Survei: Pengguna Smartphone Malas Backup Data

Survei: Pengguna Smartphone Malas Backup Data
Survei DEKA bertajuk “Indonesia Consumer Mobile Habit and Data Management Survey”. ( Foto: Istimewa )
Herman / WBP Senin, 8 Juli 2019 | 18:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengguna ponsel pintar atau smartphone di Indonesia kerap menghadapi masalah kehilangan data penting dan keterbatasan media penyimpanan pada perangkatnya. Hal itu terungkap dalam hasil survei firma riset DEKA yang dikomisikan oleh Western Digital Corp bertajuk “Indonesia Consumer Mobile Habit and Data Management Survey”. Riset ini melibatkan 1.120 responden dari enam kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Medan, dan Makassar.

Hasil riset DEKA mengungkapkan, 67 persen orang Indonesia pernah kehilangan data di smartphone yang berujung pada perasaaan kesal. Ada banyak faktor yang menyebabkan pengguna kehilangan data di antaranya memori yang penuh sehingga harus menghapus data, perangkat yang rusak, virus, file yang rusak, atau kehilangan perangkat.

Research Director DEKA, Mamik S. Leonardo mengungkapan, meskipun sebanyak 67 persen responden pernah mengalami kasus kehilangan data sebelumnya, hanya sepertiga dari mereka yang rutin melakukan pencadangan atau backup data sebulan sekali (atau lebih). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden belum memiliki jadwal backup yang teratur, padahal backup merupakan hal vital untuk dilakukan di era serba digital ini.

“Lebih dari 80 persen responden telah menyadari pentingnya melakukan backup data. Tetapi kesadaran ini tidak diikuti dengan tindakan. Frekuensi backup data masih jarang, padahal data di smartphone bisa hilang kapan pun akibat perangkatnya rusak, virus, atau hilang,” kata Mamik S. Leonardo, di acara pemaparan hasil survei Indonesia Consumer Mobile Habit and Data Management Survey, di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Hasil survei juga mengungkapkan, 16 persen responden mengaku kurang dari sebulan sekali melakukan backup data, 20 persen responden melakukannya sebulan sekali, 6 persen dua kali dalam sebulan, 17 persen tiga kali sebulan, 30 persen lebih dari sekali dalam tiga bulan, dan 11 persen yang lainnya.

Mamik S. Leonardo menyampaikan, sebanyak 97 persen responden mengandalkan smartphone sebagai gawai utama dalam keseharian mereka. Responden yang lebih muda cenderung menggunakan smartphone untuk lebih banyak fungsi, mulai gaming, navigasi, video streaming, atau berbelanja online.

Menariknya, survei ini juga menunjukkan bahwa smartphone sudah menjadi pengganti kamera. Lebih dari 90 persen responden mengatakan bahwa mereka lebih sering menggunakan smartphone untuk mengambil gambar daripada untuk menelepon (87 persen) atau chatting (72 persen). Akibatnya, data pada smartphone hampir seluruhnya terdiri dari foto (98 persen) dan video (79 persen).

“Umumnya, masyarakat Indonesia menggunakan smartphone dengan memori internal 16-32 GB atau sebanyak 56 persen responden. Namun, tentu kapasitas ini tidak akan cukup untuk menampung simpanan foto dan video yang terus bertambah di smartphone. Survei membuktikan bahwa lebih dari setengah responden mengatakan bahwa mereka hanya memiliki sisa memori 1-3 GB di smartphone mereka. Kapasitas terbatas ini menyebabkan para responden terpaksa menghapus data untuk mengosongkan kapasitas penyimpanan. Padahal data-data tersebut banyak berisi foto dan video kenangan mereka,” ungkap Mamik S. Leonardo.



Sumber: BeritaSatu.com