Logo BeritaSatu
Home > Fokus > KTT G-20: Reputasi Indonesia dan Manfaat Ekonomi

Dampak Besar Pertemuan KTT G-20 bagi Perekonomian Indonesia

Rabu, 9 November 2022 | 15:47 WIB
Oleh : Tim BeritaSatu / Anselmus Bata

Jakarta, Beritasatu.com - Tahun ini, Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah perhelatan KTT G-20 yang mengusung tema "Recover Together, Recover Stronger". Melalui tema ini, Indonesia ingin mengajak seluruh dunia bahu-membahu, dan saling mendukung untuk pulih bersama, serta tumbuh lebih lebih kuat dan berkelanjutan pascapandemi Covid-19.

Sejalan dengan kepemimpinan dalam presidensi G-20 ini, Indonesia memegang peranan penting dalam mewujudkan berbagai inisiatif strategis dan transformasi yang dapat memberikan dampak global.

Tidak hanya memimpin pemulihan global dari pandemi Covid-19, lewat presidensi G-20, Indonesia berperan menciptakan berbagai kerja sama internasional yang kuat dan inklusif, melalui tiga pilar utama yaitu, arsitektur kesehatan global, transisi energi berkelanjutan, serta transformasi digital dan ekonomi.

Indonesia merupakan satu-satunya anggota ASEAN dan G-20 yang saat ini menduduki peringkat 10 dalam daftar paritas daya beli atau purchasing power parity di antara anggota G-20. Indonesia juga menjadi kekuatan pasar baru atau new established emerging market dengan PDB di atas US$ 1 triliun.

Penetapan Indonesia sebagai presidensi G-20 pada 2022 sendiri telah diumumkan sejak dua tahun lalu, tepatnya saat KTT G-20 berlangsung di Riyadh, Arab Saudi, pada 21-22 November 2020.

Prosesi serah terima sendiri dilaksanakan sekitar satu tahun lalu saat KTT G-20 berlangsung di Roma, Italia, pada 30-31 Oktober 2021. Ini merupakan pertama kalinya Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah KTT G-20 sejak pembentukannya pada 1999.

G-20 sendiri merupakan forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (UE) yang memiliki pendapatan menengah hingga tinggi, negara berkembang, hingga negara maju. Forum internasional ini merepresentasikan lebih dari 2/3 penduduk dunia, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia.

Adapun anggota G-20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat (AS), Arab Saudi, Australia, Argentina, Brasil, Indonesia, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Korea Selatan, Rusia, Prancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

Isu Utama
Forum G-20 membahas dua isu utama, yaitu finance track dan sherpa track. Finance track merupakan jalur pembahasan dalam forum G-20 yang membahas isu keuangan, seperti kebijakan fiskal, moneter dan sektor riil, regulasi keuangan, serta perpajakan.

Dikutip dari situs resmi Bank Indonesia (BI), tercatat enam agenda prioritas yang akan dibahas dalam pertemuan financial track.

Pertama, exit strategy to support recovery yang membahas bagaimana forum G-20 melindungi negara-negara yang masih menuju pemulihan ekonomi, terutama negara berkembang, dari efek limpahan atau spillover exit policy yang diterapkan negara yang lebih dahulu pulih ekonominya dan umumnya adalah negara maju.

Kedua, adressing scarring effect to secure future growth untuk mengatasi dampak berkepanjangan atau scarring effect krisis dengan meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan jangka panjang, memperhatikan ketenagakerjaan, rumah tangga, sektor korporasi, dan sektor keuangan.

Ketiga, payment system in digital era yang terkait standar pembayaran lintas batas negara serta prinsip-prinsip pengembangan mata uang digital yang dikeluarkan bank sentral (central bank digital currency/CBDC).

Keempat, sustainable finance akan membahas risiko iklim dan risiko transisi menuju ekonomi rendah karbon, dan sustainable finance atau keuangan berkelanjutan dari sudut pandang makroekonomi dan stabilitas keuangan

Kelima, financial inclusion: digital financial inclusion and SME finance dengan memanfaatkan open banking untuk mendorong produktivitas dan mendukung ekonomi dan keuangan inklusif bagi underserved community, yakni wanita, pemuda, dan UMKM, termasuk aspek lintas batas.

Keenam, international taxation yang membahas perpajakan internasional, terutama terkait implementasi framework atau kerangka bersama OECD/G-20 mengenai strategi perencanaan pajak yang disebut base erotion and profit shifting (BEPS).

Pertemuan yang dilaksanakan pada finance track dihadiri oleh menteri keuangan dan gubernur bank sentral masing-masing negara anggota G-20.

