KKB Makin Brutal
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Home > Fokus > KKB Makin Brutal

KKB Sudah Deklarasikan Perang

Sabtu, 18 September 2021 | 14:59 WIB
Oleh : Tim BeritaSatu / Heru Andriyanto

Jakarta, Beritasatu.com - Pada 2 Desember 2018, Indonesia dihentakkan oleh salah satu serangan teror paling sadis dalam sejarah, mungkin yang paling keji sejak bom Bali 2002.

Puluhan warga sipil tidak bersenjata di Nduga, Papua, diserbu sekelompok orang bersenjata. Mereka dikabarkan diikat dan dibariskan tanpa baju, lalu dihujani tembakan. Ini jenis eksekusi massal seperti yang kerap kita dengar dilakukan oleh kelompok ISIS.

Para korban sebagian besar adalah pekerja konstruksi PT Istaka Karya yang dikirim ke sana untuk membangun infrastruktur demi kemajuan Papua, sebagian lagi adalah pegawai pemerintah.

Jumlah korban tewas masih simpang siur, ada yang menyebutkan hingga 31 orang. Namun, paling tidak 17 warga sipil tidak bersenjata dibunuh dengan darah dingin, dan sebagian lagi dinyatakan hilang, seperti dikonfirmasi penegak hukum.

Kabar yang beredar, kelompok yang melakukan teror di Nduga dipimpin oleh orang bernama Egianus Kogoya.

Peti jenazah korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga dibariskan saat serah terima di hanggar Avco Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, 7 Desember 2018. (Antara)

Serangan serupa terjadi secara sporadis di berbagai wilayah lain di Papua dan dilakukan oleh kelompok berbeda, sebagian ada juga yang langsung menargetkan personel dan fasilitas militer dan kepolisian.

Para pelaku, yang oleh pemerintah disebut kelompok kriminal bersenjata (KKB), sudah sejak beberapa tahun yang lalu menyatakan perang lewat tindakannya tersebut.

Di tengah meningkatnya program pembangunan di Papua dan Papua Barat dari pemerintah pusat, krisis keamanan yang tengah terjadi di sana seperti ditanggapi dengan ragu-ragu.

Tragedi di Nduga menjadi alasan untuk melakukan eskalasi tindakan pengamanan, tetapi hasilnya tidak seefektif yang diharapkan, dengan berlanjutnya serangan di berbagai tempat.

Pada 29 April 2021, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengumumkan bahwa KKB di Papua sudah resmi dikategorikan sebagai gerakan teroris oleh pemerintah, sesuai dengan ketentuan UU Nomor 5/2018 tentang terorisme.

Keputusan itu dibarengi dengan pengerahan pasukan gabungan Polri dan TNI untuk memburu para anggota KKB, tetapi tidak dalam level yang bisa disebut "operasi militer". Bisa dimengerti, hal demikian masih menjadi isu yang sangat sensitif.

Kebanyakan pengerahan pasukan ke lokasi tempur dilakukan untuk merespons sebuah serangan yang terjadi, bukan serangan pendahuluan atau pre-emptive strike langsung ke markas-markas KKB.

Sebaliknya, justru KKB yang berani langsung mendatangi markas TNI dan polisi.

Contoh paling akhir adalah serangan di pos Koramil Kisor Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, 2 September lalu.

Para pelaku yang diduga jumlahnya sekitar 50 orang beraksi pada dini hari dan menyerang para penghuni pos yang tidak menyangka. Empat personel TNI gugur dalam serangan tersebut.

Polisi memasang baliho Daftar Pencarian Orang (DPO) di Pelabuhan Laut Kota Sorong, Papua Barat, Kamis, 16 September 2021. DPO tersebut berisi 11 terduga oknum penyerangan Posramil Persiapan Kisor, Kabupaten Maybrat, yang menewaskan 4 prajurit TNI AD pada 2 September 2021. (Antara)

KKB disebut kelompok teroris karena tidak membedakan target militer dan sipil.

