Sharp Ambil Alih Pemasaran Ponsel Pintar

Sharp Ambil Alih Pemasaran Ponsel Pintar
Ponsel Sharp A Click dengan warna Premium Gold. ( Foto: Istimewa )
Amrozi Amenan / FER Sabtu, 31 Agustus 2019 | 23:38 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) akan lebih serius menggarap pasar ponsel pinter (smartphone) di Indonesia dengan mengambil alih pemasaran ponsel pintar yang diproduksinya dari distributor.

Asistant General Marketing Communication PT Sharp Electronics Indonesia, Agus Soewadji, mengatakan selama ini pemasaran smartphone Sharp diserahkan kepada distributor.

"Akhir tahun ini kita akan ambil alih semua (pemasaran, red) secara resmi,” kata Agus Soewadji di sela kegiatan pameran ’50 Years in Harmony Roadshow’ di Surabaya, Sabtu (31/8/2019).

Agus menganggap selama setahun distributor sebenarnya sudah memasarkan ponsel pintar Sharp dengan serius. "Namun, dengan kita handle sendiri, kita ingin lebih serius lagi dalam pemasarannya,” tandas Agus.

Menurut Agus, alasan pengambil alihan pemasaran ponsel pintar Sharp karena potensi pasarnya cukup. Selain itu, produk-produk Sharp ke depan berbalut IoT (Internet of Things). "Dengan market yang gede banget itu, kita ingin coba garap pemasarannya,” tandas Agus.

Saat ini, lanjut Agus, SEID memiliki 25 kantor cabang, 3 sub kantor cabang, 46 Sharp Direct Service Station (SDSS), 275 Sharp Authorize Service Station (SASS), 46 Sharp Service Representative, 2 unit Sharp Mobile Service Station (SMSS), 3 Sharp Service Corner (SSC), 2 Sharp Authorized Representative(SAR) dan 106 Sharp Authorized Installer Contractor (SAIC).

"Sekalipun mungkin sulit pasarnya ditembus, tapi kita akan coba dengan jaringan yang kita miliki ini," tandas Agus.

Branch Manager PT Sharp Electronics Indonesia Cabang Surabaya, Henry Santoso, menyatakan, peluang Sharp menembus pasar ponsel pintar di Surabaya cukup besar bila nanti dipasarkan sendiri oleh SEID.

"Dengan kita pasarkan sendiri, produk smartphone  akan menambah total penjualan kita dan meningkatkan kontribusi Surabaya terhadap total penjualan produk Sharp," imbuh Henry.

 



Sumber: Investor Daily