Black Shark 2 Pro Ditargetkan Rilis di Indonesia Bulan Depan

Black Shark 2 Pro Ditargetkan Rilis di Indonesia Bulan Depan
Smartphone gaming Black Shark 2 Pro ( Foto: Ist )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Selasa, 3 September 2019 | 22:45 WIB

Kuala Lumpur, Beritasatu.com- Smartphone gaming Black Shark 2 Pro baru saja diluncurkan di Malaysia, hari ini, Selasa (3/9/2019). Sementara itu, untuk pasar Indonesia, konsumen tampaknya harus bersabar.

Yang Sun, vice president marketing Black Shark Global, mengatakan bahwa Black Shark menargetkan smartphone gaming Black Shark 2 dan Black Shark 2 Pro akan diluncurkan di Indonesia bulan depan secara bersamaan. Black Shark 2 sendiri sudah diluncurkan di Malaysia April 2019 lalu.

Demikian disampaikan Yang Sun dalam konferensi pers peluncuran Black Shark 2 Pro di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (3/9/2019).

Pihaknya saat ini belum memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 30 persen sebagaimana disyaratkan regulasi pemerintah Indonesia.

Black Shark 2 Pro dipasarkan di Malaysia di rentang harga 2.499 ringgit (Rp 8,4 jutaan) untuk versi 8GB(RAM)+128GB(ROM), dan 2.999 ringgit (Rp 10,1 jutaan) untuk versi 12GB+256GB. Warna yang tersedia ada tiga: Shadow Black, Iceberg Grey dan Gulf Blue.

Indonesia akan memiliki varian yang sama dan bonus yang sama (left-side gamepad dan gamepad stand) dengan harga yang diperkirakan tidak jauh berbeda, tergantung pajak.

Terkait rencana membuat flagship store di Indonesia, Yang Sun mengatakan pihaknya masih mencari partner yang memiliki satu visi yaitu, membangun ekosistem video game bersama. Hal ini juga berlaku untuk negara-negara lain, terutama di Asia Tenggara.

"Indonesia memiliki karakteristik yang sama dengan Tiongkok, masyarakatnya sama-sama suka main mobile game di waktu luang, tetapi potensi pertumbuhan di Indonesia lebih besar," kata dia.

Black Shark adalah startup khusus teknologi video game yang didanai oleh produsen smartphone Tiongkok, Xiaomi. Yang Sun mengatakan Black Shark menginvestasikan US$ 60 juta untuk riset dan pengembangan. Perusahaannya juga tidak berencana memperkenalkan produk di luar industri video game.

"Kami tidak ingin dianggap sebagai produsen smartphone. Kami ingin dianggap sebagai perusahaan teknologi di bidang video game...Kami sudah memimpin market share untuk smartphone gaming di Malaysia," ujar Yang Sun.

Laporan Newzoo's 2019 Global Games Market Report mengungkapkan, industri eSports akan terus bertumbuh ke depannya. Segmen mobile gaming (smartphone dan tablet) disebut akan menjadi segmen paling besar, dengan pendapatan mencapai US$ 68,5 miliar, atau mencapai 45 persen dari pasar global games pada 2019.



Sumber: BeritaSatu.com