Sementara itu, sherpa track merupakan jalur pembahasan dalam forum G-20 di luar isu keuangan, seperti lapangan kerja, ekonomi digital, pertanian, pendidikan, budaya, kesehatan, lingkungan, pariwisata, anti-korupsi, urusan luar negeri, perdagangan, investasi, industri, serta pemberdayaan perempuan.

Pertemuan yang dilaksanakan pada sherpa track dihadiri oleh delegasi-delegasi dari masing-masing negara anggota dalam tiga jenis pertemuan, yaitu working group, enggagement group, hingga pertemuan tingkat menteri.

Kontribusi
Selama perjalanan menuju puncak acara KTT G-20, Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyusun dan menetapkan berbagai agenda dan kegiatan penunjang atau side event.

Ada 184 pertemuan yang terdiri dari satu konferensi tingkat tinggi, 20 pertemuan tingkat menteri dan gubernur bank sentral, 17 pertemuan tingkat sherpa/deputi 56 pertemuan tingkat kelompok kerja, dan 90 pertemuan tingkat enggagement group yang telah diadakan di 25 kota di seluruh Indonesia. Seluruh pertemuan tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 21.500 delegasi negara anggota G-20 dari berbagai belahan dunia.

Pemerintah menargetkan penyelenggaraan forum G-20 memiliki dampak yang besar dalam bidang ekonomi, pembukaan lapangan kerja, promosi pariwisata, serta peran strategis dalam kebijakan pemulihan ekonomi dunia.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan banyak keuntungan yang diraih Indonesia terkait posisinya sebagai presidensi G-20. Sejak Desember 2021 hingga akhir 2022 telah digelar ratusan pertemuan tingkat menteri, kelompok kerja sama, hingga KTT yang dihadiri para kepala negara/pemerintah pada pertengahan November nanti.

Penyelenggaraan forum G-20 memberikan manfaat terhadap peningkatan konsumsi domestik hingga Rp 1,7 triliun dan kontribusi Rp 7,43 triliun bagi PDB Indonesia.

Penyelenggaraan forum G-20 juga diharapkan melibatkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang diperkirakan menyerap 33.000 tenaga kerja dan 700.000 lapangan kerja baru. Selain itu, forum ini juga diharapkan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 1,8 juta hingga 3,6 juta kunjungan.

"Di samping itu tentu ada peningkatan kualitas SDM (sumber daya manusia, Red) dan kuantitas pekerja baru, promosi sektor pariwisata, dan kerja sama untuk mencapai target SDGs," terang Susiwijono saat berbicara dalam webinar "Presidensi G20: Pemulihan Kesehatan Global, Transformasi Digital, dan Transisi Energi" di Jakarta, Senin (31/10/2022).

Susiwijono memiliki keyakinan bahwa penyelenggaraan presidensi G-20 Indonesia akan membawa manfaat ekonomi 1,5 hingga 2 kali lebih besar secara agregat jika dibandingkan dengan penyelenggaraan acara Annual Meeting IMF-World Bank di Bali pada 2018.

Diketahui, penyelenggaraan Annual Meeting IMF-World Bank 2018 di Bali yang berlangsung selama 7 hari, ada 19.056 peserta yang datang dari 144 negara.

Laporan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan dampak langsung gelaran pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia senilai Rp 6,9 triliun. Komponen itu meliputi pengeluaran delegasi, biaya konstruksi, dan biaya operasional.

Sebagai pemegang presidensi G-20, pemerintah juga cukup sibuk sepanjang 2022. Pemerintah Indonesia membelanjakan Rp 675 miliar dari APBN untuk seluruh rangkaian acara G-20. Namun, angka tersebut di luar anggaran untuk pembangunan infrastruktur dan penataan kawasan yang dibelanjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengakui event G-20 telah membangkitkan kembali dunia pariwsata di Tanah Air, terutama di Bali. Ratusan forum G-20 telah mempromosikan dunia pariwisata Indonesia.

“Rangkaian event G-20 memberi pesan yang kuat dan meluas bahwa kawasan wisata di Indonesia sudah aman untuk kembali dikunjungi,” ujar Sandiaga Uno.

Pertemuan puncak KTT G-20 juga membawa dampak positif bagi sektor pariwisata di Pulau Dewata. Pasalnya okupansi atau tingkat hunian hotel di Bali, yang biasanya kurang dari 50%, kini mengalami peningkatan hingga 100%. Peningkatan tersebut karena banyak wisatawan asing maupun delegasi G-20 menginap di Bali.

Saat ini terdapat 22 hotel di berbagai kawasan di Bali yang menyediakan lebih dari 8.000 kamar. Hotel tersebut, antara lain berada di Nusa Dua, Kuta, Jimbaran, Sanur, Seminyak, dan Tanjung Benoa. Dari 22 hotel itu tersedia 26 kamar kelas presidential suite. Selain itu, terdapat alternatif hotel lainnya yang menyediakan 13 kamar presidential suite, sehingga bisa menampung 39 tamu VVIP.

