2018, Realme Catatkan Rekor Penjualan

2018, Realme Catatkan Rekor Penjualan
Smartphone Realme ( Foto: istimewa )
Herman / YUD Rabu, 9 Januari 2019 | 15:58 WIB

Jakarta - Pada tahun 2018, industri smartphone di Indonesia kedatangan beberapa pemain baru, salah satunya Realme. Produsen smartphone yang berbais di Tiongkok ini masuk pasar Indonesia mulai Oktober 2018 dengan tiga model sekaligus, yakni Realme 2, Realme 2 Pro, dan Realme C1.

Marketing Director Realme Asia Tenggara, Josef Wang memaparkan, sebagai pemain baru di industri smartphone Indonesia, penerimaan masyarakat terhadap produk-produk yang dihadirkan Realme sangat positif. Misalnya, Realme 2 berhasil terjual sebanyak 15.000 unit dalam waktu 10 menit di platfom online, lalu Realme C1 terjual 10.000 unit dalam 40 detik pertama, menjadikan perangkat ini sebagai raja baru smartphone entry-level di Indonesia.

Sementara itu untuk nilai penjualan Realme 2 Pro yang merupakan smartphone flagship Realme mencapai Rp 33 miliar dalam waktu kurang dari 3 menit.

"Pada 10 Desember, Realme juga meluncurkan Realme U1 sebagai salah satu lini produk untuk pengguna yang suka selfie, dan berhasil memecahkan rekor penjualan sepuluh kali lebih banyak dari rekor yang pernah ada di Shopee," papar Josef Wang, di kantor Realme, di Jakarta, Rabu (9/1).

Sebelum masuk pasar Indonesia, Josef mengatakan Realme telah melakukan riset yang mendalam perihal kebutuhan konsumen di Indonesia, khususnya anak muda yang menjadi target market produk Realme. Hasil riset itulah yang kemudian diterjemahkan melali produk-produk Realme.

"Anak muda Indonesia menginginkan smartphone dengan desain yang bagus, performa oke, namun harganya terjangkau. Realme kemudian memetakan produknya menjadi empat, di mana Realme 2 series sebagai budget product Realme dengan spesifikasi kelas menengah, C Series untuk entry level, Pro Series sebagai smartphone flagship Realme dengan harga terjangkau, serta U series yang berfokus pada millenial yang hobi selfie," papar Josef.

Untuk strategi bisnis di 2019, Josef menyampaikan selain tetap memasarkan produk-produknya lewat jalur online, pemasaran produk lewat jalur offline juga akan ditingkatkan untuk menjangkau lebih banyak lagi konsumen. Saat ini Realme telah bekerja sama dengan 1.900 distributor penjualan offline dan hadir di 4.800 toko offline yang ada di seluruh Indonesia.

"Tahun ini, kami juga akan kembali menghadirkan beberapa produk baru. Kami telah melakukan wawancara langsung dengan konsumen untuk mengetahui produk seperti apa yang paling mereka inginkan," ujar Josef.

Meskipun sudah diterima cukup baik, Realme belum menetapkan target yang lebih spesifik seperti jumlah penjulan maupun market share yang ingin dicapai di 2019. Lantaran usianya masih dalam hitungan bulan, menurut Josef fokus utama Realme saat ini lebih kepada brand awareness serta menghadirkan produk-produk yang paling dibutuhkan konsumen.

Untuk memenuhi regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) perangkat 4G yang berlaku di Indonesia, saat ini Realme juga telah merakit ponselnya di pabrik yang berlokasi di Tangerang.

"Indonesia merupakan pasar yang penting bagi Realme, sehingga kami akan patuh dengan regulasi yang berlaku di sini, salah satunya terkait TKDN," ujar Josef.



Sumber: BeritaSatu.com