Teh Bisa Mengurangi Risiko Kematian Akibat Penyakit Jantung

Teh Bisa Mengurangi Risiko Kematian Akibat Penyakit Jantung
Secangkir Minuman Teh ( Foto: bodyandsoul )
Nessy Febrinastri / FAB Jumat, 10 Oktober 2014 | 14:29 WIB

Sebuah studi terbaru di Irlandia menunjukkan bahwa kebiasaan minum teh akan mengurangi risiko kematian akibat komplikasi penyakit jantung.

Penelitian ini melibatkan 131.401 orang berusia 18-95 tahun, yang berisiko rendah penyakit kardiovaskular pada Januari 2001 dan Desember 2008.

Para peserta ditanya tentang kebiasaan mereka mengonsumsi teh dan kopi. Keduanya dinilai dengan kuesioner self-administered, yaitu jika mengonsumsi 1-4 cangkir, atau lebih dari 4 cangkir per hari.

Para peneliti menyimpulkan, peminum kopi memiliki kemungkinan risiko lebih tinggi pada gangguan kardiovaskular jika dibandingkan bukan peminum kopi. Risiko terhadap gangguan kardiovaskular lebih tinggi jika peminum kopi juga merupakan perokok.

Jumlah perokok yang ikutserta dalam penelitian ini adalah 17 persen untuk non-peminum kopi, 31 persen yang minum 1-4 cangkir per hari, dan 57 persen yang minum lebih dari 4 cangkir per hari.

Penelitian yang telah dipresentasikan dalam European Society of Cardiology (ESC) oleh Profesor Nicolas Danchin, dari Prancis ini sekali lagi menunjukkan bahwa teh jauh lebih baik daripada kopi.

Manfaat teh sebagian besar disebabkan oleh kandungan flavonoid, bahan antioksidan yang dianggap baik untuk jantung.

"Jika Anda harus memilih antara teh atau kopi, mungkin lebih baik untuk minum teh," ujarnya.

Masyarakat Irlandia dikenal sebagai peminum teh terbanyak di dunia. Irlandia pernah memecahkan Guinness World Record untuk jumlah teh yang diminum per kapita antara 1998 dan 2000. Penduduk Irlandia rata-rata minum 1.184 cangkir teh per orang per tahun.

Dan awal tahun ini Irlandia berada di peringkat nomor dua, setelah Turki, untuk jumlah teh yang diminum.

Sumber: Irish Central
CLOSE