Ketua Perhimpuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali yang juga Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Cok Korda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan secara keseluruhan tingkat hunian hotel di Bali baru mencapai 40% setelah dibukannya penerbangan internasional pada Februari lalu.

"Berbicara tentang okupansi atau tingkat hunian hotel di Bali secara keseluruhan baru mencapai 40%, namun ada beberapa hotel yang tingkat huniannya mencapai 100%," katanya di Bali, Senin (31/10/2022).

Wagub yang sering disapa Cok Ace ini menjelaskan tingkat hunian hotel baru mencapai 40% dengan jumlah kamar mencapai 140.000 unit, masih jauh jika dibandingkan sebelum pandemi Covid-19, yakni di atas 70%.

"Peningkatan hunian hotel imbas dari pelaksanaan KTT G-20 memang benar, tetapi yang terpenting adalah untuk mendapatkan pengakuan dunia bahwa Bali aman dan penanganan Covid-19 dilakukan dengan baik," jelasnya.

Tentu besar harapan pemerintah terhadap penyelenggaraan KTT G-20 akan memberikan dampak perekonomian. Terlebih, pemerintah sudah menghabiskan dana sebesar Rp 526,54 miliar untuk memperbaiki dan mempercantik kawasan Nusa Dua sebagai lokasi utama penyelenggaraan kegiatan KTT G-20.

Tujuan semua itu adalah ekonomi Indonesia bisa ikut terakseleras, selain tentunya reputasi Indonesia sebagai tuan rumah ikut terdongkrak di mata dunia internasional. 



Jokowi Pastikan Indonesia Siap Gelar KTT G-20 di Bali

Selasa, 8 November 2022 | 12:28 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / Fana F Suparman

Denpasar, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan Indonesia siap menerima para tamu dan menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Bali pada 15-16 November 2022 mendatang.

Kepastian itu disampaikan Kepala Negara usai meninjau sejumlah tempat yang akan dijadikan lokasi penyelenggaraan KTT G-20, Selasa (8/11/2022).

"Jadi ini sudah H-7, saya sudah cek dari pagi tadi sampai titik-titik yang paling kecil sudah kita cek semuanya dan saya ingin menyatakan kita siap menerima tamu-tamu G-20," ujar Presiden Jokowi kepada awak media di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Kota Denpasar.

Presiden Jokowi juga menjelaskan hingga saat ini sudah ada 17 kepala negara/kepala pemerintahan yang menyatakan hadir pada KTT G-20 di Bali mendatang. Di antaranya adalah Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping.

"Sudah, itu yang sudah pasti 17 kepala negara/kepala pemerintahan," kata Presiden Jokowi.

Sedangkan terkait kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Presiden Jokowi mengatakan bahwa kedua pemimpin itu masih mempertimbangkan situasi dan kondisi di negara masing-masing.

"Beberapa hari yang lalu saya juga sudah bertelepon, berbicara lewat telepon dengan Presiden Putin dan Presiden Zelensky, beliau menyampaikan akan hadir kalau kondisinya memungkinkan," ujarnya.

Presiden Jokowi menegaskan kehadiran para kepala negara maupun kepala pemerintahan pada KTT G-20 di Bali kali ini merupakan suatu kehormatan, mengingat kondisi dunia yang sedang tidak kondusif.

"Saya kira dalam posisi normal itu biasa yang hadir juga 17 sampai 18, ini posisi yang tidak normal, dunia sangat sulit, semua negara sangat sulit, kalau kehadirannya sampai sejumlah itu saya kira juga sangat bagus, sangat bagus," ucap Presiden.

Hadir pada kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan; Menteri Sekretaris Negara, Pratikno; Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi; Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono; Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate; Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa; Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo; dan Gubernur Bali, I Wayan Koster.



14.000 Anggota TNI Dikerahkan untuk Amankan KTT G-20 di Bali

Selasa, 8 November 2022 | 12:17 WIB
Oleh : Mansy Singko / Fana F Suparman

Denpasar, Beritasatu.com - Panglima TNI Jenderal Andika Prakasa mengatakan sebanyak 14.300 personel dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan KTT G-20 di Bali. Pengamanan tidak hanya di daratan, tetapi juga pengamatan laut dan udara.

Untuk pengaman laut, TNI menyiapkan 14 KRI yang bersiaga di perairan Nusa Dua Bali. Sementara untuk pengamanan udara sebanyak sembilan  pesawat bersayap disiapkan. Kesembilan pesawat itu terdiri dari pesawat pengintai, satu  pesawat angkut jenis Boeing, dua pesawat angkut Hercules, satu pesawat medis jenis Hercules, dua unit F-16, dua unit Sukhoi.

