Korban Tewas Gempa Palu 832 Orang


Aditya L Djono / ALD
Minggu, 30 September 2018 | 15:23 WIB

Jakarta - Korban tewas akibat gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah, khususnya di Palu dan Donggala, pada Jumat (28/9) lalu mencapai 832 orang. Korban terbanyak tercatat di Palu sebanyak 821 orang dan di Donggala 11 orang.

Demikian laporan terakhir yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (30/9) pukul 13.00 WIB.
Berdasaran keterangan BNPB, korban terbanyak terdata dari Palu. Adapun dari wilayah lain, seperti Kabupaten Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong belum ada laporan, lantaran masih terputusnya aliran listrik dan komunikasi.

Korban tewas, kebanyakan akibat tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa dan tsunami. Setelah dilakukan identifikasi forensik oleh Polda Sulawesi Tengah, korban tewas langsung dimakamkan secara massal. Pemakaman dilakukan secepatnya untuk menghindari timbulnya penyakit.

Proses evakuasi korban gempa di Palu.

BNPB juga melaporkan, korban luka berat akibat bencana gempa dan tsunami hingga Minggu (30/9) siang mencapai sekitar 540 orang. Sedangkan, jumlah pengungsi mencapai 16.732 orang yang ditampung di 24 titik pengungsian.

Diperkirakan, jumlah korban akan bertambah karena masih banyak yang belum teridentifikasi maupun yang belum ditemukan di lokasi reruntuhan. Selain itu, juga karena banyak lokasi terdampak bencana yang belum terjangkau Tim SAR.

Sejumlah lokasi yang diperkirakan terdapat banyak korban, di antaranya Hotel Roa-Roa, Mal Ramayana, Pantai Talise, dan Perumahan Balora. Di Hotel Roa-Roa diperkirakan sekitar 50-60 orang tertimbun reruntuhan bangunan.

Tim Basarnas dan SAR terkendala untuk mengevakuasi korban karena padamnya aliran listrik dan komunikasi, serta alat berat yang sulit didatangkan karena akses jalan yang rusak dan terhalang reruntuhan.



Sumber: Suara Pembaruan

Gempa Sulawesi Tengah

Kementerian Kesehatan Kirim Dokter dan Jamin Ketersediaan Obat


Dina Manafe / AB
Minggu, 30 September 2018 | 14:37 WIB

Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek mengatakan pihaknya terus memaksimalkan layanan kesehatan di wilayah-wilayah terdampak gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Kementerian Kesehatan (Kemkes) telah mengirimkan dokter, tenaga kesehatan lainnya, dan menjamin ketersediaan obat.

Dlam situasi tanggap darurat seperti sekarang ini, pihaknya mendahulukan pemenuhan kapasitas kesehatan daerah dari wilayah terdekat. Sejak kejadian bencana itu, dokter dan tenaga kesehatan lainnya sudah bersiaga di sana. Kemkes terus mengirim tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya untuk membantu korban di lokasi kejadian bencana.

"Kementerian Kesehatan akan memperkuat sesuai kebutuhan,” kata Nila di Jakarta, Minggu (30/9).

Sjak kemarin, pihaknya telah mengirim tim rapid health assessment (RHA) ke lokasi untuk melakukan kajian cepat situasi dan kebutuhan layanan kesehatan. Untuk mendukung layanan kesehatan, Kemkes telah mengirim tim kesehatan gabungan dari RSUP Kandou Manado dan RSUP Wahidin Makasar. Tim ini terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, dan perawat.

Tm berikutnya yang dikirim dari RSUP dr Kariadi Semarang, RSUP dr Sarjito Yogyakarta, RSUP Hasan Sadikin Bandung, dan RSUP dr M. Hoesin Palembang. Sebanyak 30 orang Tim Nusantara Sehat juga dikerahkan ke wilayah terdampak. Tim kesehatan juga mendapat dukungan dari TNI di Jakarta dan Malang yang akan mendirikan rumah sakit lapangan di lokasi kejadian. RS kapal TNI AL juga diberangkatkan dari Jakarta, Sabtu.

Terkait obat-obatan, menurut Menkes, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kabupaten/kota terdekat di Sulawesi Selatan yang tidak terkena dampak bencana gempa, seperti Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Palopo.

"Mereka siap menyediakan obat yang dibutuhkan, dan akan langsung diantar ke Palu," kata Menkes.

Menurut Menkes, saat ini ketersediaan obat di lokasi bencana masih cukup. Instalasi farmasi pusat juga siaga menyiapkan obat jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Kemkes akan terus memantau perkembangan penanganan bencana alam ini dan selalu berkoordinasi dengan pemda maupun kementerian/lembaga terkait, seperti BNPB, Kementerian Sosial, TNI, dan Polri. Kemkes selalu siap memberikan bantuan setiap saat apabila daerah membutuhkan.

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga untuk mengambil langkah cepat yang terpadu, sehingga korban terdampak gempa dan tsunami di Sulteng segera tertangani, meskipun dengan akses terbatas.

Puan meminta agar evakuasi segera dilakukan terhadap korban terdampak, ditempatkan di lokasi yang aman. Tanggap darurat bencana juga harus memastikan bahwa korban terluka, perempuan, dan anak mendapatkan prioritas penanganan.

Kendala akses transportasi harus segera diatasi untuk mempermudah penyaluran logistik bantuan. Daerah sekitar Palu dan Donggala dapat segera mengerahkan sumber daya, yang ada khususnya untuk membantu penanganan korban.

"Sedapat mungkin segera bantuan logistik dan bahan makanan disalurkan agar korban gempa dapat terpenuhi kebutuhan dasarnya," kata Puan. 

 



Sumber: Suara Pembaruan

Bantah Penjarahan, Mendagri: Masyarakat Boleh Ambil Logistik


/ YUD
Minggu, 30 September 2018 | 13:21 WIB

Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membantah telah terjadi penjarahan di beberapa toko serba ada dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

"Bandara kondisi runtuh, tidak ada yang menunggu, listrik mati. Halaman Bandara buat pengungsi. Ada toko di Bandara yang rusak akibat gempa, makanan dan minuman berhamburan kemudian diambil masyarakat. Jadi bukan penjarahan, saya melihat kejadian itu," kata Tjahjo Kumolo melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Minggu (30/9).

Tjahjo berada di Palu sejak Sabtu pagi (29/9) untuk berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah setempat setelah sebagian besar sarana dan prasarana di Palu dan sekitarnya lumpuh akibat bencana gempa bumi dan tsunami.

Lihat galeri foto: Warga menjarah BBM di SPBU Pascagempa Palu

Mendagri bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja dijadwalkan menggelar rapat koordinasi dan peninjauan yang dipimpin oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto.

"Yang sudah hadir langsung pimpin rakor siang hari dan peninjauan lapangan, dipimpin oleh Menko Polhukam. Saya lihat hadir Panglima TNI, Wakapolri, Kepala Basarnas, Menhub, Mensos, Menkominfo, Pangkostrad dan lain-lain," kata Tjahjo.

Presiden Joko Widodo juga bertolak ke Palu, Minggu siang, untuk meninjau langsung daerah terdampak bencana tersebut. Dalam unggahannya di akun media sosial, Presiden Jokowi berangkat dari Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo Solo dengan menggunakan pesawat boeing 737-400 TNI AU.

"Saya ingin melihat sendiri dan memastikan penanganan atas dampak bencana gempa bumi di Sulawesi Tengah betul-betul menjangkau saudara-saudara kita di sana. Mohon doa dari seluruh Tanah Air," demikian tulis Presiden Jokowi di akun Instagram @jokowi, Minggu.



Sumber: ANTARA

Pertamina Penuhi Kebutuhan Avtur Palu-Donggala


/ YUD
Minggu, 30 September 2018 | 12:29 WIB

Manado - PT Pertamina (Persero) terus memenuhi kebutuhan bahan bakar avtur pascagempa Palu dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Guna memenuhi kebutuhan pasokan avtur untuk bahan bakar pesawat udara, pada Sabtu (29/9) Pertamina memberangkatkan mobil tangki avtur dari Mando dan Luwuk," kata Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region VII Roby Hervindo saat dihubungi Antara, Minggu (30/9).

Dia mengatakan hal ini untuk memenuhi kebutuhan akan avtur semua pesawat. Karena, banyak pesawat TNI yang nantinya datang ke Palu, maupun pesawat komersil.

"Karena, jalur udara satu-satunya akses cepat saat ini, karena lintas darat masih cukup sulit," katanya.

Untuk memperkuat pelayanan di lokasi bencana alam, Pertamina juga mengirimkan bantuan personel awak mobil tangki dari Pare-pare dan Kendari, serta sekitar 50 personel operator SPBU bantuan dari wilayah operasi Sulawesi.

PT Pertamina (Persero) juga telah mendirikan Posko sementara penanganan korban gempa di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah sejak Sabtu (29/9).

Dua posko didirikan yaitu di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Bandara Mutiara Palu dan di Terminal BBM (TBBM) Donggala. Selain dua posko tersebut, Pertamina sedang mengupayakan satu posko lagi di Kota Palu bekerja sama dengan Hiswana Migas DPC Sulawesi Tengah.

Pertamina juga mengirimkan bantuan logistik dan obat-obatan ke Donggala. Untuk mempercepat penyaluran, bantuan dikirim dengan mengerahkan beberapa tim dari titik lokasi pemberangkatan di antaranya dari Makassar, Gorontalo, dan Palopo.

Tim Pertamina terdiri dari tenaga medis dan relawan membawa serta bantuan logistik dan peralatan untuk keperluan posko kemanusiaan di lokasi bencana. Sebagian tim relawan telah berhasil tiba di Palu dan Donggala.



Sumber: ANTARA

Pascagempa, Ekonomi Kota Palu Lumpuh Total


/ YUD
Minggu, 30 September 2018 | 09:47 WIB

Palu - Pascagempa bumi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, roda perekonomian di Kota tersebut mengalami lumpuh total, tidak terlihat pergerakan transaksi baik toko maupun pusat perbelanjaan yang dibuka, Minggu (30/9).

Bahkan masyarakat terlihat dengan terpaksa berebut Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU setempat karena tidak adanya ketersediaan bahan bakar. Masyarakat juga memborong bahan pokok di sejumlah mini market.

Kelangkaan BBM juga terjadi di sejumlah daerah sekitarnya seperti Pasang Kayu, Sulbar, bahan pokok pun sangat tipis dan warga hanya makan apa adanya.

Belum ada suplai BBM yang didistribusikan Pertamina dan pasokan listrik dari PLN masih tidak bisa dialirkan, jalan raya pun retak retak akibat dampak gempa.

Ribuan warga masih bertahan di luar rumah dan lapangan terbuka untuk menghindari adanya gempa susulan. Getaran masih terasa sedikit-sedikit membuat warga masih shock dan trauma.

Semua wilayah di kota Palu terlihat lengang, pusat keramaian lumpuh total, umumnya warga memilih mengurusi keluarganya yang masih terjebak dan terlihat shock pasca kejadian. gempa.

Petugas Basarnas dan tim gabungan penyelamat terus bekerja melakukan penyelamatan baik warga yang selamat maupun jenazah masih terjebak di rerentuhan gedung keramaian dan rumahnya.



Sumber: ANTARA