Kreatif, Dosen UGM Kembangkan Alat Pencetak Rengginang

Kreatif, Dosen UGM Kembangkan Alat Pencetak Rengginang
Rengginang, Camilan Tradisional yang Terbuat dari Bahan Beras Ketan ( Foto: beritasatu/FAH )
/ WBP Kamis, 26 Januari 2012 | 07:12 WIB
Alat tersebut tergolong praktis dan bisa dioperasikan oleh siapa saja.

Kreatifitas Priyanto Triwitono layak di acungi jempol. Bagaimana tidak, Dosen Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ini berhasil mengembangkan alat pencetak rengginang atau camilan tradisional yang terbuat dari bahan beras ketan.

"Alat itu mampu meningkatkan kapasitas cetak hingga dua kali lipat dibandingkan dengan cetak manual. Alat itu juga mampu menghasilkan rengginang dengan cepat," kata Priyanto seperti di kutip Antara hari ini di Yogyakarta.

Menurut Priyanto, dalam setiap menit satu pekerja mampu menghasilkan 4-5 rengginang atau sekitar 240-300 rengginang per jam, sedangkan dengan cara manual setiap pekerja dalam satu menit hanya bisa menghasilkan dua rengginang atau 120 rengginang per jam.

"Mesin ini mempunyai kapasitas cetak minimal 50 kilogram per hari. Dengan alat itu dari satu kilogram beras ketan kukus bisa dihasilkan sekitar 110-120 rengginang," katanya.

Lebih lanjut Priyanto menyatakan, alat yang dikembangkannya itu tergolong praktis, dan bisa dioperasikan oleh siapa saja, termasuk pekerja pemula atau yang belum ahli.

Hal itu berbeda dengan proses cetak secara manual yang tidak bisa dilakukan oleh setiap pekerja karena membutuhkan keahlian dan keterampilan tinggi. Hebatnya lagi, alat yang diciptakannya mampu mencetak rengginang dengan spesifikasi ukuran maupun tekstur yang sama.

Menurut dia, dalam proses cetak manual, besar kecilnya tekanan saat cetak kadang berbeda setiap orangnya, sehingga dampaknya saat digoreng atau dikemas rengginang mudah rusak atau hancur.

"Dengan alat cetak itu tekanan yang dihasilkan akan sama, sehingga rengginang lebih padat tidak mudah hancur, dan lebih rapi bentuknya," katanya.

Selain mudah penggunaannya, kata dia, alat itu juga mampu menghemat biaya produksi karena dioperasikan tanpa listrik atau bahan bakar.

Untuk membuat rengginang, beras ketan yang telah dikukus diisikan pada cetakan dalam papan pencetak. Kemudian, dilakukan penekanan dengan menarik "handle", sehingga kayu penekan turun dan memadatkan rengginang dalam cetakan. Selanjutnya, rengginang bisa dikeluarkan dari cetakan untuk dikeringkan.

"Alat pencetak rengginang itu telah diproduksi secara massal. Satu unitnya dipasarkan dengan harga Rp 2,5 juta," katanya.

"Alat ini dapat mencetak rengginang dalam beberapa bentuk, mulai dari lingkaran, segi empat, dan persegi panjang. Kalau ingin bentuk yang lain, tinggal mengganti cetakannya sesuai dengan selera," pungkas Priyanto.
Sumber: Antara