Selain itu, terdapat 15 unit helikopter yang akan disiagakan di Bali selama berlangsungnya KTT G-20.

"Selama dua hari ke depan semua pasukan akan melakukan pengenalan sesuai dengan tugas pengamanan masing masing sehingga saat para delegasi KTT G-20 nanti semua, pasukan sudah mengenal medan masing masing." Kata Jenderal Andika saat memimpin gelar pasukan di lapangan Renon Denpasar, Bali, Senin ( 7/11/2022).

Panglima TNI menyatakan, sejauh ini sudah ada pasukan keamanan dari luar negeri yang berkoordinasi dengan pengaman Indonesia terkait rencana kedatangan tamu VVIP dalam KTT G-20 nanti. Semua permintaan dari pasukan keamana presiden tersebut sudah diakomodasi oleh tim pengamanan Indonesia terkait apa yang mereka butuhkan.

"Keputusan pemimpin negara untuk hadir dalam KTT G-20 tergantung dari mereka sendiri Bukan karena tidak kooperatifnya kami, dan kami sangat koorperatif, akomodatif, berusaha untuk menampung apa yang dibutuhan oleh pasukan keamanan presiden dari delegasi G-20," ucap Jenderal Andika perkasa.

Andika menyatakan, hingga saat ini, berdasarkan informasi intelijen, belum ada ancaman gangguan pelaksanaan KTT G-20.

"Kami juga bekerja sama dengan intelijen dari negara partisipan yang dalam KTT G-20 yang akan hadir karena kami menganggap sebagai kerja sama tim semakin banyak yang mendeteksi semakin bagus," kata Andikat. 

Sementara itu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, pihaknya telah mengelar operasi intelijen khususnya dari Densus untuk mengawasi secara ketat potensi ancaman. Sebagai antisipasi gangguan keamanan, Polri telah memasang CCTV face recognition di tempat penyeberangan orang seperti pelabuhan, bandara dan jalan utama yang dilintasi oleh para delegasi G20.

"Apabila ada yang terdeteksi dalam catatan kita bisa kita mengambil langkah-lanngkah antisipasi dan semua sudah kita integrasikan. katanya,



Batik Tulis Lasem Jadi Cendera Mata KTT G-20

Rabu, 9 November 2022 | 11:35 WIB
Oleh : Rachman Pratama / Faisal Maliki Baskoro

Rembang, Beritasatu.com - Konferensi tingkat tinggi G-20 di Indonesia menjadi berkah bagi pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM), khususnya para perajin kain batik tulis lasem di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Kain batik tulis lasem dipesan khusus untuk dijadikan cendera mata atau bagi para delegasi G-20.

Kain batik tulis lasem yang dipesan khusus untuk G-20 ini berupa syal atau selendang dengan mengadopsi dua motif batik khas lasem yakni motif kerikil dan motif latohan. Sedangkan untuk metode pewarnaannya sendiri, masih menggunakan teknik tradisional dan menggunakan pewarna alami dari bahan-bahan seperti daun dan kayu-kayuan.

Salah satu perajin batik tulis lasem Santosa Hartono mengaku sangat terhormat dan bangga bisa menjadi salah satu UMKM yang menyediakan souvenir bagi para delegasi G-20.

“Kami menciptakan batik untuk syal untuk cenderamata bagi delegasi G-20. Warna alam itu warna dari daun dan kayu-kayuan jadi ramah lingkungan. Kelebihannya soft dan tidak mencemari lingkungan, kalau sintetis kan (mencemari) padahal ini dipakai para pejabat, jadi nanti malah timbul masalah,” ujar Santosa Hartono, Rabu (09/11/2022).

Saat ini, Santosa Hartono menjelaskan baru mendapatkan pesanan 100 helai kain batik tulis lasem. Sementara untuk proses pembuatan 1 helai kain batik tulis saja, dirinya dengan dibantu para pekerja membutuhkan waktu selama lebih dari sepekan.

Ia mengaku memilih menggunakan pewarna alami agar warna kain batik tulis yang dihasilkan lebih terkesan kalem dan tidak mencemari lingkungan. Ia berharap terpilihnya kain batik tulis lasem di perhelatan internasional presidensi G-20 mendatang akan membawa nama batik tulis lasem semakin mendunia.

“Jadinya lasem sebagai kota pusaka ini diharapkan batik lasem makin mendunia. Karena cerita lasem mini orang sudah banyak kenal, tapi masih banyak yang mengira dekat dengan jepara, padahal ada di dekat jalan pantura,” tutup Santosa Hartono.








CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE