur Penunjang MotoGP 2021 Rampung Tahun Depan


Carlos KY Paath / FMB
Jumat, 22 Maret 2019 | 21:02 WIB

Mataram, Beritasatu.com - Indonesia bakal menjadi tuan rumah satu seri MotoGP di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap, tiga infrastruktur utama penunjang MotoGP 2021 akan dibangun dan diselesaikan.

Infrastruktur itu seperti renovasi pelabuhan, pengembangan jalan bebas hambatan dari Bandara Internasional Lombok menuju Kuta, Mandalika. Selain itu landasan Bandara Internasional Lombok ditambah panjangnya. Targetnya, pembangunan infrastruktur dimulai 2019 dan rampung 2020.

"Semua pekerjaan itu dari pelabuhan, jalur bypass (bebas hambatan) bandara ke Kuta dan perpanjangan runway (landasan) bandara, sudah saya perintahkan Menteri PU dan Menteri Perhubungan untuk mengerjakannya mulai tahun ini. Insyaallah tahun depan selesai," kata Jokowi.

Hal itu diungkap Jokowi seusai meninjau perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi dampak gempa di Dusun Pengempel Indah, Kelurahan Bertais, Mataram, NTB, Jumat (22/3/2019). Untuk diketahui, Jokowi telah menerima Chief Executive Officer (CEO) Dorna, Carmelo Ezpeleta, di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3/2019).

"Saya sudah bertemu dengan Carmelo Ezpeleta, bos Dorna, organisasi penyelenggara balapan MotoGP yang datang ke Istana Bogor untuk memastikan bahwa kita siap. Baik dalam organisasi mau pun infrastrukturnya," ungkap Jokowi kala itu. 



Sumber: Suara Pembaruan

Presiden Tegaskan Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah MotoGP


/ WBP
Senin, 11 Maret 2019 | 21:39 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Indonesia siap menjadi tuan rumah ajang balap motor paling bergengsi di dunia MotoGP di kawasan wisata Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Ini yang pertama, kan sudah ada tanda tangan kerja sama antara ITDC dan Dorna untuk penyelenggaraaan MotoGP pada 2021. Ini tadi, Mr Carmelo hanya ingin mendapatkan keyakinan bahwa kita siap baik dalam organisasi untuk menyiapkan infrastruktur menuju ke sana. Dan, saya sampaikan bahwa kita siap," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima CEO Dorna Sport SL Carmelo Ezpeleta di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3/2019).

Turut pula dalam kesempatan itu, Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer dan beberapa pembalap MotoGP.

Dorna Sport, pemegang hak siar kejuaraan dunia Grand Prix dan ITDC, sebagai pengelola kawasan wisata Mandalika, telah resmi mengumumkan kesepakatan gelaran MotoGP Indonesia di Mandalika mulai 2021.

Setelah kesepakatan itu, CEO Dorna Carmelo Ezpeleta dan Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer pada Senin diterima Presiden Joko Widodo.

Setelah berdialog di Istana, mereka kemudian mengajak Presiden Jokowi untuk melihat langsung motor-motor dari tiga kelas yang digunakan para pebalap GP. Tiga motor tersebut diparkir di halaman Istana Kepresidenan Bogor, satu di antaranya dijajal dan dinaiki oleh Presiden.

Presiden Jokowi memastikan Indonesia sudah siap menjadi tuan rumah MotoGP berkaca dari pelaksanaan Asian Games 2018 yang sukses. "Siap. Asian Games yang mendatangkan 35.000 atlet saja kita siap mengorganisasi kok. Kita harus optimistis," kata Presiden Joko Widodo.

Soal perkembangan pembangunan infrastruktur pendukung, Presiden Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada ITDC.

"Ya, ini kita kan punya nanti di Qatar ada Moto 2 yang diikuti dari kita, ada Dimas Edi juga. Tapi, ada juga ini Mario untuk Moto 3, ada juga. Ini saya kira ya kita memang harus berani melangkah dan menyiapkan, memang tugasnya Pak Menpora untuk kita nanti memiliki sirkuit di Mandalika," kata Presiden yang didampingi Menpora Imam Nahrawi.



Sumber: ANTARA