Pada 13 September, KKB di Kiwirok, Kabupaten Bintang, Papua menyerang tenaga kesehatan. Para pekerja kemanusiaan ini, termasuk sejumlah perawat perempuan, diserang dengan senjata tajam, senjata api, dan tongkat besi. Beberapa terpaksa melarikan diri ke jurang, seorang perawat bernama Gabriella Melani ditemukan meninggal di dasar jurang.

Menurut Kementerian Kesehatan, ada 10 tenaga kesehatan yang bekerja di lokasi ketika serangan terjadi.

Tidak hanya itu, KKB juga menghancurkan dan membakar gedung puskesmas, sekolah, dan bank. Kelompok ini diduga dipimpin oleh orang bernama Lamek Taplo.

Aksi cepat TNI-Polri dalam peristiwa tersebut bisa mencegah jatuhnya lebih banyak korban.

Tenaga kesehatan Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, yang menjadi korban penyerangan KKB ditandu personel TNI AD, Jumat, 17 September 2021. (Antara)

Banyak sekali kasus serangan maut yang terjadi di Papua dalam beberapa tahun terakhir, baik yang melibatkan pelaku dalam kelompok besar atau kecil.

Dilema bagi aparat keamanan bertambah dengan jadwal Pekan Olahraga Nasional yang akan digelar di Papua dalam beberapa hari mendatang. Sejumlah pejabat sudah mengingatkan agar Papua dan Papua Barat tidak dikondisikan dalam suasana perang.

Namun, KKB sudah sejak beberapa tahun yang lalu menyatakan perang kepada TNI dan pemerintah pusat dan melancarkan serangan hingga sekarang.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Kejar KKB, Polda Papua Kirim 2 Peleton Brimob ke Kiwirok

Rabu, 15 September 2021 | 20:08 WIB
Oleh : / Jeis Montesori

Jayapura, Beritasatu.com - Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyatakan segera mengirim dua peleton personel Brimob ke Kiwirok untuk mengejar kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan teror.

Sebelumnya Polda Papua sudah mengirim dua tim dari Satgas Nemangkawi, dan kini berada di Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang.

"Personel Brimob yang akan dikirim itu untuk memperkuat anggota yang sudah terlebih dahulu berada di wilayah itu," kata Mathius Fakhiri, di Jayapura, Rabu (15/9/2021).

Pihaknya selalu berpesan kepada anggota agar tidak mudah terpancing dengan aksi KKB serta benar-benar memperhitungkan langkah yang akan dilakukan, agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun senjata api.

"Setiap langkah yang diambil harus diperhitungkan dengan cermat, agar tidak menjadi pemasok senjata api bagi KKB " ujar Fakhiri.

Ketika ditanya situasi keamanan di Kiwirok, Kapolda Papua mengaku, dari laporan yang diterima sudah relatif kondusif, dan KKB saat ini bergeser ke Okhika.

"Namun personel TNI maupun Polri diminta tetap bersiaga dan waspada, agar tidak jatuh korban," kata Mathius Fakhiri. Ia menyayangkan aksi KKB yang menyerang tenaga kesehatan dan guru.

Apa yang dilakukan KKB, katanya, sangat tidak berperikemanusiaan karena menganiaya tenaga kesehatan yang seharusnya dilindungi, karena keberadaan mereka yang sangat membantu melayani dan menyembuhkan masyarakat yang menderita sakit.

Tercatat empat nakes dilaporkan terluka akibat dipanah dan dianiaya KKB pimpinan Lamek Taplo di Kiwirok.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Di Antara Tembakan KKB, Jenazah Nakes Gabriella Berhasil Dievakuasi dari Jurang 300 Meter

Sabtu, 18 September 2021 | 04:01 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / Dwi Argo Santosa

Jakarta, Beritasatu.com - Jenazah tenaga kesehatan Puskesmas Kiwirok, Gabriela Meilani (22), berhasil dievakuasi Jumat (17/9/2021) atau empat hari setelah penyerangan kelompok kriminal bersenjata atau KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Menurut keterangan tertulis Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad), tim evakuasi gabungan TNI dari Yonif RK 751/VJS, Yonif 403/WP, dan Polsek Kiwirok sempat mendapatkan gangguan berupa tembakan dari  KKB atau yang menurut Dispenad disebut sebagai Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo.


Proses evakuasi jenazah. (Dispenad)

Evakuasi membutuhkan waktu sekitar dua jam. Kondisi medan yang terjal dengan kemiringan hampir tegak lurus dan kedalaman 300 meter membuat tim yang bertugas mengalami kesulitan.

Namun hal tersebut tidak menjadikan halangan atau menurunkan semangat personel untuk segera melaksanakan evakuasi jenazah korban.

Pada pukul 16.30 WIT jenazah korban berhasil diangkat dan diamankan di Pos Koramil Kiwirok.

Selama proses evakuasi, tim mendapatkan gangguan tembakan dari KSTP. Penembakan dilakukan dari seberang jurang lokasi jenazah korban ditemukan.


Proses evakuasi jenazah. (Dispenad)

Gangguan ini dapat diatasi oleh prajurit TNI, sehingga jenazah dapat diangkat dari dasar jurang dan disemayamkan di Koramil Kiwirok.

KSTP pimpinan Lamek Taplo selain melakukan kontak tembak dengan aparat keamanan pada Senin (13/9/2021), juga menyerang warga sipil termasuk tenaga kesehatan (nakes) yang saat insiden sedang melayani masyarakat.

KSTP membakar sejumlah fasilitas umum seperti puskesmas, bangunan SD, dan kantor kas BPD Papua, serta rumah warga.

Pada hari kejadian,dilaporkan hanya satu anggota TNI yang terluka yakni Prada Ansar. Menurut Dandim 1715 Yahukimo Letkol Inf Christian Irreuw, Prada Ansar terkena ricochet atau pantulan peluru sehingga terluka di lengan kanan. 

Namun, belakangan diketahui ternyata sejumlah nakes menjadi korban penyerangan.

Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito, Kamis (16/9/2021) pagi, terdapat empat nakes yang terluka baik luka panah maupun ringan karena dianiaya. Mereka dalam keadaan trauma dan diamankan di Pos Yonif 403/WP.

Pada Kamis itu pula atau tiga hari setelah penyerangan KSTP, evakuasi baru dilakukan di lokasi berupa jurang dengan pepohonan dan semak belukar, dan menemukan dua korban.

Seorang nakes, Kristina Sampe Tonapa, ditemukan dalam kondisi masih hidup meski dengan luka di sekujur tubuhnya termasuk luka tusuk. Korban lainnya, Gabriella Meilani, ditemukan dalam keadaan meninggal. 

Pada Kamis, baru Kristina Sampe yang berhasil dievakuasi karena cuaca yang tidak mendukung. Jenazah Gabriella baru berhasil dievakuasi Jumat (16/9/2021).  

Menurut Marselinus Ola Atanila (35) seorang nakes yang selamat dari penyerangan itu, ia bersama Kristina dan Gabriella dan satu lagi perawat, kabur dari seragapan KSTP dengan cara terjun ke jurang karena terkepung dan rumah serta puskesmas dibakar.

Mereka selamat karena tersangkut di semak belukar dan akar pepohonan. Namun anggota KSTP ternyata masih memburu mereka dan menemukan Kristina dan Gabriella. Tak hanya memaksa kedua korban melepas pakaian, anggota KSTP juga memukul  bahkan menusuk korban. Dalam kondisi tidak sadar, Gabriella ditendang sehingga masuk ke jurang yang lebih dalam.  



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Jenazah Nakes Gabriella yang Tewas di Tangan KKB Diterbangkan ke Jayapura

Sabtu, 18 September 2021 | 04:29 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / Dwi Argo Santosa

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah berhasil mengangkat jenazah tenaga kesehatan Puskesmas Kiwirok, Gabriella Meilani (22) dari jurang, personel TNI AD akan membawa jenazah korban ke Jayapura  pada Sabtu (18/9/2021).

Hal itu diungkapkan Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan seperti dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad), Jumat (17/9/2021).

Rencana evakuasi jenazah dari Distrik Kiwirok ke Jayapura akan dilanjutkan dengan mengamati cuaca dan keamanan di Distrik Kiwirok.


Proses evakuasi nakes yang terluka. (Antara)

Saat ini penambahan pasukan telah dilakukan dengan menempatkan 1 SST personel Yonif RK 751/VJS.

Gabriella adalah tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi korban serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, yang terjadi Senin (13/9/2021).

KKB atau yang menurut Dispenad disebut sebagai Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo, juga menyerang warga sipil termasuk nakes yang saat insiden sedang melayani masyarakat.

KSTP membakar sejumlah fasilitas umum seperti puskesmas, bangunan SD, dan kantor kas BPD Papua, serta rumah warga.

Jenazah Gabriela Meilani  berhasil dievakuasi Jumat (17/9/2021) atau empat hari setelah penyerangan

Tim evakuasi gabungan TNI dari Yonif RK 751/VJS, Yonif 403/WP, dan Polsek Kiwirok sempat mendapatkan gangguan berupa tembakan dari KSTP.


Gabriella Meilani (22) semasa hidup. (Dok Pribadi)

"Baku tembak sempat terjadi namun tidak ada korban dari aparat keamanan," kata Izak Pangemanan.

Evakuasi membutuhkan waktu sekitar dua jam. Kondisi medan yang terjal dengan kemiringan hampir tegak lurus dan kedalaman 300 meter membuat tim yang bertugas mengalami kesulitan. Pada pukul 16.30 WIT jenazah korban berhasil diangkat dan diamankan di Pos Koramil Kiwirok.

Pada hari yang sama helikopter TNI jenis Caracal telah berhasil mengevakuasi sembilan nakes dari Kiwirok ke Jayapura.

Izak Pangemanan menegaskan, tidak ada penembakan ke arah helikopter Caracal milik TNI-AU saat mengevakuasi nakes yang terluka dari Kiwirok.

"Saya sudah cek ternyata pilot tidak mendengar bunyi tembakan dan di badan pesawat juga tidak bekas tembakan," ujar Izak Pangemanan kepada Antara, Jumat (17/9/2021) di Jayapura.

Memang diakui, setelah mengantar nakes yang terluka dari Kiwirok ke lapangan Makodam XVII Cenderawasih, helikopter langsung balik base ops Sentani dengan alasan masalah mesin sehingga harus dilakukan pengecekan.


Nakes yang selamat dari serbuan KKB. (Antara)

"Kami sempat menunggu di Makodam Cenderawasih namun ternyata helikopter tidak terbang kembali ke Kiwirok, padahal jenazah Gabriella sudah siap dievakuasi ke Jayapura," katanya.

Sembilan tenaga kesehatan yang dievakuasi yaitu Lukas Luji, Marthinus Deni Setya, Siti Khotijah, dr Restu Pamanggi, Marselinus Ola Atanila, Patra, Emanuel Abi, Katrianti Tandila, dan Kristina Sampe Tonapa.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

TNI Kejar KKB Papua Pimpinan Lamek Taplo

Senin, 13 September 2021 | 18:02 WIB
Oleh : / Carlos KY Paath

Jayapura, Beritasatu.com - Komandan Kodim 1715 Yahukimo Letkol Inf Christian Irreuw menyebut dari laporan yang diterimanya, personel Yonif 403 masih melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata atau KKB pimpinan Lamek Taplo. Diduga, KKB dalam perjalanan ke Batom.

Irreuw mengatakan aparat gabungan kini masih bersiaga di sekitar Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. “Anggota TNI dan Polri masih bersiaga dan warga sipil saat ini mengamankan diri ke pos,” ujar Irreuw, Senin (13/9/2021).

Dikatakan, baku tembak antara TNI-Polri dengan KKB terjadi saat aparat gabungan mendapat laporan dan melihat KKB melintas di sekitar Kiwirok.

Aparat keamanan berupaya mencegat hingga terjadi kontak senjata yang kemudian KKB melakukan pembakaran sejumlah fasilitas umum, seperti gedung sekolah dasar (SD), kantor Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua dan puskesmas serta rumah warga.

Irreuw mengaku Prada Ansar yang terluka saat baku tembak dengan KKB di Kiwirok, kondisinya stabil. Korban merupakan anggota Satgas Pamtas dari Yonif 403/WP terluka di lengan kanan dan akan dievakuasi ke Oksibil atau Jayapura.

“Belum dipastikan apakah luka akibat terkena serpihan atau sebab lain, namun dipastikan kondisinya stabil,” kata Irreuw.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

IDI: Serangan terhadap Nakes di Kiwirok Kejahatan Kemanusiaan Serius

Jumat, 17 September 2021 | 01:15 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / Dwi Argo Santosa

Jakarta, Beritasatu.com - Ikatan Dokter Indonesia atau IDI menyatakan bahwa serangan terhadap tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan merupakan kejahatan kemanusiaan serius.

Pernyataan yang disampaikan, Kamis (16/9/2021), melalui akun resmi IDI di media sosial tersebut berkaitan dengan gugurnya Gabriella Meilani (22), seorang tenaga kesehatan (nakes), dalam insiden serangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.


Gabriella Meilani (22). (Dok Pribadi)

Dalam situasi konflik, nakes dan fasilitas kesehatan seharusnya tidak menjadi target kekerasan. Demikian antara lain pernyataan IDI yang juga menyertakan #Savenakes Indonesia dan #KamiBukanTarget .

Sesuai Resolusi PBB, UU Hak Asasi Manusia maupun UU Penanggulangan Bencana, keberadaan nakes di mana pun berada harus dilindungi.

IDI juga menyatakan, pemerintah harus berupaya untuk mengusut secara tuntas dan mencegah kejadian serupa tidak terjadi di kemudian hari.

Penyerbuan KKB pimpinan Lamek Taplo di Distrik Kiwirok berlangsung Senin (13/9/2021).


Nakes yang selamat. (Antara)

Selain melakukan kontak tembak dengan aparat keamanan, KKB juga menyerang warga sipil termasuk nakes yang saat insiden sedang melayani masyarakat.

Selain itu, KKB juga membakar sejumlah fasilitas umum seperti puskesmas, gedung SD, dan kantor kas BPD Papua serta rumah warga.

IDI menyatakan turut berduka cita atas kejadian kekerasan yang menimpa tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

PON XX Papua, Polri-TNI Siapkan Langkah Cegah Gangguan KKB

Kamis, 16 September 2021 | 16:15 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / Surya Lesmana

Jakarta, Beritasatu.com - Polri bersama TNI telah menyiapkan langkah pencegahan terhadap gangguan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang kemungkinan muncul ketika perhelatan PON XX Papua.

"Dalam rangka pengamanan PON XX di Papua, Polri bersama TNI dan instansi lainnya, telah menyiapkan rencana pengamanan dari kegiatan tersebut. Telah identifikasi berbagai hal-hal yang kemungkinan akan mucul, salah satunya adalah gangguan dari KKB. Itu sudah teridentifikasi. Dan tentunya juga Polri, TNI beserta instansi lain telah siapkan langkah-langkah untuk pencegahan dari pada gangguan yang disebabkan oleh KKB," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, di Mabes Polri, Kamis (16/9/2021).

Dikatakan Rusdi, Polda Papua menggelar operasi kewilayahan yang difokuskan pada pengamanan PON XX.

"Tentunya operasi itu difokuskan pengamanan dari pada seluruh kegiatan atau rangkaian yang berhubungan dengan PON, baik pengamanan orang, barang, lokasi, maupun kegiatan. Itu semua diamankan," ungkapnya.

Rusdi menyampaikan, diharapkan penyelenggaraan kegiatan PON XX dapat berjalan aman dan sukses.

"Tentunya kita berharap semua, PON XX di Papua, bisa berjalan aman dan damai. Mudah-mudahan dapat berjalan lancar. Mohon doanya," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

TNI-Polri Terus Buru Pelaku Penyerang Pos Koramil di Maybrat

Rabu, 8 September 2021 | 20:05 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / Carlos KY Paath

Papua Barat, Beritasatu.com - Tim gabungan TNI-Polri terus melakukan patroli untuk memburu pelaku penyerangan yang mengakibatkan empat prajurit TNI Angkatan Darat (AD) tewas di Pos Koramil Persiapan Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari Papua Barat Letnan Kolonel (Letkol) Arm Hendra Pesireron mengatakan kegiatan pengejaran terhadap pelaku terus dilakukan tim gabungan TNI-Polri.

Pada saat patroli ke Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, sempat didapati ada beberapa jembatan yang sengaja dirusak oleh kelompok KNBP, Minggu (5/9/2021). Mendapati hal itu, Hendra menuturkan tim gabungan melaksanakan pengamanan setempat. Kemudian, satu tim melakukan pengejaran ke depan. Pada saat pengejaran ditemukan beberapa orang dari kelompok KNBP menenteng senjata.

“Dilakukan pengejaran dan penembakan terhadap sekelompok orang tersebut, namun mereka dengan cepat lari menuju ke hutan,” ujar Hendra, Rabu (8/9/2021).

Hendra mengatakan ada satu orang terduga pelaku ditangkap. Sebelumnya, sudah ada dua orang yang ditangkap yakni atas inisial SY dan MM. “Pada saat patroli pengejaran kemarin, telah didapati satu orang pelaku yang terlibat pada saat penyerangan Pos Koramil Persiapan yang lalu,” ungkap Hendra.

Dikatakan, situasi Maybrat saat ini sudah kondusif dengan ditempatkannya pasukan di pos gabungan yang berada di kampung-kampung. “Untuk menjamin keamanan masyarakat yang pada saat ini pergi meninggalkan kampung. Ada beberapa masyarakat yang melapor ke pos bahwa mereka saat ini tidak berani kembali ke kampung karena diancam kelompok KNBP, kalau kembali ke kampung mereka akan dibunuh,” kata Hendra.

“Oleh karenanya, kami tim gabungan TNI-Polri tetap terus menjamin keamanan masyarakat untuk turun saja ke kampung, jangan khawatir kami telah mengantongi nama-nama pelaku yang terlibat pada saat penyerangan pos yang lalu,” imbuhnya.

Hendra menyampaikan ada beberapa pemuda yang juga melapor ke pos gabungan kalau mereka diancam, sehingga tidak dapat melanjutkan kuliah.

“Setelah mendapatkan jaminan keamanan dari pos, puji Tuhan beberapa pemuda dapat melanjutkan kuliah mereka di Sorong. Di sinilah betapa kejinya KNPB tersebut, mereka sama sekali tidak ingin untuk adanya pembangunan di kampung-kampung atau di Tanah Papua ini,” kata Hendra.

“Setiap pembangunan yang ada dihambat oleh mereka. Ideologi mereka memang ideologi kolonial, mereka hanya menghasut, mengancam, meneror, dan menghambat pembangunan. Generasi-generasi muda kita dihambat, tidak boleh ada yang sekolah, jangan ada yang kuliah,” tutur Hendra.

Hendra mengimbau kepada orang tua agar terus menjaga anak-anaknya dari hasutan kelompok KNBP. “Biarkan anak-anak kita sekolah terus, mengembangkan diri, sehingga mereka menjadi anak-anak yang pandai dan anak-anak yang takut akan Tuhan,” ucap Hendra.

“Ayo para pemuda kita bangkit, kita terus belajar, kita terus mengisi diri kita, sehingga kita dapat menjadi bagian dari pembangunan di Tanah Papua, di tanah yang diberkati ini. Jangan menjadi penghalang, jangan menjadi penghambat, jangan menjadi penghasut, jangan menjadi peneror seperti kelompok KNBP ini,” demikian Hendra.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Polri: Tak Semua Wilayah Papua Diganggu KKB

Selasa, 22 Juni 2021 | 18:09 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / Willy Masaharu

 

Jakarta, Beritasatu.com — Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri mengisi seminar yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah Seluruh Indonesia (PTMI).

Dalam seminar tersebut, Kepal Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri Komjen Paulus Waterpauw menjadi salah satu pembicara atau keynote speakers. Adapun seminar diikuti 100 mahasiswa dari berbagai macam universitas di DKI Jakarta.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan, pokok-pokok pemikiran mengenai Papua dan segala macam dinamikanya dipaparkan.

“Provinsi Papua mempunyai wilayah yang cukup luas, karakterisnik unik dan memiliki kekayaan alam melimpah. Namun, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Papua adalah yang paling rendah di Indonesia,” kata Argo, dalam keterangan tertulis, Selasa (22/6).

 

Disisi lain, kata Argo, sejak Papua kembali kepada pangkuan ibu pertiwi tahun 1963, proses internalisasi nilai-nilai Pancasila belum tuntnas, ditambah adanya akumulasi kekecewaan masyarakat Papua atas terbatasnya pelayanan dalam bidang ekonomi, kesejahteraan dan pendidikan.

Dalam seminar itu, kata Argo, Baintelkam Polri juga memaparkan bahwa terdapat empat aspek krusial sebagai akar dari berbagai permasalahan penegakan hukum di Papua, yaitu aspek politik kolonialisme, aspek ekonomi dan kesejahteraan, aspek sosio kultural dan aspek idiologis serta nasionalisme.

Kemudian, Argo menekankan bahwa salah satu spesifikasi ancaman kerawanan yang membedakan antara provinsi Papua dengan provinsi lainnya di Indonesia, adalah adanya gangguan kamtibmas yang ditimbulkan oleh aktifitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

 

“Namun tidak semua wilayah di Papua terjadi kekerasan bersenjata hanya dibeberapa Kabupaten, antara lain Kabupaten Puncak, Intan Jaya, Nduga dan Mimika,” ungkap Argo.

Untuk itu, Polri mengajak elemen mahasiswa dan pemuda agar menjadi pioner of problem solving dalam menyelesaikan berbagai permalsahan di lingkungan sekitar juga pioneer of nationalism untuk mengikis ideologi-ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan pioneer kebangkitan, kemandirian dan kesejahteraan Papua.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

4 Prajurit TNI AD Gugur Diserbu KKB di Maybrat, Papua Barat

Kamis, 2 September 2021 | 13:35 WIB
Oleh : / Dwi Argo Santosa

Jayapura, Beritasatu.com - Sebanyak empat anggota TNI Angkatan Darat gugur diserang oleh sekelompok orang tidak dikenal yang biasa disebut kelompok kriminal bersenjata atau KKB di Posramil Kisor Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (2/9/2021) pukul pukul 03.00 WIT.

Panglima Kodam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Chantiasa menyatakan pihaknya masih melakukan investigasi terkait penyerangan tersebut.

Keempat anggota TNI AD yang meninggal dunia tersebut masing-masing Serda Amrosius, Praka Dirham, Pratu Zul Ansari, dan Lettu Chb Dirman.

Para pelaku diperkirakan berjumlah sekitar 50 orang. Mereka menyerang pos ketika korban sedang tidur.

Serda Amrosius, Praka Dirham, dan Pratu Zul Ansari ditemukan tewas di dalam Posramil sedangkan Lettu Chb Dirman, Komandan Posramil Kisor, ditemukan tidak bernyawa di semak belukar tak jauh dari pos.

Satu anggota TNI AD bernama Pratu Ikbal pada awalnya dilaporkan hilang namun bersama   Sertu Juliano ditemukan dalam kondisi luka berat.

Pangdam XVIII Kasuari Mayjen I Nyoman Chantiasa kepada Antara, Kamis (2/9/2021) siang, menyatakan korban meninggal akibat luka-luka yang dideritanya.

Ia menuturkan, investigasi dilakukan untuk mengetahui pelakunya berasal dari kelompok mana. "Nanti saya akan memberikan keterangan pers terkait insiden tersebut," ujar Mayjen TNI Chantiasa.

Ketika ditanya tentang situasi di Kisor, mantan Kasdam XVII Cenderawasih ini meminta waktu karena penyelidikan masih dilakukan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini


BAGIKAN
Share to WhatsApp


TAG POPULER

# Malala Yousafzai


# Tes PCR


# Pinjol Ilegal


# Molnupiravir


# Liga Champions


B1 Livestream

TERKINI
Bentrok Ormas dan Debt Collector, Polres Metro Tangerang Kota Amankan 13 Orang

Bentrok Ormas dan Debt Collector, Polres Metro Tangerang Kota Amankan 13 Orang

MEGAPOLITAN | 3 jam yang lalu









BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings